Kejari Sumenep Kirim Tahanan Narkoba ke Rumah Rehab Adhyaksa di RSUD Moh Anwar

Avatar of news.Limadetik
Kejari Sumenep Kirim Tahanan Narkoba ke Rumah Rehab Adhyaksa di RSUD Moh Anwar
FOTO: Plt Kasi Pidum Kejari Sumenep, Slamet Pujiono, SH.MH (kanan/dokumen)

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Perjuangan menegakkan hukum yang berkeadilan serta humanis yang sudah dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dengan menyelesaikan sejumlah perkara melalui rumah restorative justice (RJ) sudah kesekian kalinya patut diajungi jempol.

Terbaru, Kejari Sumenep telah melakukan restorative justice dengan tiga perkara yang berbeda sekaligus, diantaranya kasus penadah yang sudah dipulangkan ke orang tuanya, dan kasus penganiayaan serta kasus penyalahgunaan narkoba.

Terkait perkara penyalahgunaan narkoba ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep sudah melakukan sudah melakukan langkah langkah positif dengan melepas atau mengirimkan tersangka atas nama Andriyanto (27) warga Jalan Pelabuhan Kertasada, Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget ke RSUD dr.H.Moh.Anwar untuk dilakukan rehabilitasi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Trimo, SH.MH melalui Plt Kasi Pidum, Slamet Pujiono, SH.MH mengatakan, bahwa tersangka penyalahgunaan narkoba atas nama Andriyanto (27) sudah dikirim atau dipindahkan ke RSUD Moh.Anwar untuk dilakukan rehabilitasi berdasarkan hasil restorative justice.

“Tadi malam Kamis 29 September 2022, tepat pukul 22.11 Wib, tersangka sudah kita kirim ke RSUD dr H Moh Anwar untuk dilakukan rehabilitasi dengan beberapa pertimbangan, salah satunya, korban baru pertamakali memakai narkoba. Termasuk korban juga sudah melakukan asassemen di BNNK Sumenep beberapa waktu lalu” kata Plt Kasi Pidum Kejari Sumenep, Slamet Pujiono, Jumat (30/9/2022).

Slamet menegaskan, pengiriman atau pemindahan tersangka dikawal langsung pihak Kejari Sumenep dari rumah tahanan menuju RSUD. Namun demikian, status tersangka bukan lagi sebagai tahanan melainkan pasien rehabilitasi.

“Karena dia (Andriyanto) ini setelah dilakukan restirative justice dan dipindahkan ke RSUD tidak lagi berstatus tahanan. Melainkan pasien narkoba untuk dilakukan rehabilitasi di rumah rehab adhyaksa yang ditempatkan di RSUD Moh Anwar” tegasnya.

Dia juga mengatakan, setelah tersangka dipindahkan ke rumah rehab Adhyaksa di RSUD Moh Anwar, seluruh mekanisme atau aturan sepenuhnya menjadi milik pihak rumah sakit. Namun pihaknya tetap akan melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan pasien.

“Kami (Kejari) hanya akan melalukan pemantauan setiap satu bulan sekali, sejauh mana perkembangannya. Dan lainnya semuanya hak aturan akan ditentukan pihak RSUD Moh Anwar” terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD H Mon Anwar Sumenep, dr Erly melalu Humas nya, Arman Endika Saputra mengakui jika pasien rehabilitasi sudah dikirim Kejaksaan Negeri Sumenep untuk dilakukan rehabilitasi.

“Iya benar tadi malam Kejari Sumenep sudah mengirimkan pasien narkoba untuk dilakukan rehabiltasi tadi malam sekira jam 22.00 Wib Kamis malam Jumat dan sudah ditatalaksanakan” katanya.

Untuk rehab di Rumah Sakit kata Arman, ditatalaksanakan kurang lebih 15 hari. tujuan akhirnya untuk mengatasi obat narkotikanya. Sehingga pasien tidak akan lagi merasa ketergantungan terhadap narkoba.

“Maksimal ketergantungan pasien selama 15 hari, dan pasien hanya bisa keluar atas indikasi atau persetujuan kajian medisnya sesuai tujuan rehabnya tuntas” demikian Arman menyampaikan melui chat WhatsApp nya kepada media ini.