Tak Berkategori  

Kelompok 66 Mahasiswa UMM Gelar Sosialisasi Penggunaan POST untuk Kafe Ubi

Avatar of news.Limadetik
Kelompok 66 Mahasiswa UMM Gelar Sosialisasi Penggunaan POST untuk Kafe Ubi
FOTO: Mahasiswa PMM UMM kelompok 66 saat memperkenalkan aplikasi POST pada karyawan Kafe Ubi

KOTA BATU, LimaDetik.Com – Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang yang digelar di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini diisi oleh beragam kegiatan menarik.

Menurut Marcell Niken Ardisa, koordinator PMM UMM mengatakan, program yang dilakukan selama satu bulan lamanya sejak tanggal 4 Juni 2021 lalu ini melibatkan kelima anggota Kelompok 66, Gelombang 8, Angkatan 6 dari sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan di universitas Muhammadiyah Malang.

“Sebelumnya, Kelompok 66 telah mengadakan sosialisasi yang menyasar para pelaku UMKM di wilayah Dusun Ngujjung. Sosialisasi yang diselenggarakan di Balai Desa Ngujung ini bertujuan untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Dusun Ngujung” kata Niken, sapaan akrabnya, Sabtu (17/7/2021).

Lebih lanjut Niken mengatakan, semenjak masa pandemi, banyak pelaku UMKM di Dusun Ngujung yang mengalami penurunan omset yang cukup lumayan. Tidak heran jika di kegiatan sosialisasi tersebut, Kelompok 66 memberikan materi seputar cara meningkatkan omset hingga penggunaan teknik digital marketing.

“Selain mengadakan sosialisasi tersebut, kami kelompok 66 ini juga melakukan kegiatan lain. Kali ini, Kelompok 66 menyasar Kafe Ubi, salah satu UMKM yang masih berada di wilayah Dusun Ngujung, untuk memberikan bimbingan penerapan aplikasi kasir online” ungkapnya.

Kelompok 66 Mahasiswa UMM Gelar Sosialisasi Penggunaan POST untuk Kafe Ubi
FOTO: Mahasiswa PMM UMM bersama Suhartin, Pengelola Kafe Ubi saat memperkenalkan cara memakai aplikasi Post

Marcell Niken Ardisa memandu kegiatan tersebut, kegiatan ini digelar pada tanggal 28 Juni 2021 di kafe ubi pada jam 7 malam sampai selsai.

“Kafe Ubi sendiri merupakan salah stau kafe andalan warga Dusun Ngujung yang lokasinya berada di tengah sawah. Lokasinya yang berada di jalur menuju Coban Lanang, Kota Batu ini membuat Kafe Ubi menjadi salah satu destinasi menarik yang kerap didatangi oleh para wisatawan” tuturnya.

Apalagi, tambah Niken, menu-menu yang ditawarkan oleh Kafe Ubi sangat khas dengan sajian makanan para petani, khususnya yang berbahan dasar ketela rambat atau ubi yang sesuai dengan namanya.

“Kafe yang ini mengadopsi konsep makanan ala petani dengan suasana ala tempo dulu, ini juga masih menggunakan sistem kasir tradisional. Sistem kasir tradisional merupakan pencatatan keluar-masuknya uang secara manual. Sistem ini sangat tidak efektif dan efisien digunakan pada bisnis yang telah berkembang seperti Kafe Ubi” terang Niken.

Selanjutnya, bimbingan penggunaan aplikasi online pun langsung dilakukan oleh kelima mahasiswa yang tergabung pada Kelompok 66 dengan pengelola dan karyawan Kafe Ubi.

“Kami memperkenalkan aplikasi kasir online bernama POST untuk melakukan pencatatan atau point-of-sale dan laporan keuangan secara digital” tegasnya.

Sistem kasir dengan menggunakan aplikasi tambah Niken, dapat membantu Kafe Ubi dalam mencatat dan mengontrol arus kas dengan lebih efisien dan efektif. Diharapkan setelah melakukan bimbingan ini, pihak Kafe Ubi dapat mengelola bisnisnya dengan lebih efektif dan efisien.

“Apalagi, pencatatan arus kas menjadi salah satu poin penting yang mempengaruhi berkembangnya suatu bisnis” tukasnya.

Penulis : Rendra Hermawan
Editor : Lisa