Kemudahan Transaksi Musyarakah Untuk Modal Kerja

Kemudahan Transaksi Musyarakah Untuk Modal Kerja
FOTO: Ilustrasi

OLEH: Alfian Dwi Gusnanda
Universitas Muhammadiyah Malang

______________________________
(Mata kuliah Akuntasi Syariah)

Sebagian usaha kecil, menengah, perusahaan besar tidak jarang memerlukan tambahan dan berupa modal kerja atau investasi yang digunakan untuk memperluas usahanya. Pembiayaan merupakan salah satu pilihan yang ditawarkan untuk membantu meringankan beban para pemilik usaha dari segi finansial dan secara otomatis telah meningkatkan kebutuhan modal usaha.

Kebanyakan para pemilik usaha mempercayakan pembiayaan kepada perbankan, adapun peran perbankan untuk memberikan pembiayaan dana dalam mendukung kegiatan usaha kecil, menengah dan perusahaan besar. Saat ini bukan hanya bank konversional saja yang menawarkan pembiayaan, bank syariah juga sedang semaraknya menawarkan pembiayaan yang lebih menguntungkan dari bank konversional.

Perbedaan antara bank konversional dengan bank syaraiah adalah terletak pada salah satunya yaitu akad. Dengan akad dapat dijadikan ikatan, keputusan dan penguatan kesepakatan antara transaksi sehingga masing-masing pihak berkomitmen dengan bingkai nilia-nilai syariah. Dalam kaitan dengan bank syariah ini menduduki posisi yang sangat penting, sebab akad dapat digunakan untuk 1) mennetukan transaksi yang akan digunakan anatra pihak bank dengan calon nasabah, 2) menetukan keterkaitan akad dengan produk, sebab dlam bank syariah setiap produk berjalan sesuai dengan akad yang diacu.

Bank islam berate bank yang tata cara beroperasinya didasarkan pada tata cara bermuamalat secara islam, yakni mengacu kepada ketentuan-ketentuan Al-Quran dan Al- Hadist. Bank syariah adalah suatu lembaga yang berfungsi sebagai perantara bagi pihak yang berkelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana untuk kegiatan usaha dan kegiatan lainnya sesuai dengan hukum islam. Selain itu, bank islam syariah biasanya disebut Islamic banking atau interest fee banking, yaitusuatu sistem perbankan dalam pelaksanaan operasional tidak menggunakan sistem bunga (riba), spekulasi (maisir) dan tidak pastian atau ketidak jelasan (gharar).

Sesuai dengan pertumbuhan bank syariah, masyarakat lebih tertarik mengambil pembiayaan pada bank syariah karena bank syariah memiliki beberapa keuntungan yaitu menggunkan system bagi hasil atau nasabah dimana peminjam membagi hasil usahanya dengan bank, dan jika nasabah mengalami kerugian akan digantikan oleh pihak bank sepanjang kerugian tersebut tidak diakibatkan oleh kesalahan sipeminjam sendiri. Dalam perkembanganya PT Bank BRI Syariah juga menyediakan fasilitas pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi bisnis para pelaku usha di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu pembiayaan pada PT Bank Syariah BRI syariah adalah pembiayaan musyarakah yang menggunakan prinsip bagi haisl. Musyarakah adalah akad kerjasma pembiayaan antara bank syariah atau beberapa lembaga keuangan secara bersama-sma dengan nasabah, untuk mengelola suatu kegiatan usaha, masing-masing menyertakan dana sesuai porsi yang telah disepakati. Musyarakah adalah penanaman dana dari pemilik dana / modal untuk mencampurkan dana / modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung semua pemilik dana/modal berdasarkan bagian dana/ modal masing-masing. Inti dari musyarakah adalah bahwa para pihak sama-sama memasukkan dana ke dalam usaha yang dilakukan.

Bank syariah dalam fungsinya sebagai penyalur dana menjanjikan suatu sistem operasional yang lebih adil., kususnya pada sistem bagi hasil. Akan tetapi, denagn perkembangan bank syariah yang pesat sekarang ini berdampak pada persoalan baru. Salah satunya muncul kritik dari masyarakat islam sendiri yang meragukan pelaksanaan sistem abagi hasil di perbankan syariah. Hal tersebut bisa diartikan berupa menurunya kepercayan masyarakat terhadap perbankan syariah yang harus disikapi dan dicarikan solusinya.

Pembiayaan modal kerja adalah suatu pembiayaan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, anata lain, yaitu untuk peningkatan produksi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, kemudian untuk keperluan perdagangan atau peningkatan untility of place dari suatu barang. Sedangkan pembiayaan modal kerja syariah adalah suatu pembiayaan jangka pendek yang diberikan kepada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Fasilitas dari pembiayaan modal kerja itu sendiri dapat diberikan kepada seluruh sektorr/subsector ekonomi yang dinilai prospek, tidak bertentangan dengan syariat islam dan tidak dilarang oleh ketentuan perundnag-undangan yang berlaku. Pemberian fasilitas pembiayaan modal kerja kepada debitur/calon debitur dengan tujuan untuk mengeliminasi resiko dan mengoptimalkan keuntungan bank. Pembiayaan modal kerja dengan akad musyarakah yang dimiliki Bank Syariah Mndiri (BSM) merupakan pembiayaan khusus untuk modal kerja, dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah (bagi hasil) yang disepakati.

Pada PT Bank BRI Syariah pembiayan musyarakah terbagi menjadi 3 pembiayaan yaitu musyarakah modal usaha, musyarakah modal proyek dan musyarakah investasi (pembiayaan non kas). Musyarakah modal proyek dapat dilakukan pada sebuah proyek yang sebgaian modalnya dibiayai oleh bank dan setelah proyeknya itu selesai bank dapat melepas kemitraannya dan menjual kembali sahamnya kenasabah. Musyarakah investasi dapat pula digunkaan untuk pembiayaan investasi yang mana nasabah memerlukan dana untuk pembiayaan asset tetap seperti pembangunan pabrik baru, perluasaan gedung dan lain-lainnya. Sedangkan untuk musyarakah
modal usahan digunakan untuk pembiayaan modal kerja sebuah bisnis.

Modal kerja adalah modal lancer yang dipergunakan untuk mendukung operasional perusahaan sehari-hari sehingga perusahaan dapat beroperasi secara normal dan lancer. Beberapa penggunaan modal kerja antara lain adalah pembayaran persekot pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh dan lain-lain.

Tujuan dari pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, membuka lapangan pekerjaan, terjadinya distribusi pendapatan dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai islam. Pembiayaan modal kerja diperuntukkan bagi pengusaha yang membutuhkan tambahan modal kerja, seperti pembelian bahan baku, pembayaran biaya produksi, pengadaan barang atau jasa, pengerjaan proyek atau dapat pula sesuai dengan kebutuhan calon nasabah yang akan mengajukan pembiayaan modal kerja tersebut.

Adapun manfaat-manfaat yang diperoleh dari pembiayaan musyarakah adalah meliputi : 1) bank akan menikmati peningkatan dalam jumlah tertentu padda saat keuntungan usaha nasabah meningkat. 2) bank tidak berkewajiban membayar dalam jumlah tertentu kepada nasabah pendanaan secara tetap, tetapi disesuaikan dengan pendapatan/ usaha bank, sehingga bank tidak akan pernah mengalami negative spread. 3) pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan denagn cash flow/ arus kas usaha nasabah, sehingga tidak memberatkan nasabah. 4) bank akan lebih selektif dan hati-hati mencari usaha yang benar-benar halal, aman dan menguntungkan Hal ini karena keuntungan yang riil dan benar-benar terjadi itulah yang akan dibagikan. 5) prinsip bagi hasil dalam musyarakah ini berbeda dengan prinsip bunga tetap di mana bank akan menangih penerima pembiayaan (nasabah) satu jumlah bunga tetap berapapun keuntungan yang dihasilkan nasabah, bahkan sekalipun merugi dan terjadi krisis ekonomi.

Demikian adalah kemudahan musyarakah untuk modal kerja, jadi kebanyakan para pengusaha kecil, menengah maupun besar mempercyaakan modal yang akan diambil pada bank sayraiah dengan menggunakna metode musyarakah dimana musyarakah tersebut menggunakan system bagi hasil.