Kenaikan Cukai Rokok dan Dampaknya Terhadap Kebangsaan Indonesia: Menimbang Antara Penerimaan Negara dan Kesehatan Masyarakat

Avatar of news.Limadetik
Kenaikan Cukai Rokok dan Dampaknya Terhadap Kebangsaan Indonesia: Menimbang Antara Penerimaan Negara dan Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi

Kenaikan Cukai Rokok dan Dampaknya Terhadap Kebangsaan Indonesia: Menimbang Antara Penerimaan Negara dan Kesehatan Masyarakat

Oleh : Dwi Yunia Shandra Anggraeny
Prodi: Akuntansi
Fakultas: Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

______________________________

ARTIKEL – Indonesia berada di urutan ke-13 sebagai negara dengan konsumsi rokok terbanyak di dunia. Melihat banyaknya konsumsi rokok yang ada di Indonesia maka, cukai rokok adalah salah satu sumber penerimaan negara yang penting bagi negara Indonesia. Karena inilah, saat tarif cukai rokok mengalami kenaikan akan ada dampak yang cukup signifikan tergadap kebangsaan Indonesia. Sebelumnya, sudah mengertikah kalian mengenai apa itu cukai rokok?.

Menurut UU No. 30 tahun 2007, cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) adalah cukai yang dikenakan atas barang kena cukai berupa hasil tembakau yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris dan hasil pengolahan tembakau lainnya.

Diberlakukannya cukai rokok oleh pemerintah sebagai salah satu sumber penerimaan negara dan sebagai upaya untuk pengendalian konsumsi rokok yang dapat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, pengawasan peredaran rokok agar dapat dijual sesuai dengan ketentuan orang yang diperbolehkan mengonsumsi rokok, sekaligus menekan efek negative yang ada di masyarakat atau lingkungan.

Besarnya tarif cukai rokok ditetapkan oleh pemerintah melalui undang-undang dan peraturan perpajakan, dan biasanya dihitung berdasarkan jumlah rokok yang diproduksi atau diimpor.

Aturan mengenai kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) tertuang di dalam peraturan menteei keuangan (PMK) nomor 192/PMK.010/2022 tentang perubahan atas PMK nomor 193/PMK.010/2021 tentang tarif cukai hasil tembakau berupa rokok elektrik dan hasil pengolahan tembakau lainnya. kenaikan tarif cukai rokok biasanya memiliki jangka waktu tertentu dan akan ditinjau Kembali pada waktu yang ditentukan untuk mengevaluassi dampaknya terhadap penerimaan negara dan konsumsi rokok di masyarakat.

Pada 1 Januari 2023 ini, pemerintah telah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok. Secara rinci, kenaikan tarif cukai sigaret rata-rata sebesar 10% pada 2023-2024 dilakukan untuk mendukung target penurunan prevalensi merokok anak. Kemudian, kenaikan cukai jenis sigaret kretek tangan, kenaikan maksimum sebesar 5%, dengan pertimbangan keberlangsungan tenaga kerja.

Selain itu, hasil tembakau berupa rokok elektronik dan hasil pengolahan tembakau lainnya tarif cukai akan naik rata-rata sebesar 15% dan 6% setiap tahunnya, untuk dua tahun kedepan. Kenaikan tarif cukai ini pastinya akan memberikan dampak pada bangsa Indonesia baik dalam bidang ekonomi negara Indonesia maupun Kesehatan bangsa Indonesia.

Dampak kenaikan tarif cukai rokok dalam bidang ekonomi ada pada penerimaan negara. Kenaikan tarif cukai rokok berdampak positif pada penerimaan negara. Kenaikan tarif cukai rokok dapat memperbesar gap antara harga jual rokok dengan harga produksi, sehingga meningkatkan laba bagi produsen dan distributor rokok serta meningkatkan penerimaan negara dari tarif cukai.

Dalam jangka panjang, kenaikan tarif cukai rokok dapat memberikan dampak positif bagi penerimaan negara. Pemerintah dapat menggunakan penerimaan negara dari kenaikan tarif cukai rokok untuk membiayai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga dapat menggunakan penerimaan negara untuk sektor kesehatan dan melindungi masyarakat dari dampak buruk merokok.

Kenaikan tarif cukai rokok juga dapat berdampak negatif dalam jangka pendek karena akan terjadi dapat mempengaruhi permintaan konsumen dan mengurangi volume penjualan. Selain itu, kenaikan tairf cukai rokok dapat berdampak negatif pada penerimaan negara apabila tidak dilakukan secara bijak.

Jika kenaikan tarif cukai rokok terlalu tinggi atau dilakukan terlalu sering, dapat mengurangi daya beli konsumen dan mempengaruhi penerimaan negara dari sektor perpajakan. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan antara kebijakan kenaikan tarif cukai rokok dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi penerimaan negara.

Pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap dampak kenaikan tarif cukai rokok secara menyeluruh dan memperhatikan berbagai aspek, termasuk aspek sosial dan kesehatan masyarakat, sebelum membuat kebijakan tarif cukai rokok.

Kenaikan tarif cukai rokok dapat memiliki dampak yang positif terhadap kesehatan bangsa Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia, Indonesia menghadapi berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh rokok. Kenaikan tarif cukai rokok dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah perokok dan dampak buruk yang diakibatkannya. Dampak kenaikan tarif cukai rokok terhadap kesehatan bangsa Indonesia dapat dilihat dari dua sisi.

Pertama, kenaikan tarif cukai rokok dapat mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Hal ini karena kenaikan tarif dapat membuat harga rokok menjadi lebih mahal dan membuat konsumen lebih berpikir dua kali sebelum membeli rokok. Selain itu, kenaikan tarif cukai rokok juga dapat mengurangi aksesibilitas rokok, terutama bagi kalangan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah.

Kedua, kenaikan tarif cukai rokok dapat mengurangi dampak buruk rokok terhadap kesehatan masyarakat. Jika kenaikan tarif cukai rokok berhasil mengurangi jumlah perokok, maka dapat diharapkan bahwa jumlah penderita penyakit yang disebabkan oleh rokok seperti kanker, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan dapat berkurang.

Selain itu, kenaikan tarif cukai rokok juga dapat mengurangi jumlah perokok pasif yang tidak merokok tetapi terpapar asap rokok dari orang lain.

Namun, dampak kenaikan tarif cukai rokok terhadap kesehatan bangsa Indonesia tidak dapat diukur secara langsung. Hal ini karena faktor-faktor lain seperti kampanye anti-rokok dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang dampak buruk rokok juga dapat mempengaruhi jumlah perokok dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, kenaikan tarif cukai rokok perlu dilakukan dalam konteks kebijakan yang lebih luas, yang meliputi kampanye anti-rokok dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak buruk rokok terhadap kesehatan. Kenaikan tarif cukai rokok juga perlu diimbangi dengan upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan penanganan penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa kenaikan tarif cukai rokok dapat memberikan dampak yang positif terhadap kesehatan bangsa Indonesia.