Opini  

Kerusakan Jalan Berpengaruh Terhadap Perekonomian Masyarakat di Kabupaten Lembata

Avatar of news.Limadetik
Kerusakan Jalan Berpengaruh Terhadap Perekonomian Masyarakat di Kabupaten Lembata
FOTO: Maria Meliana Tula Kalang

Oleh : Maria Meliana Tula Kalang
Prodi : PPkn
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

______________________________

OPINI – Dapatkah perekonomian didaerah terpencil dapat meningkat setelah adanya perbaikan jalan?. Ataukah hal ini malah menjadi bumerang untuk warga sekitar? Ketika berbicara mengenai hal ini akan menjadi sangat sensitive dikalangan masyarakat terkhususnya di daerah pedalaman yang mengalami banyak masalah ekonomi karena kendala akses jalan.

Dalam pandangan Ralf Dahrendorf, konflik kepentingan menjadi sesuatu yang tidak dapat terhindarkan dari relasi antara pemilik kekuasaan dan yang tidak berkuasa. Pihak yang terkait disini adalah antar masyarakat sekitar dan pemerintah. warga berharap agar nantinya akses jalan dikecamatan Nagawutung dan Wulandoni untuk segera dilakukan perbaikan agar waktu tempuh lebih cepat serta mobilitas barang dan jasa lebih lancar sehingga mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat. Dibutuhkan kebijakan pemerintah terkait yang menangani masalah ini supaya perbaikan infrastruktur ini bisa secepatnya terealisasikan.

Dahrendorf juga tidak melihat masyarakat sebagai sesuatu hal yang statis, tetapi dapat berubah oleh adanya konflik social yang terjadi. Pasalnya sejak otonom menjadi kabupaten, dua dari Sembilan kecamatan di Lembata masih memiliki akses yang paling buruk. Bahkan saat musim hujan penduduk disana (kecamatan Wulandoni dan Kecamatan Nagawutung) itu tidak bisa kemana-mana hanya karena jalan berkubangan lumpur dan genangan air yang menutupi badan jalan. Pegemudi roda dua atau roda empat harus ekstra hati-hati karena jalan licin yang bisa mengekibatkan terpeleset dan jatuh bahkan bisa mengakibatkan kecelakaan.

Biasanya kalau tidak hujan maka jarak tempuh ke kota hanya 1 jam, tapi sekarang 2 jam mengingat kondisi jalan yang rusak. Bangun jalan tidak merata. Ada yang mereka buat, ada yang mereka lepas begitu saja. Hal ini akan sangat menghambat pelaku usaha pertanian atau perkebunan untuk menjual hasil pertanian ke pasar yang berada di ibu kota kabupaten.

Kerusakan akses transportasi terparah adalah didaerah pegunungan dari dua kecamatan yaitu kecamatan wulandoni dan kecamatan Nagawutung. Kedaan ini akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas orang dan mobilisasi kendaraan atau barang dari desa ke kota atau sebaliknya. Rusaknya ruas jalan dikedua kecamatan tersebut membuat masyarakat susah berpergian keluar kampung termasuk menjual hasil komoditi ke kota lewoleba. Sangat diharapkan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan jalur transportasi karena daerah-daerah didua kecamatan itu subur, banyak hasil pertanian maupun perkebunan melimpah. Kalau setiap tahun dibiarkan seperti ini maka akan menghambat kegiatan perekonomian masyarakat.

Kegiatan ekonomi adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di dunia ini hampir tidak ada manusia yang bisa melakukan segala hal seorang diri. Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan bantuan dari orang lain untuk menjalankan kegiatan ekonomi.

Salah satunya adalah pengangkutan hasil pertanian dan perkebunana milik warga untuk dijual dikota. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kendaraan serta akses jalan yang bagus. Tapi kegiatan ini menjadi agak terhambat karena jalur transportasi yang rusak. masyrakat mengharapkan untuk adanya perbaikan jalan terkhususnya didaerah pedalaman. Masih ada beberapa jalur diwilayah kecamatan Nagawutung dan kecamatan Wulandoni yang mendapat sentuhan pembangunan, tetapi beberapa wilayah dibiarkan begitu tanpa adanya perhatian. Sangat disayangkan karean jalur darat merupakan jalur satu-satunya yang dilalui oleh alat transportasi berupa kendaraan roda dua atau roda empat yang bisa dipakai oleh masyarakat untuk menjual hasil panen mereka ke kota.

Padahal, untuk daerah wulandoni merupakan salah satu lumbung hasil pertanian dan perkebunan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Aktivitas warga lambat laun mulai membaik berkat pembangunan akses jalan sudah mulai menunjukan perubahan. Akses jalan yang ada di dua kecamatan itu beberapa tahun silam memang jauh dari kata baik. Dulu, untuk timbang dilewoleba pasti membutuhkan waktu yang lama. Belum lagi beberapa medan dibagian pegunungan Nagawutung dan Wulandoni terbilang ekstrim. Kondisi seperti ini menyebabkan penduduk disana enggan untuk menjual hasil komoditinya ke kota, termasuk para pengepul dari luar pun harus berpikir dua kali lipat untuk ke desa desa menimbang hasil bumi.

Namun, melalui berbagai intervensi kebijakan pemerintah sebagian besar ruas jalan yang menghubungkan desa-desa di dua kecamatan itu telah diaspal. Masyarakat pun perlahan menikmati manfaat dari pembangunan jalan. Satu per satu warga mulai membawah hasil bumi seperti kemiri, biji mete, kopi, kakao untuk dijual Lewoleba. Menurut pengakuarn warga disana, sekarang masyarakat sudah bisa membawah hasil komoditi dengan mobil untuk ditimbang di kota. Masyarakat juga bisa menentukan sendiri harga komoditi yang ditimbun atau membawah langsung ke ibu kota untuk memcocokan harga disana.

Saat ini sudah ada peningkatan ruas jalan dengan produk akhir hotmiks disepanjang jalur Nagawutung hingga ke Wulandoni. Dengan adanya perubahan secara signifikan dari insfrastruktur yang saat ini dalam pengerjaan akhirnya masyarakat semakin terbantu. Semua aktivitas menjadi mudah karena akses jalan sudah bagus.

Berbicara mengenai sektor ekonomi rakyat sangat berkaitan dengan pengangkutan kota dan pedesaan telah terbukti mampu mengembangkan perekonomian, oleh karena itu pemerintah jangan menganggap remeh akan keberadaan sektor ekonomi rakyat, tapi justru harus diberdayakan sebagai salah satu penyangga perekonomian nasional. Diharapkan sekali kearifan pemerintah agar lebih memperhatikan dan lebih rajin turun melihat kehidupan masyarakat di pedesaan dalam masalah pengangkutan. semoga adanya jalan yang sudah beraspal ini mampu memberikan dampak yang baik dan dapat membantu meningkatkan ekonomi serta social kemasyarakatan dari semua sisi, salah satunya adalah komoditi hasil perkebunan.