Ketua Peneliti dan Anggota UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar FGD di STIT Raden Wijaya Mojokerto

Avatar of news.Limadetik
Ketua Peneliti dan Anggota UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar FGD di STIT Raden Wijaya Mojokerto
FOTO: Kegiatan FGD UIN Malik Ibrahim bersama STIT Raden Wijaya Mojokerto

LIMADETIK.COM, MALANG – Perluas gerakan Moderasi Beragama pada generasi muda pada masa digitalisasi, Ketua Peneliti beserta anggota UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan FGD di STIT Raden Wijaya Mojokerto,

LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang– Gerakan moderasi beragama digaungkan sejak tahun 2019 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Gerakan masif semakin mendapatkan momentum ketika perubahan perilaku para generasi muda, kususnya para mahasiswa mengalami disorientasi belajar dan cara aktualisasi diri di kampus dan luar kampus yang memunculkan bibit-bibit berperilaku tertutup dan membatasi diri di pergaulan yang berdampak tindakan ekstrim.

Gerakan masif tentang sosialisasi moderasi beragama digelar oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diberbagai perguruan tinggi guna mensosialisasi nilai-nilai Islam moderat, di antara di UPI Bandung, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Kediri, STIT Urwatul Wustqo Jombang, STIT Arrasyid Surabaya, dan STIT Raden Wijaya Mojokerto.

Untuk di STIT Raden Wijaya Mojokerto,tim peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Muh. Hambali, Ruma Mubarok, dan Imamul Muttaqin mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatannya melibatkan unsur mahasiswa dengan dengan dosen. Kegiatan ini dimulai hari Selasa sampai Rabu, 18-19 Oktober 2022 di Aula STIT Raden Wijaya Mojokerto 2022.

FGD ini bertujuan mendalami dan mencari model pembinaan moderasi beragama mahasiswa dalam menangkal bibit-bibit pemikiran, gerakan, dan perbuatan esktrim yang menyebabkan adanya perilaku menyimpang dikalangan generasi muda sekarang. Kegiatan ini diikuti oleh 45 mahasisa dan 4 orang unsur pimpinan STIT Raden Wijaya Mojokerto, yaitu Ketua STIT, Wakil Ketua bidang akademik, Wakil ketua keuangan dan kepegawaian, dan Wakil ketua kemahasiswaan STIT Raden Wijaya Mojokerto.

Kegiatan ini berlangsung kondusif dan partisipatif dalam menyampaikan sambutan dimulainya acara FGD. Sambutannya oleh Ketua STIT Raden wijaya Mojokerto, sekaligus ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Mojokerto yaitu Dr. Tamziyul Ibad, M.Pd.I, dalam arahannya, ia mengatakan bahwa FGD ini sangatlah penting agar dapat mencari pola yang tepat pembinaan moderasi beragama selaras dengan kearifan budaya lokal yang akan memudahkan untuk melakukan insersi nilai-nilai universal dari ajaran Islam.

“Budaya lokal menjadi warna kesempurnaan dalam merawat harmoni kehidupan. Sebagaimana juga warna kebesaran sejarah Kerajaan Mojopahit yang berada di Mojokerto mencerminkan dinamika budaya yang saling menghargai. Kegiatan ini diharapkan mendorong perubahan mental maupun mindset di perguruan tinggi”, ajak Gus Ibad, nama panggilannya.

Senada sambutan Ketua peneliti, Dr. Muh. Hambali, M.Ag menyampaikan bahwa sekarang ini, cerminan masa depan bangsa tergambar dari para aktivitas para mahasiswa menjalankan aktivitas akademik di kampus dan menjalankan pengabdian di tengah-tengah masyarakat yang bernilai tinggi bagi masyarakat, kreatif mengembangkan gagasan visioner, dan berpikir out of the box menghadirkan penyelesaian masalah.

“Jumlah mahasiswa semakin bertambah di UIN mengalami penambahan setiap tahunnya, tentunya ini dasarkan untuk merespon tuntutan era society 5.0 dan menjadi garda terdepan di setiap perubahan” ujar Muh. Hambali.