Berita  

Latih 90 Santri dalam Acara Tafsir, Begini Harapan ISMA’U NTB

Avatar of news.Limadetik
Latih 90 Santri dalam Acara Tafsir, Begini Harapan ISMA'U NTB
FOTO: Kegiatan Tafsir diikuti 90 santri

Latih 90 Santri dalam Acara Tafsir, Begini Harapan ISMA’U NTB

LIMADETIK.COM, LOMBOK TENGAH – Takhassus fi Syahri Ramadhan (Tafsir) merupakan acara rutin yang dilakukan Ikatan Siswa Santri, Mahasiswa dan Ulama’ Nusa Tenggara Barat (ISMA’U NTB) tiap tahun di bulan Ramadhan. Tahun ini, tafsir dilangsungkan dengan pertaman di Yayasan GMC Jonggat Lombok Tengah.

Acara yang diikuti oleh 90 peserta yang merupakan santri GMC tersebut bertujuan untuk melatih guru-guru Al-Qur’an dengan metode Qur-any, hal tersebut disampaikan ketua Pelaksana M. Irham.

“Alhamdulillah sejak Ahad (26/03) acara TAFSIR dibuka langsung oleh pengurus yayasan GMC dan ISMA’U NTB. Acara ini tidak lain tujuannya ialah untuk mencetak kader-kader Islam yang siap menjadi guru Qur-any” tuturnya.

Metode Qur-any merupakan salah satu metode cepat untuk baca tulis Al-Qur’an, metode ini juga dilengkapi dengan lagu (syai-syai) yang diambil dari intisari Al-Qur’an.

Asan Irfan ketua umum ISMA’U NTB berharap, acara ini menjadi salah satu pemantik tumbuhnya benih cinta masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Latih 90 Santri dalam Acara Tafsir, Begini Harapan ISMA'U NTB
FOTO: Antusias santri putri mengikuti kegiatan Tafsir Ramadhan

“Tafsir disamping melatih anggota, peserta dan juga masyarakat, kami harapkan juga mampu mendongkrak pemahaman religius dan kecintaan umat Islam pada Al-Qur’an” harap Asean.

Apalagi di tengah perubahan zaman tambahnya, manusia kian jauh dari sumber autentik agama, padahal tidak bisa jika kita jauh dari petunjuk Tuhan. “Ya, sekali lagi Tsfsir akan terus kami gerakan demi NTB yang Gemilang” jelas Asean.

Pengurus yayasan GMC, sangat antusias dengan adanya kegiatan ini, mereka berharap kerjasama di bidang pelatihan ini akan terus berlanjut dari tahun ke tahun.

“Kerjasama ini, kita harapkan tidak sekali saja, tapi ada pertemuan berikutnya, sehingga benar-benar misi mencetak guru Qur’an terwujud” harap Suhardi.

Acara Tsfsir tahun ini akan berlangsung di empat titik di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).