banner podcast

Lestarikan Budaya, 2 Group Musik Daol Dug Dug di Sampang Sajikan Musik Tradisioanal Sambil Galang Dana

  • Bagikan
Lestarikan Budaya, 2 Group Musik Daol Dug Dug di Sampang Sajikan Musik Tradisioanal Sambil Galang Dana
FOTO: Group Musik Daol Dud dug Dharma Percussion dan Putra Rajawali Original saat di Depan Monumen Trunojoyo Sampang
Banner Iklan

SAMPANG, LimaDetik.Com – Kreatifitas anak muda millenial di kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur ini patut diacungi jempol. Pasalnya, di tengah kemelut ekonomi yang melanda negeri ini, mereka masih menyempatkan diri untuk menghibur masyarakat lewat karya musik tradisional, peduli sesama dengan melakukan aksi sosial penggalangan dana untuk menyantuni anak yatim dan kaum dhu’afa yang membutuhkan uluran tangan.

Kolaborasi 2 group musik daol dug dug yaitu Dharma langit Percussion asal Dek Bukor Desa Panggung Kecamatan Kota Sampang dan Putera Rajawali Original asal Jl. Rajawali Kelurahan Karang Dalam Kecamatan Kota Sampang, melakukan aksinya di depan Monumen Trunojoyo Jl. Trunojoyo Sampang pada  Sabtu (01/05/2021) pukul 16.00 WIB sore tadi.

Aksi terbagi dua, 1 Group musik memainkan alat musik, group lainnya melaksanakan aksi penggalangan dana kepada masyaralat yang melintas di area Monumen Trunojoyo Sampang.

Dengan enerjik mereka menabuh alat musik sembari menyanyikan lagu-lagu madura di setiap tampilannya.

Ditemui dilokasi, Moh. Feriyansyah (18 thn) salah satu anggota group musik daol Dharma Langit Percussion menuturkan, aksi ini adalah bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat, terutama orang miskin.

“Ini aksi sosial penggalangan dana untuk anak yatim dan kaum dhu’afa, tapi dihibur sama musik daol” ungkapnya.

Sementara itu, Fathorrahman (23) dari Group musik daol Putera Rajawali Original menjelaskan, rekan-rekan Groupnya punya kepedulian yang tinggi terhadap anak yatim dan kaum dhu’afa.

Lestarikan Budaya, 2 Group Musik Daol Dug Dug di Sampang Sajikan Musik Tradisioanal Sambil Galang Dana
FOTO: Dua Group musik tradisional saat menggalan dana

“Kami hanya minta sumbangan kepada orang-orang yang ikhlas melalui tradisi. Kalau kita cuma minta-minta biasa dijalan, kayaknya orang-orang kurang menarik untuk memberi dana. Jadi kita hibur lewat musik tradisional ini” jelasnya.

Ditambahkannya, Dia dan rekan-rekannya hanya mencoba mempertahankan dan melestarikan budaya dan tradisi yang ada.

“Festival daol untuk tahun ini tidak ada. Biar tidak kehilangan tradisi, saya dan teman-teman mengalirkan ke penggalangan dana seperti ini. Baru kali ini melakukan penggalangan dana melalui musik tradisional sampang” imbuhnya.

Dia berharap, semoga di tahun depan bertambah lagi hadirnya kepedulian Group musik daol dug dug di sampang terhadap kaum miskin dan tetap memelihara tradisi dan budaya yang ada.

“Tahun ini baru 2 Group yang peduli. Siapa tau tahun depan bisa nambah. Kalau bisa, tahun depan ada kalender event. 1 minggu 1 kali. Jadi dalam 1 bulan ada 4 kali kegiatan penggalangan dana. Kita bikin bergantian” harapnya.

(MDS/YD)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.