Opini  

Maraknya Kekerasan Seksual Melalui Media Sosial : Apa itu Sexting?

Avatar of news.Limadetik
Maraknya Kekerasan Seksual Melalui Media Sosial : Apa itu Sexting?
FOTO: Amalia Salwa Najwati

OLEH : Amalia Salwa Najwati
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang

_________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Kekersaan seksual di media sosial sekarang tentu sudah tidak lazim lagi di kalangan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari beberapa kasus yang meningkat setiap tahunnya. Ada banyak kasus kekersaan seksual meningkat dari 8.864 pada tahun 2019 menjadi 8.686 di tahun 2020 dan 10.247 ditahun 2022. Kebanyakan kasus tercatat adalah kasus kekerasaan seksual terdapat 8.145 kasus, kekerasaan fisik 6.576 kasus dan psikis 6.295 kasus.

Di era digital sekarang ini dengan berbagai macam kemajuan teknologi menjadi hal yang dimanfaatkan pleh pelaku atau tersangka kekersaan seksual melalui aplikasi maupun media sosial yang ada. Bentuk kekersaan inilah yang dapat disebutkan dengan istilah “Sexting”.

Sexting merupakan aktifitas berupa rayuan, godaan, atau perbuataan yang tidak menyenangkan lainnya yang dapat dilakukan dengan chatting, komentar, direct message, mengirim foto, video bermuatan seksual atau pornografi melalui media sosial, seperti WhatsApp, Telegram, Facebook, Line, Instagram, Twitter dan media sosial lainnya.

Tindakan pidana kejahatan pelecehan seksual melalui media sosial adalah suatu perbuatan yang berhubungan dengan Tindakan asusila melalui sarana media informasi dan transaksi elektronik yang menimbulkan trauma fisik dan psikis.

Kegiatan Sexting juga dapat dilihat dari sisi produksi media dan ekspresi diri. Contoh produksi media yaitu produks konten seks dan seksualitas yang menyoroti aspek privasi pada pembuatan konten seksual. Sexting juga merupakan aktivitas yang bisa saja terjadi pada semua individu, mulai anak-anak, remaja dan orang dewasa. Pelaku dari sexting disebut sexter.

Pelaku yang termasuk ke dalam golongan Tindakan pelecehan seksual di media sosial diantaranya adalah Cyber Stalking, Cyber Harassment, Kiriman pesan atau email seksual yang tidak diinginkan atau mengancam dan Perilaku meninggung yang dilakukan perilaku dengan mengirim pesan tidak senonoh saat melakukan chat.

Secara hukum, mengenai Pelecehan Seksual Melalui Media Sosial telah diatur dalam UU ITE, UU Pornografi, dan KUHP. Tindakan pelecehan seksual sering kali diserahkan Pelanggaran atas Pelindungan Data Pribadi yang dimana sering diatur dalam UU ITE.

Jika anda mendapatkan kekerasan sebaiknya segera laporkan ke Pihak Kepolisian dengan secara langsung kemudia anda bisa menceritakan kronologi kejadian kepada pihak kepolisian yang kemudian akan diproses oleh kepolisian. Atau anda bisa melaporkan malalui situs Patroli Siber yang melayani pelaporan atas tindakan kejahatan siber.

Maka dari pa aitu, kekerasan seksual akan tersuterjadi jika tidak ada kesadaran untuk terus memanfaatkan kemajuan teknologi, internet dan berbagai aplikasi serta media sosial dengan positif, bijak dan sehat.