banner podcast

Mari Mengenal Lebih Dekat 4 Tokoh Madzab Fikih Besar

  • Bagikan
Mari Mengenal Lebih Dekat 4 Tokoh Madzab Fikih Besar
FOTO: Ilustrasi 4 Tokoh Madzhab
Banner Iklan

Oleh: Salma Nafisa
Universitas Muhammadiyah Malang

Madzab, tentunya kata ini sudah tidak asing telinga kita yaa, berasal dari bahasa Arab yang (مذهب‎; mażhab) yang memiliki arti jalan yang dilalui dan juga dilewati. PAra ulama sepakat untuk mengartikan madzab adalah sebuah metode yang dilalui untuk mendapatkan pemikiran yang menjadi pedoman.

Didalam Fikih juga membahas apa itu arti dari kata madzhab, menurut fikih sendiri madzab adalah suatu metodologi fikih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fikih mujtahid, yang menghantarkanya memilih beberapa hukum dalam ilmu furu’. Tentunya banyak sekali tokoh imam yang mengemukakan pemikiran nya dalam metode ini (Madzab). Namun ada 4 imam besar dalam madzab fikih, diantaranya adalah :

1. Imam Hanafi
Imam Abu Hanafi atau yang biasa dikenal dengan Imam Hanafi ini memiliki nama lengkap Abu Hanifah Al-Nu’man bin Tsabit bin Zutha Al- Kufi. Beliau lahir pada tahun 80 Hijriah/699 M bertepatan di kota Kufah, bertepatan dengan masa kekhalifahan Bani Umayyah Abdul Malik bin Marwan.

Beliau tumbuh di keluarga yang saleh dan juga harmonis, sejak masih belia Imam HAnafi sudah menghafal Alquran, dan juga beliau termasuk orang pertama yang menghafal hukum islam dengan cara berguru.

Sejak kecil Imam Hanafi sering mendampingi ayahnya yang berdagang kain sutra, namun tidak seperti pedagang lainnya, Imam Hanafi sering berkunjung ke masjid Kufah untuk belajar agama menghafal al-quran dan hadist.

Imam Hanafi dikenal sebagai orang yang haus akan ilmu lebih tepatnya pada ilmu agama, atas kegigihannya itu, beliau menjadi seorang ahli dalam ilmu fikih, selain itu belau juga menguasai ilmu tauhid, ilmu kalam dan juga ilmu kesusasteraan dan
hikmah.

Tentunya dengan keahlian beliau tersebut ada guru besar yang mendampingi, berikut adalah beberapa guru besar Imam Hanafi diantaranya Atho' bin Abi Rabbah, Asy-Sya'bi, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj, Amru bin Dinar, dan Thalhah bin Nafi’. Ia juga belajar kepada ulama lainnya, seperti Nafi’ Maula Ibnu Umar, Qotadah bin Di’amah, Qois bin Muslim, Abdullah bin Dinar, Hamad bin Abi Sulaiman (guru fikihnya), Abu Ja'far Al-Baqir, Ibnu Syihab Az-Zuhri, dan Muhammad
bin Munkandar.

Dan berikut adalah murid dari Imam Hanafi, diantaranya Abu Yusuf Yakub Ibrahim Al-Anshâry (113 H-183 H)
1. Muhammad Ibn Al-Hasan Asj Sjaibâni (132 H-189 H)
2. Zufar Ibn Hudzail Ibn Qais Al-Kufy (110 H-158 H)
3. Muhammad Ibn Zijâd Al-Lu'luiy Al-Kufy (204 H).

Dan berikut adalah buku yang beliau tulis dan di jadikan sebagai pedoman madzab Hanafi
1. Al-Djami’ul Kabier
2. Al-Djami’ush Shaghier
3. Al-Mabsuth
4. As-Sijarul Kabier
5. As-Sijarush Shagier
6. Az-Zijadat

Menurut riset, Mazhab Hanafi dianut sekitar 35% dari keseluruhan umat Islam, penganutnya banyak terdapat di Asia Selatan (Pakistan, India,Bangladesh,Sri Langka, dan Maladewa), Mesir bagian Utara, Irak, Syria, Libanon dan Palestina (campuran Syafi’i dan Hanafi), Kaukasia (Chechnya, Dagestan).

2. Imam Maliki
Imam Maliki lahir pada tahun 711M/ 90H (namun dalam periwayatan tahun lahir beliau banyak perbedaan pendapat), beliau lahir di kota Madinah. Beliau memiliki nama lengkap yaitu Malik bin Anas bin Malik bin `Amr, al-Imam, Abu `Abd Allah al-Humyari al-Asbahi al-Madani. Beliau tumbuh dan besar di keluarga pecinta ilmu hadist, astar dan juga fatwa para sahabat Nabi Muhammad SAW. Dan ayahnya adalah salah satu periwayat hadist.

Beliau dikenal sangat cerdas , pernah suatu ketika ia dibacakan 31 hadist rasul, dan beliau bisa mengulanginya tanpa ada kecacatan atau kesalahan sedikitpun tanpa harus menulisnya terlebih dahulu.

Imam An-Nawani pernah mengatakakan bahwa, Imam Maliki belajar pada 900 guru, 300 dari kalangan tabi’in dan 600 sisanya dari kalangan tabi’ tabi’n, diantara guru-gurunya adalah sebagai berikut :
– Nafi’ bin Abi Nu’aim
– Nafi’ al Muqbiri
– Na’imul Majmar
– Az-Zuhri
– Amir bin Abdullah bin Az-Zubair
– Ibnul Munkadir
– Abdullah bin Dinar, dan lain-lain.

Dan berikut adalah murid-murid beliau :
– Ibnul Mubarak
– Al Qaththan
– Ibnu Mahdi,
– Ibnu Wahb,
– Ibnu Qasim,
– Al Qa’nabi,
– Abdullah bin Yusuf
– Sa’id bin Manshur
– Yahya bin Yahya al-Andalusi
– Yahya bin Bakir
– Qutaibah Abu Mush’ab
– Al-Auza’i
– Sufyan ats-Tsauri
– Sufyan bin Uyainah
– Imam Syafi’i
– Abu Hudzafah as Sahmi
– Az Zubairi, dan lain-lain.

Menurut riset, madzab Maliki oleh sekitar 25% muslim di seluruh dunia. Mazhab ini dominan di negara-negara Afrika Barat dan Utara. Mazhab ini memiliki keunikan dengan menyodorkan tata cara hidup penduduk Madinah sebagai sumber hukum karena Nabi
Muhammad hijrah, hidup, dan meninggal di sana; dan kadang-kadang kedudukannya dianggap lebih tinggi dari hadis.

3. Imam Syafi’i
Ada beberapa periwayatan tentang kelahiran Imam syafi’i salah satunya yang paling dipercaya adalah beliau lahir pada hari yang sama ketika Abu Hanifah (Imam Hanafi) wafat, bahkan ad yang mengatakan bahwa lahirnya Imam Syafii pada malam hari
meninggalnya Abu Hanifah. Beliau dilahirkan di tanah Gaza Palestina pada tahun 150 H/767 M.

Beliau memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al- Muththalibi al-Qurasyi. Dari namanya sudah menggambarkan bhawa beliau adalah imam yang memiliki nasab langsung dari Rasulullah, dan juga imam yang berasal dari suku Quraisy.

Sejak di usianya yang belia, beliau sudah menjadi anak yatim, ketika imam syafii sudah menginjak umur 2 tahun, sang ibu membawanya ke Mekkah yaitu tanah air dari nenek moyangnya.

Sejak diusia yang masih belia, beliau sudah menunjukan kecerdasannya dengan sangat cepat menghafal syair dan juga tangkas dalam berbahasa Arab dan sastra.

Imam Syafi’i dikenal ulama yang tidak pernah berhenti belajar, dan kota pertama yang menjadi tempat ia belajar adalah Mekkah, beliau menimba ilmu dengan seorang mufti yang bernama Muslim bin Khalid Az Zanji. Selain itu beliau juga belajar dengan beberapa guru yaitu Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, Muhammad bin Ali bin Syafi', Sufyan bin Uyainah, Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl, dan banyak yang lainnya. Setelah dari Mekkah, beliau melanjutkan ke Madinah untuk menuntu ilmu, disana beliau belajar ilmu fikih dan berguru kepada Imam Malik bin Anas, beliau berhasil menghafal kitab Muwattha’ hanya dengan sembilan malam saja.

Melanjutkan perjalanannya mendalami ilmu fikih tidak berhenti di Madinah saja, setelah itu beliau melanjutkan ke Yaman, beliau sempat bekerja di kota Yaman. Ada banyak ulama yang di datangi beliau diantaranya Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli, dan banyak lagi kota yang lainnya.

Dari kota Yaman, beliau melanjutkan ke kota Bagdad, Irak. Dikota ini beliau belajar ilmu fikih dari Muhammad bin Al-Hasan, seorang ahli fikih di Irak. Selain itu, beliau juga sempat berguru dengan Isma'il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tentunya Imam Syafi’i memiliki banyak murid, dan umumnya menjadi tokoh-tokoh pembesar ulama dan juga imam umat islam, diantaranya :
– Ahmad bin Hanbal, Ahli Hadits dan sekaligus juga Ahli Fiqih dan Imam Ahlus
Sunnah dengan kesepakatan kaum muslimin.
– Al-Hasan bin Muhammad Az-Za’farani
– Ishaq bin Rahawaih
– Harmalah bin Yahya
– Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi
– Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid Al Kalbi dan lain-lainnya banyak sekali.

Madzab Syafi’i merupakan mazhab terbesar dalam mazhab fikih Sunni, dengan memiliki penganut sekitar 50% muslim di dunia. Pengikutnya tersebar terutama di Indonesia, Iran, Mesir, Somalia bagian Timur, Thailand, Kamboja, Vietnam, Singapura, Filipina, dan menjadi mazhab resmi negara Malaysia dan Brunei.

4. Imam Hambali
Ahmad bin Hanbal, itu adalah nama panjang dari Imam Hambali, beliau lahir pada 20 Rabiul awal 164 H, beliau dikenal sebagai ahli hadist dan seorang teolog islam. Beliau lahir di Marw yang saat ini dikenal dengan nama Mary yang ada di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran.

Beliau berhasil menghafalkan Al-quran secara sempurna saat berusia 10 tahun. Setelah itu beliau baru belajar tentang hadist, sama dengan Imam Syafi’i, beliau sudah menjadi yatim ketika sejak berusia beliau.

Guru pertama dari imam Hambali adalah murid senior dari Imam Hanafi, yaitu Abu Yusuf al-Qadhi, beliau belajar tentang fikih, kaidah-kaidah ijtihad dan juga metodologi kias. Setelah paham dengan prinsip-prinsip Madzab Hanafi, beliau lanjut belajar kepada seorang ahli hadist yang ada di Bagdad yaitu Haitsam bin Bishr.

Tak hanya cukup di kota Bagdad, beliau juga safar kebeberapa kota yaitu Mekkah, Suriah, Yaman dan Madinah. Diperjalanan beliau bertemu dengan Imam Syafii, tanpa melewatkan kesempatannya, beliau menimba ilmu dari Imam Syafii.

Berikut adalah nama-nama guru dari Imam Hambali
– Ismail bin Ja’far
– Abbad bin Abbad Al-Ataky
– Umari bin Abdillah bin Khalid
– Husyaim bin Basyir bin Qasim bin Dinar As-Sulami
– Imam Syafi'i
– Waki’ bin Jarrah
– Ismail bin Ulayyah
– Sufyan bin ‘Uyainah
– Abdurrazaq
– Ibrahim bin Ma’qil

Dan berikut adalah murid dari Imam Hambali
– Putranya, Shalih bin Imam Ahmad bin Hambal
– Putranya, Abdullah bin Imam Ahmad bin Hambal
– Keponakannya, Hambal bin Ishaq

Mazhab ini diikuti oleh sekitar 5% muslim di dunia dan dominan di daerah semenanjung Arab. Mazhab ini merupakan mazhab yang saat ini dianut di Arab Saudi.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.