banner podcast

Masa Pandemi Covid-19 Auditor Dituntut Mengerti Bagaimana Merespons Terhadap Audit

  • Bagikan
Masa Pandemi Covid-19 Auditor Dituntut Mengerti Bagaimana Merespons Terhadap Audit
FOTO: Novia Fransiska Wati
Banner Iklan

OLEH: Novia Fransiska Wati
Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang.

Sudah lebih dari setahun pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar ke berbagai sektor seperti pendidikan, bisnis, dan politik, dengan konsekuensi positif dan negatif.

Dapat kita lihat dampak positif dari pandemi COVID-19 adalah masyarakat lebih peduli terhadap sesama dan meningkatkan kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat setiap saat. Sedangkan dampak negatif pandemi COVID-19 salah satunya pada perekonomian. Menunjukkan bahwa Indonesia resmi memasuki resesi. Kemudian akibat pandemi COVID-19, banyak pengusaha dan penjual yang menutup pabriknya. Saat perusahaan menutup pabrik, jelas efek ini juga akan berimbas pada jumlah tenaga kerja yang juga membatasi banyak perusahaan profesional akibat COVID-19 pandemi. Salah satunya praktik industri audit yang tidak lancar.

Auditor menghadapi banyak kendala dalam memenuhi kewajiban SKP PPL. Pandemi COVID-19 juga sangat mempengaruhi hasil perolehan bukti audit. Misalnya, pemerintah telah menerapkan pembatasan skala publik (PSBB). yang berdampak signifikan terhadap kunjungan dan perjalanan auditor dan auditee.

Aktivitas jaringan kap, seperti verifikasi global, pelatihan global, verifikasi jaringan internasional, manajemen arus kas, dan pesan utama juga terpengaruh. Belum lagi dalam manajemen KAP sendiri, proses pengendalian internal, infrastruktur teknis bahkan manajemen karyawan juga menghadapi tantangan.

Oleh karena itu, pandemi COVID-19 telah mempengaruhi sebagian besar proses bisnis yang dilakukan oleh KAP, baik itu manajemen internal maupun jaringan KAP, karena kewajiban audit dan metode audit alternatif perlu diubah selama pandemi ini.

Penerimaan pekerjaan inspeksi dan ketahanan pelanggan tidak boleh diabaikan. Akuntan publik harus mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko audit dan meninjau penilaian risiko manajemen. Di situ, auditor menilai apakah manajemen telah menentukan pentingnya risiko bisnis yang muncul dan efisiensi organisasi. Selain itu, auditor memeriksa kontrol kualitas pesanan, yang dapat digunakan sebagai indikator penerimaan pesanan dan kemampuan pelanggan untuk pulih.

Pandemi COVID-19 juga berdampak pada hasil perolehan bukti audit, seperti pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang berdampak pada pembatasan akses dan perjalanan, serta ketersediaan auditor dan auditee. Auditor harus membuat penyesuaian yang tepat dalam hal ini dengan memeriksa metode pengujian alternatif.

Auditor harus kreatif dan mengubah proses pengumpulan bukti audit untuk memberikan opini audit yang tepat. Auditor harus mempertimbangkan bagaimana SA330 (respon auditor terhadap risiko yang dinilai) akan mengidentifikasi inti dari perubahan yang relevan selama audit. Kemampuan auditor untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan akurat selama masa pandemi COVID-19. Dalam hal penghitungan persediaan, prosedur alternatif juga harus diperlukan, seperti pengujian penjualan tahunan, pengujian pengendalian persediaan, dan pengujian penggunaan.

Selain itu, auditor harus memperkaya pengetahuan mereka melalui konsultasi dalam dan luar negeri. Meskipun hal ini dapat dilihat pada populasi negara lain di masa pandemi COVID-19 saat ini, bagaimana seharusnya auditor menjaga kualitas auditnya? Profesi audit seperti Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) dan American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). Asosiasi ini telah melakukan penelitian ekstensif tentang manfaat asuransi selama pandemi COVID-19.

Penghitungan persediaan juga memerlukan prosedur lain, yaitu memeriksa penjualan setelah akhir tahun, memeriksa pengujian lainnya, dan secara opsional menggunakan drone atau sensor jarak jauh. Auditor harus merevisi laporan audit atau menyatakan pendapat atas laporan keuangan, dengan mempertimbangkan SA 700 (perumusan opini audit dan informasi laporan keuangan), SA 705 (modifikasi pendapat dalam laporan auditor independen) dan SA 706 (paragraf penekanan suatu hal da paragraf lain dalam laporan auditor independen) dan perubahan LAI sesuai dengan SA 570 (Doing Business). Baik kalangan praktisi maupun akademisi menyampaikan harapan agar auditor dapat memperoleh informasi tentang peraturan perundang-undangan akuntansi terkini.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.