banner podcast

Masuki Masa Injury Time, 2 Desa di Sampang Belum Rampungkan Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs Desa

  • Bagikan
Masuki Masa Injury Time, 2 Desa di Sampang Belum Rampungkan Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs Desa
FOTO: Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang
Banner Iklan

SAMPANG, LimaDetik.Com – Pemutakhiran Data Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Desa merupakan program yang digaungkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kememdes PDTT) berdasarkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Hal tersebut sebagai upaya mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data. Adapun pemutakhiran data berlangsung sejak 1 Maret hingga 31 Mei 2021.

Pemutakhiran data berbasis SDGs Desa ini merupakan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detil dan lebih mikro. Hal ini dapat memberikan lebih banyak informasi yang sekaligus sebagai proses perbaikan, mengingat didalamnya terdapat informasi data-data pada level Rukun Tetangga (RT), keluarga dan warga.

Memasuki masa batas akhir pemutakhiran, di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur masih ada 2 Desa yang belum merampungkan Pemutakhiran Data tersebut.

Dikonfirmasi diruang kerjanya, Plt. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Drs. R. Chalilurrahman M.Si, mengungkapkan, ada 2 desa yang belum merampungkan pemutakhiran data.

“Tinggal dua desa yang belum selesai, Desa Kamuning dan Desa Baruh” ungkapnya pada Kamis (27/05/2021).

Pihaknya berupaya agar dalam minggu ini pemutakhiran data tersebut bisa kelar.

“Ya mungkin minggu ini kita upayakan. Senin kan masih bisa” tegasnya.

Disinggung terkait kendala yang dihadapi desa dalam menyelesaikan pemutakhiran data, Chalilurrahman enggan menjawabnya.

“Gini aja, sampeyan ke sini aja besok, menghubungi bapak taufiq” pungkasnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telephon seluler dan via WhatsApp (WA), Kabid Pemberdayan Ekonomi dan Teknologi Tepat Guna, Taufiqurrahman, SH, MM, tak memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

(MDS/YD)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.