Mata Uang Kripto VS Emas, Mana Investasi yang Lebih Baik?

Avatar of news.Limadetik
Mata Uang Kripto VS Emas, Mana Investasi yang Lebih Baik?
FOTO : Aditya Fatih R. D. L

Oleh : Aditya Fatih R. D. L
Fakultas: Ekonomi dan Bisnis
Prodi : Akuntansi – Semester 5
Universitas Muhammadiyah Malang

_______________________________

ARTIKEL – Kemajuan di dunia teknologi dan informasi mendorong munculnya berbagai inovasi-inovasi baru yang sebelumnya tidak pernah ada dalam dunia teknologi. Sebuah istilah baru muncul ditengah para pengguna teknologi yaitu sebuah sebutan CRYPTOCURRENCY. Cryptosurrency merupakan sebuah sebutan yang disematkan untuk mata uang digital, yaitu sebuah mata uang yang tidak berbentuk fisik dan hanya bisa didapatkan dengan sistem membeli atau menambang mata uang tersebut.

Berbeda dengan mata uang konvesional lainnya yang berbentuk kertas dan logam, Cryptocurrency tidak memiliki bentuk fisik dikarenakan sifatnya yang online dan berbasis data. Cryptocurrency awalnya mulai dilirik sekitaran tahun 2008-2010 dimana saat itu dunia internet belum semasif zaman sekarang, saat itu masih sedikit pengguna internet yang mengetahui tentang cryptocurrency, beberapa contoh mata uang asing atau cryptocurrency yang banyak dikenal dan tersebar adalah Bitcoin, Ethereum, Litecoin dll.

Dizaman modern saat ini dimana internet sudah menjadi barang yang lazim digunakan menjadikan mata uang virtual ini semakin eksis dikalangan para pengguna internet, ditambah lagi dengan kegiatan dari seorang individu untuk melakukan investasi dengan tujuan mencari penghasilan tambahan maka wajar saja jika saat ini cryptocurrency menjadi semakin eksis dikalangan pengguna internet dan para pelaku bisnis.

Sedikit berbeda dengan investasi seperti saham atau emas, mata uang ini tidak memiliki bentuk yang pasti dikarenakan bersifat virtual dan tidak dapat dimiliki secara fisik, berbeda dengan surat saham ataupun emas yang memiliki bentuk fisik, mata uang virtual tidak memiliki bentuk fisik.

Akhir akhir ini nilai dari mata uang virtual ini melabung sangat tinggi sehingga menarik minat dari para kalangan atas untuk berinvestasi didalam mata uang virtual ini. terhitung hari ini saja nilai dari salah satu produk mata uang virtual yaitu bitcoin memiliki harga kisaran 800 juta hingga 900 juta. Nominal yang sangat fantastis untuk sebuah mata uang virtual, mengingat pada sekitaran tahun 2012 harga masih kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 63 ribu per kepingnya.

Mungkin secara singkat kita berfikir bahwa investasi didalam mata uang virtual ini sangat menguntungkan dan dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar, tetapi ada juga resiko besar yang mengintai, nilai dari mata uang virtual ini cenderung bersifat fluktuatif dan memiliki resiko rugi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, dimana pada hari ini harga per 1 bitcoin berada diangka Rp 278.339.219, harga ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu dimana pada tanggal 12 Januari 2022 harga dari bitcoin berada di harga Rp 628.392.262 dimana jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya harga dari bitcoin mengalami penurunan yang signifikan sebesar Rp 350.053.043.

Ini dapat menjadi sebuah acuan bahwa jika kita ingin berinvestasi di mata uang virtual ada resiko besar yang selalu mengikuti kita, memang tidak dapat dipungkiri bahwa nilai dari mata uang ini sangat besar dan menjadi sebuah godaan untuk berinvestasi di mata uang virtual ini.

Di Indonesia sendiri investasi ini mendapatkan fatwa haram dari MUI atau Majelis Ulama Indoneisa, dimana dalam fatwa tersebut MUI mengharamkan untuk menggunakan mata uang virtual ini sebagai asset dalam melakukan investasi, dikarenakan nilai dari mata uang ini bersifat fluktuatif dan transaksinya bersifat spekulatif serta tidak memiliki fisik seperti investasi emas, namun keputusan ini masih membutuhkan kajian lebih mendalam dalam menentukan haram atau tidaknya jenis investasi ini.

Sementara itu, emas merupakan salah satu logam mulia yang banyak tersebar diberbagai negara, emas juga merupakan salah satu pilihan untuk berinvestasi dikarenakan memiliki bentuk fisik, dan dapat dipastikan kepemilikannya. Dalam kegitan berinvestasi emas juga merupakan asset yang memiliki nilai yang stabil baik dari nilai beli emas maupun nilai jual emas sehingga emas menjadi pilihan yang aman dalam berinvestasi.

Nilai dari emas sendiri terbilang cukup stabil cenderung memiliki kenaikan nilai yang relatif stabil dan jika mengalami penurunan nilai tidak mengalami penurunan yang signifikan, per hari 12 Januari 2023 harga emas berada diangka Rp 982.488/g dimana nilai ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan harga pasaran pada 12 Januari 2022 dimana harga emas berada diangka Rp 869.225/g dan ada kenaikan nilai sebesar Rp 113.263/g atau sebesar 13,04% dibandingkan tahun lalu.

Dalam fatwa yang dikeluarkan oleh MUI, yaitu fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010 menyatakan bahwa kegiatan jual beli emas hukumnya adalah mubah (boleh) selama emas tidak dijadikan alat tukar resmi, dari fatwa yang dikeluarkan ini sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalam agama islam dimana dalam kegiatan berinvestasi harus memiliki bentuk fisik sehingga boleh untuk diivestasikan.

Dari beberapa penjabaran yang telah dijelaskan dapat diambil kesimpulan bahwa beinvestasi emas ini lebih baik untuk dilakukan oleh masyarakat awam terutama yang masih mencoba untuk berinvestasi dan memiliki resiko yang rendah jika dibandingkan dengan berinvestasi mata uang kripto yang memiliki resiko yang sangat tinggi, tidak bisa dipungkiri bahwa mata uang kripto memiliki nilai yang sangat fantastis tetapi dibalik nilai yang fantastis tersebut terdapat resiko yang sangat besar yang menanti dan belum tentu kita siap untuk menanggun resiko tersebut.