”Memaknai Pusat Pertanggungjawaban Laba Terhadap Perusahaan”

”Memaknai Pusat Pertanggungjawaban Laba Terhadap Perusahaan”
FOTO: Ilustrasi

Oleh : Lailatul Mafula

Suatu perusahaan tentunya penting untuk menganalisis suatu prospek kinerja. Perusahaan pastinya juga ingin melihat usaha yang dilakukan tersebut berjalan dengan lancar dengan harapan bisa bertahan sampai jangka waktu yang lama. Salah satu indikator dalam perusahaan yang penting adalah menilai sejauh mana pertumbuhan profitabilitas dari perusahaan, melihat tujuan dari perusahaan adalah memperoleh laba sebesar-besarnya atau kata lain efisiensi dan efektifitas di dalam suatu perusahaan dapat dilihat dari laba yang diperoleh.

Pengukuran laba dalam pusat laba dapat dilihat dengan bagaimana pendapatan dan pengeluaran diukur. Dalam hal pengukuran metode yang digunakan saat melakukan pengukuran pendapatan dan pengeluaran sangatlah penting tentunya harus dipertimbangkan berdasarkan kriteria bukan hanya berdasarkan pertimbangan perilaku saja.

Pusat laba dapat diartikan sebagai pusat pertanggungjawaban yang memiliki tugas untuk mengendalikan biaya-biaya yang dapat menghasilkan pendapatan namun tidak memiliki kewenangan apapun dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan investasi. Pusat laba bukan hanya bertanggungjawab atas laba yang dihasilkan, melainkan juga harus bertanggungjawab atas laba yang harus dicapai.

Pengukuran laba dianggap sangat penting karena hal tersebut digunakan untuk mengukur perencanaan, koordinasi dan juga pengendalian. Disisi lain pengukuran kinerja juga sangat berguna untuk ukuran kinerja. Adapun yang pertama disebut kinerja ekonomis dalam pusat laba sebagai suatu entitas ekonomi, kinerja ekonomis pada pusat laba dapat diukur dari laba bersih, selain itu kinerja pusat laba juga dapat dievaluasi menggunakan lima ukuran profitabilitas yaitu; margin kontribusi, laba langsung, laba yang dapat dikendalikan, laba sebelum pajak, dan laba bersih.

Pembentukan pusat laba, struktur organisasi dan pendelegasian wewenang sangatlah penting bagi perusahaan. Hal tersebut di maksudkan untuk membentuk independent profit center bagi perusahaan. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan saat membuat pusat laba daintaranya adalah; a. membentuk titik rendah dalam organisasi Ketika kedua kondisi tersebut terpenuhi, b. pihak manajemen harus memutuskan apakah keuntungan dari pendelegasian tanggung jawab terhadap laba dapat menutupi kerugiannya.

Adapun bentuk-bentuk dari pusat laba yaitu:

a. Unit bisnis (divisi) sebagai pusat laba. Manager di dalam unit bisnis bertanggungjawab serta mempunyai kekuasaan dalam pengendalian terhadap pengembangan produk, proses produksi, pemasaran dan perolehan produk yang nantinya akan dapat mempengaruhi pendapatan dan biaya yang mempengaruhi laba bersih.

b. Unit-unit fungsional sebagai pusat laba, perusahaan multibisnis setiap unit akan diperlakukan sebagai penghasil laba yang independent, namun juga dapat terorganisasi dalam bentuk fungsioanal.

Akuntansi pertanggungjawaban yang telah dilaksanakan oleh suatu perusahaan dapat dilihat melalui adanya struktur organisasi dan pendelegasian wewenang yang tertata secara jelas dan baik, adanya struktur organisasi merupakan bagian penting untuk upaya pengendalian. Dalam struktur organisasi pendelegasian tugas harus sesuai dengan soft skill dan hard skill anggota dengan tujuan bisa perusahaaan berfungsi secara optimal melihat tujuan perusahaan yang bukan hanya menonjolkan laba namun juga harus memperhatikan kegiatan operasional atas kerberlangsungan usaha.