Opini  

Membersihkan dan Mengurangi Sampah Lebih Baik

Avatar of news.Limadetik
Membersihkan dan Mengurangi Sampah Lebih Baik
FOTO : Muhammad Rabani

Oleh  : Muhammad Rabani
Universitas Muhammadiyah Malang

_______________________

OPINI – Selain pencemaran udara, sampah merupakan salah satu pencemar lingkungan. Banyak orang membuang sampah yang tidak enak dipandang, selain itu sampah juga menimbulkan penyakit. Terutama DBD yang ditularkan oleh nyamuk yang berkembang biak di tempat sampah.

Membiasakan menjaga kelestarian lingkungan tanpa limbah memang tidak mudah. Namun Dario bisa memulainya dari hal kecil seperti membiasakan menyapu halaman setiap sore. Melalui karya ini setidaknya kita mencegah nyamuk berkembang biak di lingkungan kita.

Sampah ini juga menjadi masalah di suatu daerah yang umumnya masyarakat setempat tidak peduli dengan kebersihan lingkungannya. Salah satunya yang terjadi di kawasan sungai di Bengkayang. Dimana jembatan tersebut digunakan sebagai tempat yang strategis untuk membuang sampah ke sungai. Ujung-ujungnya, sungai tercemar dan kemungkinan banjir selalu
melanda tempat ini karena sungai tersumbat sampah. Semua orang tahu moto yang sering
didengar “Bersih itu indah dan buang sampah”.

Namun kedua prinsip panduan ini tidak lagi berlaku saat ini. Jika kita ingin hidup sehat, mulailah dari hal kecil seperti membuang sampah. Seperti yang diketahui, Sungai adalah aliran air yang mengalir secara terus menerus dari hulu ke hilir. Sungai berperan penting sebagai sumber kehidupan bagi hewan-hewan di sekitarnya. Ketika kondisi lingkungan sungai tercemar, kehidupan di dalam dan sekitar sungai terancam.

Pada umumnya sebagian besar sungai yang mengalir di perkotaan tercemar, dan salah satu faktor penyebabnya adalah kepadatan penduduk yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan, sehingga memaksa sebagian masyarakat menggunakan lahan yang bukan peruntukannya. Sungai yang seharusnya 10-15 meter, namun kenyataan yang berlaku di masyarakat perkotaan yang bersesuaian dengan sungai tidak sampai 3 meter.

Salah satu sungai di kota Yogyakarta yaitu sungai Winongo yang bermuara di Sleman dan mengalir ke Bantul, mengalir melalui kota Yogyakarta dari daerah Bener-Kricak ke daerah Suryodiningratan. Sungai Winogo memiliki banyak sumber, namun banyak sumber yang mati karena tertimbun tanah longsor atau terhalang oleh Talud. Dulu, warga sering memanfaatkan sungai ini untuk aktivitas sehari-hari seperti mencuci, mandi, dll.

Akibat kualitas air yang semakin lama semakin menurun, sebagian warga tidak mau memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari, dan kini warga memanfaatkan sungai untuk mendapatkan. pasir, besi tambang, batu dan sangkar kerajinan. Menurut beberapa informan, kualitas air mulai memburuk pada awal 1990-an saat sungai dijadikan tempat pembuangan sampah. Namun, penurunan kualitas sungai tidak hanya disebabkan oleh hal tersebut, pembuangan limbah domestik yang tidak diolah juga mempengaruhi kualitas air sungai.

Kami sempat menyusuri sungai di kabupaten Bener karena sungai ini kebanyakan bebatuan jadi kami menyusuri sungai dengan menapaki sungai. Setelah sampai di kawasan perbatasan antara Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, kami melihat bekas sampah. Di tempat pembuangan sampah ini Anda bisa melihat gunungan sampah plastik berwarna hitam yang sudah berumur puluhan tahun. Jika melihat kondisi gunungan sampah ini, bisa dibayangkan seberapa besar dan banyaknya sampah yang dibuang di kawasan ini. Pada tahap ini ada yang menambang besi, dan dia menyelam ke dasar sungai dengan peralatan seadanya, mengeruk dan memilah pasir, memisahkan besi dari sampah.

Banyak sampah yang tersangkut di pohon-pohon di sepanjang sungai, berdasarkan cerita wartawan, ada warga yang tidak memiliki kesadaran menjaga sungai, masih sering membuang sampah ke sungai, meskipun banjir sering terjadi di sepanjang sungai, Hanya saja beberapa warga setempat sudah khawatir dengan sungai, mereka sering bergotong royong membersihkan sungai.

Namun, jika masyarakat di sepanjang sungai tidak memiliki kesadaran yang sama, tidak ada gunanya mengajak warga sekitar untuk menjaga sungai.

Bagaimana masyarakat untuk mewujudkan sungai yang bersih?

Mewujudkan sungai yang bersih dan indah di Indonesia membutuhkan kerjasama berbagai pihak, termasuk lapisan masyarakat. Salah satunya adalah program sinergis pemerintah daerah provinsi Jawa Barat dan masyarakat sekitar untuk membersihkan sungai Citarum seperti biasa pada tahun 2025.

Melalui program ini, masyarakat dan pemerintah memiliki 12 rencana aksi untuk pengolahan lahan kritis, limbah domestik, limbah industri, keramba jaring apung, limbah ternak, pengendalian lahan, pengelolaan limbah, pengelolaan sumber daya air, dll. Berdasarkan hasil, Program Pembersihan Sungai Citarum berhasil melatih 1.180 warga di bantaran sungai.

Berikut ini adalah beberapa upaya yang dilakukan untuk mewujudkan sungai yang bersih:

1. penggunaan air limbah

Limbah adalah penyebab sungai tercemar dan kotor. Langkah-langkah berikut adalah upaya untuk mengatasi pencemaran, misalnya:

– Mengatur lokasi industri agar jauh dari pemukiman penduduk
– Industri yang menimbulkan air limbah, diwajibkan memasang peralatan pengendali pencemaran air
– Mencegah agar saluran air limbah tidak bocor
– Mencari dan menemukan sumber bahan racun dan segera melakukan netralisasi secara kimia
– Unsur yang tidak dapat dinetralisasi harus dipendam jauh dari air
– Daerah industri dijauhkan dari peredaran air yang berhubunganlangsung dengan sumber air minum penduduk

2. Pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS)

DAS atau DAS adalah suatu wilayah daratan yang dibatasi oleh garis pemisah topografi berupa punggungan yang menerima dan membuang air hujan ke hilir dan ke laut. Daerah aliran sungai merupakan daerah yang rawan terhadap kerusakan dan pencemaran, karena aliran sungai sering mengikis lapisan tanah.

Berikut adalah cara pengendalian supaya DAS tidak rusak:

– Mengadakan penghijauan dan reboisasi hutan sekitar aliran sungai
– Membuat bendungan dan saluran irigasi yang teratur
– Menindak tegas pelaku perusak lingkungan sesuai dengan pertauran lingkungan hidup yang berlaku.

3. Tidak sembarangan membuang sampah ke sungai

Pembuangan limbah di sungai dapat menyebabkan penumpukan limbah dan mencemari air sungai. Itu juga bisa membawa bakteri berbahaya. Makanya kami mengolah sampah dengan baik dan tidak membuang sampah ke sungai. Selain itu, pekerjaan pemindahan fisik dan pengerukan sungai harus dilakukan dari waktu ke waktu.

4. Penyuluhan Terhadap Warga di Sekitar Sungai

Menyarankan, melatih dan membimbing warga di sekitar sungai untuk mengurangi limbah rumah tangga dan menghindari penggunaan obat-obatan dan pestisida kimia secara berlebihan.

5. Pengujian dan Pengontrolan Terhadap Keadaan Air Sungai

Perlu dikaji secara teknis dan ilmiah bahaya pencemaran air sungai dan upaya penanggulangannya. Untuk mengontrol kondisi perairan sungai juga diperlukan pengawasan atau monitoring secara berkala oleh pemerintah daerah.

Itulah cara-cara menjaga dan melestarikan sungai agar tidak tercemar dan tetap bersih. Kita juga perlu menjaga sungai sebaik mungkin, misalnya dengan meninggalkan sampah di sungai dan memilah sampah yang kita buang. selain itu, ada beberapa pemuda yang sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan sehingga mereka mengunggah disebuah akun sosial media saat membersihkan sampah tesebut untuk menginspirasi masyarakat sekitar agar tergerak hatinya untuk menjaga kebersihan lingkungan disekitar.