Menakar Faktor, Dampak, dan Upaya Menumpas Ketimpangan Sosial di Indonesia

Avatar of news.Limadetik
Menakar Faktor, Dampak, dan Upaya Menumpas Ketimpangan Sosial di Indonesia
FOTO: Marisa Nabila Nurindah

Menakar Faktor, Dampak, dan Upaya Menumpas Ketimpangan Sosial di Indonesia

Oleh : Merisa Nabila Nurindah
Prodi: Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

______________________________

ARTIKEL – Perbedaan kelas sosial dan tingkat kemakmuran antar kelompok sosial di Indonesia disebut sebagai ketimpangan sosial ekonomi. Berbagai segi kehidupan, termasuk kesehatan, prospek karir, akses ke sumber daya, dan tingkat kemiskinan, dapat digunakan untuk mengilustrasikan perbedaan ini. Ketimpangan sosial ekonomi berkembang sebagai akibat dari sulitnya kelas masyarakat yang lebih miskin untuk mendapatkan keuntungan dari kemajuan yang dibuat oleh pemerintah. Istilah "ketidaksetaraan sosial ekonomi" menggambarkan efek yang terlihat secara sosial dari perbedaan pagu status sosial dan ekonomi masyarakat.

Meskipun Indonesia telah mencatatkan kemajuan ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namun ketimpangan sosial ekonomi masih menjadi masalah yang serius. Sebuah laporan dari Oxfam tahun 2020 menunjukkan bahwa ketimpangan kekayaan di Indonesia semakin meningkat, di mana 1% penduduk terkaya di Indonesia memiliki 50% kekayaan nasional.

Beberapa faktor yang menyebabkan ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia antara lain:

1. Ketimpangan regional. Perbedaan ada di antara pulau-pulau di Indonesia serta antara daerah perkotaan dan pedesaan. Hasil perbedaan sosial ekonomi dari faktor-faktor yang mempengaruhi akses ke sumber daya dan kesempatan ekonomi.

2. Korupsi. Korupsi menjadi faktor yang memperparah ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia. Banyak sumber daya yang seharusnya digunakan untuk membangun infrastruktur atau memperbaiki pelayanan publik, malah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

3. Pendidikan. Akses pendidikan yang tidak merata dapat menyebabkan ketimpangan sosial ekonomi. Siswa dari keluarga miskin seringkali tidak memiliki akses ke fasilitas pendidikan yang memadai, sehingga sulit untuk mendapatkan kualifikasi dan kesempatan kerja yang sama dengan kelompok lain.

4. Ketimpangan gender. Ketimpangan gender juga menjadi faktor yang memperburuk ketimpangan sosial ekonomi. Perempuan seringkali memiliki kesempatan yang lebih sedikit dibandingkan laki-laki dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan akses ke sumber daya.

Adanya penyebab dan faktor-faktor dari munculnya ketimpangan sosial ekonomi maka akan memiliki dampak juga. Ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia memiliki dampak yang merugikan bagi masyarakat dan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Berikut beberapa dampak dari hasil ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia:

1. Ketidaksetaraan. Ketimpangan sosial dapat mengakibatkan ketidaksetaraan akses, pemanfaatan kesempatan dan sumber daya dikarenakan ketidakadilan. Kesempatan yang sama dalam hal pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan layanan public lainnya akan menjadi tantangan bagi masyarakat miskin.

2. Kemiskinan. Ketimpangan sosial adalah penyebab umum kemiskinan. Keluarga miskin, kelompok minorias, dan kelompok kurang beruntung lainnya terkadang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar anggotanya, termasuk makanan, tempat tinggal, dan kesehatan.

3. Konflik sosial. Ketidaksetaraan dalam masyarakat antar kelompok juga dapat menimbulkan konflik sosial. Perbedaan kelas sosial, ras, agama, atau jenis kelamin dapat menimbulkan perselisihan yang memperparah ketidakadilan dan berdampak negatif pada masyarakat.

4. Penghalang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dibatasi oleh ketidaksetaraan sosial, yang dapat bertindak sebagai penghalang pertumbuhan. Karena akses yang tidak merata terhadap peluang dan sumber daya ekonomi, mereka yang kurang beruntung tidak dapat sepenuhnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

5. Penghambat berkelanjutan. Ketimpangan sosial dapat berdampak pada berapa lama pembangunan suatu negara akan bertahan. Keberlanjutan pembangunan nasional dapat terancam oleh ketimpangan akses dan pemanfaatan sumber daya dan kesempatan yang dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ketimpangan sosial ekonomi memiliki dampak yang besar bagi Indonesia. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat Indonesia harus menumpas permasalahan ketimpangan sosial ini agar Indonesia menjadi Negara yang adil dan setara.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menuntas ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia, antara lain:

1. Meningkatkan standar pendidikan. Meningkatkan standar pendidikan mungkin merupakan jawaban untuk menurunkan ketimpangan sosial. Tidak memandang status ekonomi sosial mereka, setiap anak Indonesia harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas.

2. Meningkatkan akses layanan kesehatan. Akses ke layanan kesehatan yang murah dan berkualitas tinggi dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial ekonomi di industri layanan kesehatan. Upaya ini dapat dilakukan dengan memperbanyak jumlah institusi kesehatan dan meningkatkan standar pelayanan kesehatan yang ditawarkan.

3. Pembangunan infrastruktur. Mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia dapat dicapai dengan memastikan pembangunan infrastruktur yang memadai dan merata. Aksesibilitas pelayanan publik dapat ditingkatkan dan daerah yang sebelumnya sulit dijangkau kini harus dapat diakses dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur.

4. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Upaya harus dilakukan untuk memperbaiki kehidupan mereka yang kurang berun tung, seperti dengan memberikan mereka akses air bersih, kondisi sanitasi, dan perumahan yang layak. Ini dapat mengurangi ketimpangan sosial ekonomi dan meningkatkan situasi kehidupan masyarakat.

5. Keterlibatan masyarakat. Partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan oleh masyarakat dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan sosial. Melalui keterlibatan ini, masyarakat dapat menawarkan saran dan sudut pandang penting untuk mengembangkan dan mempraktikkan prakarsa dan kebijakan yang membantu mengurangi ketimpangan sosial.

Upaya untuk menumpas ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia harus dituntas secara bersama-sama, pemerintah, masyarakat, dan sektor komersial harus bekerja sama untuk mencapai kemajuan dalam perjuangan Indonesia melawan ketimpangan sosial. Diharapkan dengan upaya yang terkoordinasi dan berjangka panjang, Indonesia dapat mencapai masyarakat yang lebih adil dan makmur.