Menghadapi Resesi Ekonomi di Tahun 2023

Avatar of news.Limadetik
Menghadapi Resesi Ekonomi di Tahun 2023
FOTO: M. Imam Al Fahri

OLEH : M. Imam Al Fahri
Fakultas: Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

_________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Resesi merupakan suatu keadaan di mana ekonomi mengalami kemerosotan yang tidak hanya disebabkan oleh aktivitas ekonomi itu sendiri. Perkembangan teknologi yang melaju pesat pun turut campur tangan dalam adanya resesi di suatu negara. Resesi bisa terjadi karena adanya pertumbuhan yang negatif pada suatu ekonomi. Hal ini akan membawa dampak yang sangat buruk bagi kegiatan perdagangan, juga akan menjadikan lebih banyak pengangguran di suatu negara, bahkan menyebabkan rendahnya aktivitas jual beli di kalangan masyarakat.

Secara lebih luas, resesi akan membawa banyak sekali dampak negatif yang dapat memengaruhi kehidupan rakyat di suatu negara, tak peduli miskin maupun kaya. Sebab itulah resesi dianggap sebagai momok yang menakutkan, sehingga saat mendengar isu-nya saja masyarakat mulai akan panik dan menyiapkan banyak hal untuk mengatasi masalah tersebut.

Berikut adalah dampak mengerikan dari adanya resesi:
1. Daya beli masyarakat akan menurun. Jika kondisi ekonomi negara berkembang dengan negatif maka besar kemungkinan daya beli masyarakat pun akan turun secara drastis, hal ini karena mayoritas kalangan akan berkurang atau bahkan kehilangan pendapatan sehingga aktivitas jual-beli pun akan jarang terjadi.

2. Tingkat PHK yang tinggi. Resesi memiliki pengaruh negatif terhadap supply suatu perusahaan, maka perusahaan pun akan mengurangi faktor produksi dan salah satunya adalah pengurangan tenaga kerja perusahaan.

3. Penyerapan tenaga kerja yang minim. Berkurangnya permintaan barang menjadikan perusahaan harus menghitung dengan akurat supaya tidak terjadi kerugian. Hal tersebut akan berimbas pada rekruitment tenaga kerja.

4. Kenaikan angka kemiskinan suatu negara. Karena banyaknya pengangguran dan kebutuhan sehari-hari yang masih harus terpenuhi, angka kemiskinan juga akan cenderung meningkat. Kenaikan tersebut tergantung pada seberapa parah penurunan ekonomi yang terjadi. Semakin turun ekonomi, semakin tinggi angka kemiskinan yang akan terjadi.

Indonesia sudah tiga kali diterpa oleh resesi yakni pada tahun 1963, 1998 dan 2020 lalu. Ketiga resesi itu disebabkan oleh akar yang berbeda-beda pula, namun tetap membawa dampak yang sama mengerikannya untuk Indonesia. Resesi pertama pada tahun 1963 disebabkan oleh hiperinflasi, yang mana pada saat itu inflasi di Indonesia mencapai 119% sedangkan perekonomian Indonesia sedang jatuh ke dasar jurang.

Lalu pada tahun 1998, Indonesia kembali dilanda oleh resesi. Ekonomi Indonesia terkontraksi hingga mencapai 13,13% sementara inflasi menyentuh angka 77,63%. Hal yang serupa pun terulang pada tahun 2020, yang disebabkan oleh masalah kesehatan yakni kala covid 19 menghantui penjuru negri. Lalu kini, muncul desas-desus yang mengatakan kalau pada tahun 2023, Indonesia akan kembali mengalami resesi, hal ini dinilai berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), yang menyebutkan bahwa perekonomian Indonesia digadang-gadang akan tumbuh sebesar 5,01% di kuartal pertama 2022 dan 5,44% di kuartal kedua tahun yang sama.

Persentase yang terus tumbuh tersebut mengembangkan rasa optimis pemerintah bahwa di tahun 2023 Indonesia dapat tumbuh sebesar 5% berkat dorongan dari faktor konsumsi dosmetik. Namun, kondisi ekonomi global yang belum pulih akan mempengaruhi perekonomian Indonesia, jika ekonomi global memengaruhi Indonesia, maka dampaknya akan mengakibatkan terjadinya resesi.

Jika Indonesia mengalami resesi 2023, hal tersebut tentunya bukan hal baru lagi bagi Indonesia yang telah ditimpa masalah yang sama beberapa tahun lalu. Rakyat perlu melakukan persiapan supaya bisa bertahan di keadaan resesi yang cukup menyulitkan.

Ada beberapa hal yang setidaknya bisa kita persiapkan jika resesi terjadi, yakni:
1. Mempersiapkan dana darurat.
2. Meminimalisir pengeluaran
3.Mengembangkan soft skill
4. Mempersiapkan pekerjaan sampingan
5. Mengatur Hutang

Melihat dari ketidakpastian akan terjadinya resesi di 2023, kita tetap perlu melakukan persiapan-persiapan di atas untuk meminimalisir kesulitan yang akan kita alami saat terjadi resesi. Oleh karena itu, berkaca dari kejadian resesi di masa lalu, sepatutnya kita sudah berjaga-jaga untuk tetap bisa stabil di keadaan resesi.