Mengukur Biaya Hidup : Bagaimana Menghitung (Consumer Price Index-CPI)

Avatar of news.Limadetik

Penulis : Putri Adelia Arifin
Dosen Pembimbing : M. Firmansyah, S.E., M.E
Program Studi : Akuntansi (Universitas Muhammadiyah Malang)

________________________________________

LIMADETIK.com – Sebagai mahasiswi Akuntansi, kita perlu mengetahui bagaimana menghitung biaya hidup secara keseluruhan. Dalam menentukan beberapa cara untuk melakukan konversi nilai uang menjadi pengukuran daya beli. Nah, itulah yang menjadi tugas dari statistic yang disebut Consumer Price Index atau biasa disebut Indeks Harga Konsumen (IHK). Indeks harga konsumen merupakan ukuran biaya keseluruhan barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen. Indeks harga konsumen digunakan untuk memonitor biaya hidup pada suatu periode waktu.
Ketika IHK naik rumah tangga mengeluarkan uang yang banyak untuk menjaga standar hidup
yang sama. Cara menghitung Consumer Price Index (CPI) :

1. Tentukan isi keranjangnya.Maksudnya kita menentukan harga harga mana yang lebih penting bagi konsumen tertentu.
2. Temukan harga-harganya.Maksudnya kita menemukan harga setiap barang dan jasa keranjang untuk setiap masa waktu
3. Menghitung harga isi seluruh keranjang.Maksudnya kita menggunakan data harga-harga untuk menghitung jumlah harga keseluruhan isi keranjang dari waktu ke waktu.
4. Memilih tahun basis dan menghitung indeksnya.Yaitu kita memilih satu tahun sebgai tahun basis yang merupakan tolak ukur yang menjadi bandingan tahun-tahun lainnya.
5. Menghitung laju inflasi.Yaitu menggunakan IHK untuk menghitung laju inflasi yang merupakan perubahan persentase pada indeks harga dariperiode sebelumnya,yaitu laju inflasi antara 2 tahun berurutan.

Beberapa indeks harga lainnya dapat dihitung untuk daerah tertentu dan untuk beberapa kategori kecil barang dan jasa. Indeks harga produsen yaitu ukuran biaya barang dan jasa keseluruhan yang dibeli oleh perusahaan. Perusahaan pada akhirnya membebankan biaya pada konsumen dalam bentuk harga konsumen yang lebih tinggi, Perubahan pada indeks harga produsen sering kali dianggap berguna dalam memprediksi perubahan-perubahan pada IHK.

IHK mencoba untuk mengukur berapa banyak penghasilan yang harus dinaikkan guna memelihara standar hidup yang konstan. Namun IHK bukanlah ukuran hidup biaya yang sempurna. Masalah – masalah penghitungan biaya hidup :

1. Bias subtitusi.
Ketika harga-harga berubah dari satu tahun ke tahun yang lain, harga tersebut tidak berubah secara seimbang. ada harga yang naik lebih tinggi dari harga lainnya. Konsuemn merespon perubahan harga yang berbeda ini dengan membeli lebih sedikit barang yang harganya naik tinggi dan membeli barang barang yang harganya lebih sedikit atau bahkan yang harganya mungkin turun.Jika IHK dihitung dengan mengasumsikan keranjang barang tetap, indkes harga ini menghilangkan kemungkinan subtitusi yang dilakukan oleh konsumen sehingga terlalu melebih-lebihkan kenaikan biaya hidup dari satu tahun ke tahun lainnya.

2. Munculnya barang-barang yang baru.
Ketika barang baru diperkenalkan, para konsumen memiliki varietas yang lebih banyak yang dapat mereka pilih. Ragam produk yang lebih besar, pada gilirannya akan membuat uang lebih bernilai, sehingga konsumen membutuhkan uang lebih sedikit untuk memelihara standar hidup yang ada. Namun IHK didasarkan pada keranjang tetap barang dan jasa, IHK tidak mencerminkan perubahan pada daya beli uang ini.

3. Perubahan kualitas yang tidak terukur.
Jika kualitas barang memburuk dari satu ke tahun berikutnya, nilai uang jatuh, bahkan jika harga barang tetap sama. Namun jika kualitas naik dari satun ke tahun berikutnya, nilai uang akan naik. Perubahan pada kualitas adalah masalah yang masih sulit diukur.

Hal ini sangatlah penting karena banyak program pemerintah yang menggunakan IHK untuk menyesuaikan perubahan tingkat harga keseluruhan. Misalnya para peroleh tunjangan sosial yang mengalami peningkatan tahunan yang besarnya tergantung pada indeks harga konsumen. Beberapa ekonom telah mengusulkan untuk mengubah program-program ini dalam rangka mengatasi masalah pengukuran, seperti dengan mengurangi besarnya peningkatan jumlah tunjangan.