Opini  

Menjadi Generasi Milenial di Era Digitalisasi

Avatar of news.Limadetik
Menjadi Generasi Milenial di Era Digitalisasi
FOTO: Generasi Millenial

Oleh : Diki Happy Karunia Putri
Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Kanjurahn Malang

OPINI – Perkembangan teknologi pada zaman modern ini sudah semakin pesat. Semakin berkembangnya zaman semakin canggih juga teknologi yang dihasilkan. Hal ini membuat manusia semakin dimudahkan dengan adanya alat-alat teknologi yang canggih untuk membantu dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Berkembangnya teknologi saat ini tidak hanya membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, melainkan juga membawa dampak negative.

Kemajuan teknologi membuat remaja saat ini menghadapi masalah yang belum pernah dilihat generasi sebelumnya. Meskipun beberapa masalah bukanlah hal baru, media elektronik telah mengubah atau memperkuat beberapa perjuangan yang dihadapi kaum muda.

Prevelensi komunikasi digital telah mengubah cara remaja berinteraksi dengan teman sebayanya dan minat romantis mereka. Karena banyak anak kekurangan keterampilan komunikasi antarpribadi yang penting seperti cara menangkap isyarat sosial.

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak dan masa dewasa, berlangsung antara usia 10 sampai 19 tahun. Masa remaja terdiri dari masa remaja awal (10–14 tahun), masa remaja penengahan (14–17 tahun)dan masa remaja akhir (17–9 tahun), pada masa remaja, banyak terjadi perubahan baik biologis psikologis maupun sosial.

Tetapi umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan. (psikososial) (Depkes,2002).Remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi intregasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar.

Era digital merupakan suatu masa di mana sebagian besar masyarakat pada era tersebut menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-harinya. Sistem digital mengacu pada bentuk bahasa binari, di mana „kata‟ dalam sistem tersebut disebut bits, yang terdiri dari urutan angka 0 dan 1. Sistem digital ini terbukti lebih mutakhir dari sistem yang dikembangkan sebelumnya, yaitu sistem analog.

Kerja sistem analog berbeda dengan sistem digital. Sistem analog menghasilkan sinyal tiruan dari suara/ sinyal asli yang didapat secara utuh dari alam, sehingga kualitas sinyal tiruan yang didapat terkadang kurang jelas dikarenakan adanya faktor degradasi sinyal dan noise (suara latar yang mengganggu) (Carlin, 2010: 229).

Dengan adanya Era Digitalisasi banyak sekali masalah yang dialami oleh generasi muda saat ini seperti:

1. Depresi
Menghabiskan banyak waktu di depan perangkat elektronik dapat mencegah remaja melakukan aktivitas langsung dengan teman sebanyanya seperti olahraga, yang dapat menangkal depresi. Mereka juga mengalami kondisi baru seperti takut ketinggalan berita atau fomo yang selanjutnyamerah pada perasaan kesepian dan menyendiri.

2. Penyalahgunaan Media sosial
Facebook, Instagram, dan Twitter bisa menjadi cara yang bagus bagi remaja untuk terhubung satu sama lain, tetapi media sosial bisa menjadi masalah karena beberapa alasan. Misalnya media sosial dapat membuat anak rentan terhadap cyberbullying, atau lainnya. Media sosial dapat berdampak negatif pada persahabatan dan mengubah cara remaja berkencan. Bahkan ini dapat memengaruhi kesehatan mental mereka.

3. Kekerasan
Para anak remaja akan menyaksikan beberapa tayangan kekerasan pada satu waktu atau lainnya. Tapi bukan hanya TV, musik, dan film yang menggambarkan kekerasan. Banyak tanyangan kekerasan dewasa ini menampilkan adegan kekerasan dan tindakan agresif lainnya yang dapat diikuti oleh anak-anak.

Jika diatas tadi sudah terdapat beberapa masalah pastinya harus ada jalan keluar atau solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Demikian terdapat beberapa cara mengatasi pengaruh adanya era digitalisasi:

1. Dengan diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara menggunakan teknologi yang baik dan tidak melanggar etika, sehingga teknologi dapat digunakan sebagai alat informasi yang dapat menopang keberlangsungan hidup manusia.

2. Mengatur waktu penggunaan teknologi agar tidak memunculkan rasa candu.

3. Menggunakan teknologi sebaik mungkin dengan mengakses situs-situs yang bernilai positif dan mempunyai nilai pendidikannya.

4. Berinternetlah dengan sehat. Maksudnya berinternet sesuai dengan kebutuhan yang Anda butuhkan. Jangan berlebihan.

Disamping banyaknya masalah yang timbul akibat era digitalisasi, ternyata juga terdapat manfaat bagi kita penggunanya seperti :

1. Informasi yang dibutuhkan dapat lebih cepat dan lebih mudah dalam mengaksesnya.

2. Tumbuhnya inovasi dalam berbagai bidang yang berorentasi pada teknologi digital yang memudahkan proses dalam pekerjaan kita.

3. Kemudahan dalam berkomunikasi Kesimpulan: Remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, hal ini menyebabkan tingginya kelabilan dan emosional dalam diri. Mempunyai rasa penasaran yang tinggi dan tertarik untuk mencoba hal-hal yang baru.

Oleh karena itu, pengguna media sosial kebanyakan remaja. Bermedia membuat anak merasa dibebaskan dalam melakukan apa saja, yang membuat mereka merasa terpenuhi keinginannya tanpa adanya pengawasan dari orang tua.

Kemajuan teknologi membuat remaja saat ini menghadapi masalah yang belum pernah dilihat generasi sebelumnya. Meskipun beberapa masalah bukanlah hal baru, media elektronik telah mengubah atau memperkuat beberapa perjuangan yang dihadapi kaum muda.

Prevelensi komunikasi digital telah mengubah cara remaja berinteraksi dengan teman sebayanya dan minat romantis mereka. Karena banyak anak kekurangan keterampilan komunikasi antarpribadi yang penting seperti cara menangkap isyarat sosial.