Menumbuhkan Ekonomi Digital Pasca Pandemi Covid-19

Avatar of news.Limadetik
Menumbuhkan Ekonomi Digital Pasca Pandemi Covid-19
FOTO: Jihan Eka Cahya Andini

OLEH : Jihan Eka Cahya Andini
PRODI: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

_____________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Sebelum pandemi covid-19 melanda, hampir separuh bisnis melaporkan bahwa mereka melihat teknologi sebagai cara untuk mengurangi biaya perusahaan sebagai salah satu dari tiga prioritas digital teratas mereka.

Namun, dengan penyebaran pandemi dan bisnis mulai menemukan nilai-nilai lain dari teknologi, lebih banyak bisnis melaporkan bahwa memodernisasi kemampuan mereka, memperoleh keunggulan kompetitif, dan menciptakan budaya bisnis yang berfokus pada teknologi digital, semuanya melampaui kekhawatiran tentang pengurangan biaya.

Ketika teknologi digunakan dengan baik, ini menawarkan peluang luar biasa bagi merek untuk berinovasi dan mengembangkan kemampuan mereka untuk melibatkan pelanggan, menjawab kebutuhan mereka, dan bergerak maju dengan cara baru. Saat merek mulai merangkul kemampuan yang ditawarkan oleh teknologi, mereka juga mulai memahami dan mengadopsi mentalitas ini.

Terlebih, berdasarkan data dengan adanya pandemi Covid-19 telah meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan. Maka dari itu, agar ekonomi nasional tumbuh kembali, para pemimpin sektor publik dan swasta harus bekerja sama dengan cara yang lebih terkoordinasi dan mulus. Pemerintah dapat menciptakan masyarakat yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih adil; bisnis dapat mendorong visi ini dengan menyediakan pekerjaan, keunggulan kompetitif dan pertumbuhan ekonomi.

Bersama-sama, mereka dapat menciptakan ekonomi yang secara bersamaan mendorong pertumbuhan dan mengarah pada masyarakat yang lebih inklusif yang bermanfaat bagi semua. Indonesia perlu merestrukturisasi portofolio industrinya dari industri tradisional berteknologi rendah menjadi industri yang lebih berteknologi tinggi dan digital sentris. Misalnya, negara tersebut perlu mengubah sektor manufakturnya menjadi lebih banyak perangkat TIK, kendaraan listrik, dan energi terbarukan serta menempatkan produksi semikonduktor di masa depan untuk meminimalkan ketergantungan pada impor teknologi tinggi.

Kedua, Indonesia perlu mempercepat adopsi digital di semua sektor, termasuk pemerintah, badan usaha milik negara, dan sektor swasta. Ini bukanlah transformasi yang mudah dan membutuhkan banyak upaya sambil membangun fondasi industri digital dan ekosistem digital.

Kemudian, menurut penulis Indonesia harus bisa membangun ekonomi digital baru akan membutuhkan pembangunan platform digital nasional. Platform digital tidak dapat dipisahkan dari layanan digital; namun, mereka dapat digunakan kembali untuk layanan lain guna menciptakan manfaat skala ekonomis. Pemerintah telah mencanangkan inisiatif One Data Indonesia, yang diharapkan dapat membentuk arsitektur data yang terstruktur dengan baik dan menjadi panduan untuk membangun platform digital.

Keberhasilan inisiatif ini penting untuk membangun layanan digital yang efisien. Misalnya, sistem ID digital tunggal untuk warga negara dan bisnis akan menjadi dasar autentikasi untuk banyak layanan publik dan swasta. Indonesia juga harus membangun platform khusus sektor dengan cara yang lebih terintegrasi. Misalnya, platform layanan kesehatan nasional SIKNAS harus diintegrasikan dengan sistem lokal. Contoh lain adalah platform logistik dan rantai pasokan.

Untuk membangun platform logistik dan rantai pasokan nasional yang efisien, upaya lintas industri diperlukan untuk membangun kode standar untuk barang rantai pasokan, seperti nomor suku cadang untuk manufaktur.

Kemudian, menyediakan infrastruktur TIK yang berkualitas tinggi dan tersedia secara luas merupakan prasyarat untuk membangun ekonomi digital. Dari sisi pengguna layanan digital, Indonesia perlu memperluas penetrasi Internet dan perangkat pintar untuk memberikan akses kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ini akan membutuhkan konektivitas andal yang didukung oleh serat dan jaringan seluler, termasuk 5G. Selain itu, diperlukan kapasitas pusat data lokal yang memadai dan platform cloud berbiaya rendah.

Banyak negara menghadapi tantangan untuk membangun infrastruktur 5G yang layak secara ekonomi. Karena Indonesia perlu membangun infrastruktur TIK dengan sumber daya keuangan yang terbatas, optimalisasi investasi di tingkat nasional menjadi penting. Indonesia perlu menemukan cara untuk berkolaborasi dengan pemain teknologi global untuk mengoptimalkan struktur biaya dan memaksimalkan kinerja infrastruktur.

Melalui beberapa cara di atas, menurut penulis transformasi digital nasional Indonesia bisa mendorong pembangunan ekonomi. Karena perkembangan industri digital suatu negara terkait erat dengan fondasi ekonominya. Maka dari itu, sangat penting untuk memahami sepenuhnya aspek-aspek utama dari siklus pembangunan digital dan ekonomi sebuah negara.