Opini  

Multikultural Budaya Global dan Punahnya Dunia Mistis

Avatar of news.Limadetik
Multikultural Budaya Global dan Punahnya Dunia Mistis
FOTO: I Gede Auditta

Oleh : I Gede Auditta
NIM : 226405010002
Prodi : Hukum
Universtas PGRI Kanjuruhan Malang

______________________________

Pengantar

OPINI – Budaya adalah cara suatu hidup yang berkembang dan dimiliki masyarakat dalam mencapai tujuan bersama dan memberikan keunikan yang positif dalam kehidupan masyarakat yang berkelanjutan.

Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam dan juga kaya akan keberagaman sosial dan budaya masyarakatnya. Hal ini dikarenakan kondisi geografis negara Indonesia merupakan jalur perdagangan, dimana banyak bangsa asing datang untuk berdagang yang mendorong munculnya budaya baru di tanah air dan menciptakan masyarakat multikultural.

Masyarakat Indonesia di sebut sebagai masyarakat multikultural karena Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali keberagaman suku ban budayanya yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke.

Pendahuluan

Adanya perkembangan teknologi yang pesat membuat budaya global, masuk dengan mudah, baik dari eropa, amerika, inggris, china, jepang dan korea. Hal ini memberi dampak positif dan negatif bagi kehidupan bangsa indonesia dan kebudayaan bangsa Indonesia. Untuk itu kita sebagai generasi muda harus dapat memilah dengan baik, demi perkembangan dan lestarinya budaya bangsa Indonesia. Karena kebudayaan daerah merupakan aset yang memberikan corak dan keunikan serta identitas kita sebagai bangsa Indonesia.

Problematika

Perkembangan Teknologi yang pesat membuat dunia kerja dan social berubah signifikan, yang menimbulkan efek positif dan negatif. Dampak positif dari teknologi membantu kehidupan perekonomian masyarakat sebagai individu dan perusahaan sebagai entitas, dimana menghasilkan perubahan model bisnis, proses produksi, proses kerja dan cara berdagang yang lebih efisien dan efektif.

Selain dampak positif, ternyata perkembangan teknologi juga meningkatkan secara pesat kejahatan di dunia digital seperti pencurian data, pencurian uang digital, money laundry, hate speech, hoax, penipuan online shop, dan kejahatan cyber crime lainnya.

Pada awal kemunculan dan trendnya teknologi berawal dari smartphone di tahun 2000-an membuat kecenderungan manusia hidup individualis dan kurang memperhatikan budaya dalam setiap daerah-daerah di seluruh Indonesia. Hal ini karena tuntutan kehidupan yang semakin meningkat, kesibukan di kota besar dan kompleksnya permasalahan hidup di dunia industri.

Dengan mudahnya informasi melalui teknologi, maka bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan kebudayaan, dimana kebudayaan global sedikit demi sedikit mengubah nilai-nilai yang ada dalam masyarakat Indonesia.

Pembahasan

Menurut Kluckhohn, bahwasannya terdapat tujuh unsur kebudayaan yang dirumuskan oleh para ahli antropologi, yakni: Bahasa, Sistem Peralatan atau Teknologi, Sistem Mata Pencaharian, Sistem Pengetahuan, Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial, Sistem Religi, Kesenian.

Seperti yang dikatakan Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya “The Great Shifting” bahwa Teknologi sendiri telah menggeser banyak hal dan membuat hal yang kita kenal menjadi ketinggalan jaman dan usang. Teknologi dapat merubah semua kegiatan masyarakat, sosial dan budaya karena memberi tiga efek sekaligus, yakni: network effect, positive effect dan negative effect.

Dampak negatif dari kebudayaan global antara lain, menurunnya nilai nilai sosial dalam masyarakat, dimana sifat-sifat individualistis meningkat, karena kesibukan kota besar dan budaya kerja yang meningkat serta kurangnya empati karena permasalahan-permasalahan sosial dalam era teknologi. Selain itu cara berpakaian menjadi kurang sopan bahkan tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, dimana kadang cowo berpenampilan seperti wanita begitu pula sebaliknya cewe telanjang dada seperti pria.

Dampak negatif lainnya berkurangnya komunikasi interaksi antara manusia serta budaya-budaya daerah yang berkurang akibat dampak teknologi, contohnya marak muncul pernikahan secara online, pemakaman online bahkan pacaran pun online, hal ini membuat kehidupan modern mengurangi interaksi antar manusia.

Dampak serba online selain menurunkan budaya Indonesia juga menciptakan banyak potensi tindakan criminal yang di awali dengan teknologi, seperti robot trading, arisan online, hacking perbankan, penipuan dan penggelapan sebagai akibat kurangnya literasi masyarakat awam pada umumnya dan rendahnya budaya dalam bersikap sederhana dan tidak ingin cepat kaya instan. Karena yang nikmat dan instan hanya indomie, tidak seindah pada dunia nyata.

Namun kebudayaan global dapat juga memperkuat bahkan memperbaiki budaya bangsa Indonesia sehingga dampak positif juga cukup bermanfaat bagi budaya bangsa indoensia. Dampak positif yakni, Pertama, menurunnya kepercayaan masyarakat pada orang pintar, dukun dan hal-hal yang berbau mistis dimana masyarakat saat ini lebih religious dan meninggalkan hal-hal yang berbau mistis meskipun tidak semuanya bernilai negatif, sepertinya ini awal mula punahnya dunia mistis akibat perubahan budaya dan perkembangan jaman, tampak di saat modern ini setan dijadikan konten bukan ditakuti lagi oleh masyarakat indoensia.

Kedua, Perubahan cara kerja, cara berkomunikasi dan berpakaian yang lebih efisien dan professional dalam pekerjaan, hal ini mengurangi basa basi dalam kehidupan sosial masyarakat yang kadang kala membuang-buang waktu dan tidak produktif, budaya asing sangat baik dalam merubah budaya kerja di Indonesia dimana mengutamakan respek, integritas, objektifitas dan profesionalitas sehingga menciptakan ekonomi produktif serta mengurangi korupsi dan ketidak efisianan secara tidak langsung.

Solusi

Pesatnya teknologi harus diimbangi dengan edukasi yang mengsinkronisasi budaya dengan produk atau informasi dalam memberikan nilai-nilai serta menciptakan dampak ekonomi yang positif. Sehingga memotivasi para generasi muda di era digital untuk melestarikan budaya dengan menciptakan suatu karya atau produk yang terkait dengan budaya daerah masing-masing generasi muda tersebut. Hal ini harus didukung dan diedukasi secara konsisten untuk melestarikan budaya daerah dan keunggulan kompetitif bangsa Indonesia yaitu keberagaman kebudayaan masyarakat Indonesia multikultural.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan dan melestarikan budaya daerah Indonesia, yakni: Pertama, Pemerintah dan swasta mendukung dan mensupport hasil karya-karya generasi muda berbasis teknologi yang mengangkat nilai-nilai dan kebudayaan daerah.

Kedua, peningkatan edukasi dari lembaga-lembaga pendidikan terkait potensi-potensi kebudayaan daerah. Ketiga, adanya peran influencer / tokoh-tokoh berpengaruh dalam bangsa Indonesia dalam memotivasi peningkatan pekerja seni melalui media digital terkait potensi kebudayaan daerah. Keempat, generasi muda harus dapat melihat potensi ekonomi dalam pemanfaatan eksplorasi budaya daerah masing-masing.

Kesimpulan

Pentingnya peran edukasi sejak dini bagaimana generasi muda dapat memilah dan memperkuat budaya daerah dengan menyerap hal-hal positif budaya asing serta mempertahankan hal-hal positif budaya local.

Dengan pembahasan dan potensi atas kebudayaan daerah yang mutikultural di Indonesia, dapat mendorong minat generasi muda untuk menggali potensi budaya daerah masing-masing untuk dapat disinergikan menjadi manfaat ekonomi dan lestarinya budaya Indonesia. Selain itu dampak keberhasilan dalam mempublikasikan dan mempopulerkan karya seni budayanya, akan meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat secara umum dan individu pekerja seni tersebut.