Opini  

Multikultural di Era Digital

Avatar of news.Limadetik
Multikultural di Era Digital
FOTO : Moch. Faizal Akbar

Oleh : Moch. Faizal Akbar
NIM : 220403020015
Prodi : Sistem Informasi
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

_______________________________

PENNGANTAR

OPINI – Zaman sekarang sering dinamakan era digital, dimana perkembangan teknologi yang semakin pesat di Indonesia. Pada era digital ini menjadi sebuah tantangan dalam dunia multikultural, dikarenakan teknologi sering disalah gunakan dalam dunia internal maupun ekternal. Seperti dalam media sosial yang banyak akses berbau rasis sehingga hal itu akan menimbulkan berbagai konflik antara masyarakat di INDONESIA .

PENDAHULUAN

Pada saat ini teknologi telah memasuki era digital. Di era ini ada yang namanya sosial media, dimana manusia belomba-lomba dalam memanfaatkan dengan caranya mereka sendiri. Dengan adanya teknologi, kegelisahan manusia dalam kehidupan menjadi berkurang karena teknologi menawarkan beberapa upaya seperti mengurangi kesulitan, memudahkan manusia dalam mencari ilmu pengetahuan, pekerjaan, memendekkan cara kerja yang lebih efektif dan efisien. Setiap perkembangan memiliki plus dan minus, sebagaimana di era digital ini menjadikan setiap orang kurang dalam gerak mulai dari gerakan tubuh, gerakan bersosialisasi dan lain sebagainya. Di era digital sendiri banyak akses yang dapat menimbulkan sesuatu yang berbau rasis, seperti yang terlihat bahwasanya sekarang setiap manusia pasti memiliki media sosial.

Disini setiap perkembangan memiliki plus dan minus, sebagaimana di era digital ini menjadikan setiap orang kurang dalam gerak mulai dari gerakan tubuh, gerakan bersosialisasi dan lain sebagainya. Di era digital sendiri banyak akses yang dapat menimbulkan sesuatu yang berbau rasis, seperti yang terlihat bahwasanya sekarang setiap manusia pasti memiliki media sosial. Setiap orang bisa melakukan hal yang tidak di inginkan seperti pelecehan, penghinaan, dan juga tindakan kriminal.

Maka dari itu, hal seperti ini dapat menjadi tantangan dalam dunia multikultural. Sebagaimana multikultural sangat menjunjung tinggi keberagaman, saling memahami dan saling bertoleransi. Tujuan multikultural agar masyarakat memperoleh keterampilan kognitif, emosional dan psikomotorik yang berkaitan dengan budaya, bahasa dan keragaman. Tujuan multikultural terkait dengan menggunakan aspek perilaku (attitude goals) dan kepekaan budaya, toleransi budaya, penghormatan terhadap identitas budaya, perilaku menarik secara budaya, keterampilan menghindari konflik dan resolusi.

PROBLEMATIKA

Kegelisahan dalam memasuki era digital berdampak hampir semua sektor kehidupan, termasuk berdampak terhadap pelayanan bimbingan konseling. Di media sosial juga terjadi kehilangan batas-batas privasi, sehingga dengan memudakan pelanggaran arus informasi, pelanggaran hak cipta dan pelanggaran karya intelektual.

PEMBAHASAN

Secara umum tantangan yang dihadapi di era digital adalah bagaimana Pendidikan dapat menampilkan dirinya, apakah dia berhasil dalam mendidik dan menghasilkan bibit yang berdaya saing tinggi atau malah tidak dapat bersaing dengan berbagai kemajuan di era global multikultular yang banyak persaingan. Di era digital ini perkembangan semakin pesat seperti ekonomi, sosial, budaya, dan Pendidikan.

Terdapat bebrapa manfaat yang bisa dirasakan dalam era digital diantaranya: era ini merupakan sumber informasi, kreativitas dapat dibangun di era ini, memudahkan dalam berkomunikasi dan jarak jauh menjadi terasa dekat dengan adanya jejaring sosial media, mendorong pertumbuhan usaha ekonomi, dan perbaikan layanan publik. Perkembangan era digital dalam pendidikan memiliki dampak positif dengan adanya perkembangan sistem pembelajaran dan memiliki dampak negatif yakni kurangnya pemahaman mengenai Pendidikan multikultular yang sedang berkembang.

Kuranganya pemahaman tersebut berdampak terhadap identitas dan nilai bangsa yang ditinggalkan oleh generasi saat ini. Nilai utama dalam multikultular adalah penghargaan terhadap pluralitas budaya yang ada, mengakui bumi dalam alam semesta dan menjunjung identitas nasional sebagai bangsa Indonesia.

Multikultular di era digital berfungsi untuk menerapkan konsep pemanfaatan keberagaman etis, budaya, suku, ras dan lain sebagainya. Perkembangan di era digital sangat pesat apalagi dalam hal sosial media, anak-anak saat ini lebih tau bagaimana mengoprasikan sosial media. Tetapi penggunaan sosial media juga memiliki dampak yang tidak baik, ketika tidak dapat mengontrol penggunaanya, bisa jadi malah menimbulkan hoax dan menyakiti perasaan orang lain. Dalam orang yang gagal dalam memahami multikultural dimana masih banyak orang yang rasisme dan radikal dalam sosial media. Dengan adanya konsep berbasis multikultural yang bisa menjadi benteng pertahanan dalam menjaga kesatuan masyarakat yang beragam di era digital. Di Indonesia, multikultular perlu ditanamkan dan ditumbuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

SOLUSI

Menjaga perilaku dan moralitas, saling bekerja sama dapat dipastikan bahwa perkembangan dunia digital yang luar biasa pesat direspon dengan perkembangan aplikasi-aplikasi yang dapat menjadi antithesis atau menyediakan kontranarasi atas dampak negatif yang di timbulkan oleh dunia internet bagi kemajemukan masyarakat setempat dan lebih berhati hati dalam bersosial media.

KESIMPULAN

Di Indonesia memiliki konteks dalam menemukan wacana multikultural yang menjadi sebuah konflik dan dalam persoalan ini tantanan serta perubahan zaman termasuk ideologi yang mengakomodasi bahwa perbedaan-perbedaan dalam suku bangsa itu ada. Multikultural menerapankan strategi dan konsep berdasarkan pada pemanfaatan keragaman yang ada dimasyarakat seperti keragaman suku, budaya, bahasa, agama, status sosial, jenis kelamin, keterampilan, usia dan karir.

Dengan adanya multikultural dapat mengembangkan, meneguhkan jati diri, membangun konvergensi dan mampu membangun secara lebih kokoh, kualias toleransi, kesabaran dan kemauan untuk berbagi. Multikultural sangat penting dan berperan unuk mengurangi terjadinya konflik dan dapat terbentuk secara efektif di masyarakat Indonesia. Dalam penanaman nilai dan norma dalam bermasyarakat dimana salah satu unsur terpenting yang dapat menjadikan generasi bangsa mampu mengembangkan tugas dalam menjaga keberadaan Indonesia di masa mendatang.

Penulis: Moch. Faizal AkbarEditor: Wahyu