Opini  

Multikultural di Era Generasi Millenial

Avatar of news.Limadetik
Multikultural di Era Generasi Millenial
FOTO: Arie Rizky
Banner Iklan

Oleh : Arie Rizky
NIM : 220405010035
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

_______________________________

A. Pengantar

OPINI – Multikulturalime atau lebih dikenal dengan multinasional dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan suatu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya. Istilah mencakup berbagai bentuk Pluralisme yang masing-masing punya tantangan sendiri. Setiap struktur masyarakat yang mendiami ribuan pulau di Indonesia terdiri dari beberapa etnis yang merepresentasikan kebudayaannya masing-masing. Maka Multikulturalime di Indonesia dapat dikatakan sebagai kehendak geografis dan sosiokulturalnya. Dengan keadaan yang multi itulah maka gesekan antara kelompok masyarakat sangat rentan adanya, mulai darikonflik ekonomi dan kekuasaan yang dibalut dalam konflik keagamaan, politik, dan etnis.

Memang di Indonesia masalah multikulturalime ini sedemikian kompleks, sehingga kita sulit melukiskan anatominya secara persis. Negeri ini bukan hanya multi etnis (jawa, batak, bugis,aceh, flores, bali, dan seterusnya), melainkan menjadi pengaruh multimental (india, belanda, cina, hinduisme, portugis, buddhisme, konfusianisme, islam kapitalis dan lainya). Indonesia adalah beberapa bangsa dengan ukuran makna dan karakter yang berbeda-beda yang melalui sebuah sinergi yang bersifat hitoris, ideologis, religious atau semacam itu hingga terbentuk menjadi sebuah struktur ekonomis dan politis bersama.

Sejarah Indonesia disebut juga sejarah yang bersifat Internasional. Dikarenakan segala macam ras pernah berhijrah ke Negeri seribu Pulau ini. Sejarah Indonesia tidak hanya dapat ditakar lewat perspektif pengaruh-pengaruh yang datang dari luar tetapi juga eksistensi penjagaan lokalitas oleh masyarakatnya yang begitu aktif.

B. Pendahuluan

Berbagai macam definisi multikultural menurut para ahli antara lain sebagai berikut:

1. Lawrence Blum
Multikultural adalah kepercayaan dalam bentuk ideologi agar dapat menerima perbedaan agama, politik, etnis, dan perbedaan lainnya. Atau secara individu atau dalam kelompok sosial tertentu.

2. Rifai Harahap
Masyarakat multikultural adalah unit dari masyarakat yang didasarkan pada suatu bentuk perbedaan dalam hidup bersama. Koeksistensi yang terencana ini harus mampu mengatasi efek dari fenomena sosial, terutama konflik yang sering muncul.

3. Azyumardi Azra
Konsep multikulturalisme adalah padigma dalam hal kehidupan masyarakat yang didasarkan pada persatuan dan penghapusan perbedaan, baik perbedaan di bidang agama, politik, budaya, etnis, dan pilihan lain.

4. Parekh
Dalam pandangannya definisi masyarakat multikultural adalah adanya kesepakatan dalam komunitas yang dibuat untuk mengantisipasi konflik sosial melalui kerja sama. Kesepakatan itu memberikan peluang untuk perbedaan, baik perbedaan yang berbeda, seperti kebiasaan serta adat.

Ada beberapa hal yang dapat melatar belakangi munculnnya multikultural bagi kaum milenial saat ini antara lain sebagai berikut:

1. Pola pemikiran yang semakin berkembang.
Zaman milenial saat ini mengalami perkembangan pola pemikiran yang sangat pesat. Hal ini yang menyebabkan banyak dari kaum melenial yang memiliki pola pemikiran yang kreatif dan inovatif. Akibatnya banyak berbagai macam bentuk multikulturan yang muncul di era globalisasi saat ini.

2. Karakteristik yang bermacam-macam
Sifat dan karakter yang bermacam-macam bentuknya juga memiliki dampak yang positif bagi lingkungan di sekitarnya. Dampak positifnya meningkatnya integritas serta toleransi akan perbedaan di tengah-tengah masyarakat saat ini. Kaum milenial memiliki sifat percaya diri yang cukup bagus, mereka mampu mengekspresikan perasaan dengan baik, sosok pribadi yang liberal, optimis, serta mampu menerima ide serta cara hidup yang baik. Ciri dan karakter inilah yang berperan penting dalam perkembangan multikultural di zaman milenial ini.

Kaum milenial dapat mengekspresikan kepercayaan dirinya melalui banyak media terutama media online yang sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup para kaum milenial ini.

Ada beberapa contoh yang bisa kita pelajari tentang multikultural di era globalisasi bagi kaum milenial antara lain :

1. Wilayah Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan yang menerima banyak perbedaan kebudayaan termasuk yang dibawa oleh para wisatawan asing yang berkunjung ke Wilayah Gunung Bromo.

2. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lembaga yang menaungi beberapa ragam agama yang memiliki struktur dari berbagai agama dan etnis.

3. Peraturan anti diskriminasi dalam penggunaan fasilitas publik. Terjadi dikarenakan sifat dari kaum milenial yang introvert tidak begitu mementingkan lingkungan sekitarnya. Menggunkan tempat duduk yang seharusnya dikhususkan untuk disabilitas.

4. Dengan melihat sifat dan karakter kaum milenial yang tidak sabaran mudah emosional membuat orang disekitarnya terganggu seperti menerobos antrian.

5. Menghadiri undangan open house saat teman yang berbeda agama merayakan hari raya. Mudahnya kaum milenial untuk bergaul akan menciptakan sikap toleransi antar sesama.

C. Problematika

Keanekaragaman ini menimbulkan sejumlah petanyaan penting dan secara potensial terpecah-pecah. Kaum minoritas dan mayoritas semakin banyak berselisih mengenai berbagai hal seperti hak berbahasa, otonomi daerah, perwakilan politik, kurikulum pendidikan, tuntutan lahan, imigrasi dan kebijakan naturalisasi, bahkan lembaga-lembaga nasional. Kompleksitas keberagaman seperti demikian, menjadikan tingkat keamanan yang mapan adalah standarisasi tertinggi untuk suatu Negara bangsa seperti Indonesia.

Disinilah peran dari Generasi Muda atau generasi milenial dalam merasionalisaikan bahwa perbedaan etnis, agama, budaya, bahasa adalah bentuk kelebihan yang sudah semestinya menjadi kekayaan bagi bangsa ini. Namun hal ini membutuhkan pengetahuan dan kesiapan mental. Apakah Milenial siap?

D. Solusi

Solusi yang dapat kaum milenial lakukan adalah aktif mengikuti kegiatan sosial yang ada baik kegiatan yang ada di lingkungan sekitar, lingkungan pendidikan, lingkungan tempat kerja karena dengan mengikuti kegiatan seperti ini dapat menambah pengetahuan, memahami sifat dan karakter yang sangat beragam meningkatkan kesiapan mental yang tinggi agar tidak mudah terpengaruh dengan gaya hidup orng lain dan bangga dengan dirinya sendiri.

Belajar untuk mengenali diri sendiri maksudnya lebih memahami apa yang dibutuhkan apa yang menjadi ketertarikan masing-masing seperti hobi apa yang sesuai dengan minat bakat yang dimiliiki agar tidak mudah bosan dalam melakukan sebuah kegiatan.

E. Kesimpulan

Multikultural adalah berbagai macam keberagaman yang dapat diserasikan. Keberagaman tersebut meliputi etnis, agama, budaya dan bahasa Keberagaman multikultural di era globalisasi bagi kaum milenial sangatlah berpengaruh. Dengan melihat sifat dan karakter kaum milenial saat ini dapat melatari keberagaman multikultural berdasarkan pola pikir kaum milenial yang berkembang pesat yang dapat menciptakan budaya-budaya baru. Serta karakteristik yang bermacam-macam yang membawa dampak positif untuk meningkatkan integritas dan toleransi antar sesama. Khususnya toleransi antar umat beragama.