Opini  

Multikultural Ditengah Menjamurnya Budaya KPOP

Avatar of news.Limadetik
Multikultural Ditengah Menjamurnya Budaya KPOP
FOTO: Samsul Arifin

OLEH : Samsul Arifin
NIM : 190406030042
PRODI: Peternakan
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

________________________________

A. Pengantar

NEWS.LIMADETIK.COM – Proses globalisasi identik dengan kepentingan-kepentingan kaum kapitalis. Oleh karena itu, penyebaran informasi yang banyak mengandung nilai-nilai budaya luar di media saat ini tidak dapat dihindarkan. Hal tersebut lambat laun akan mempengaruhi budaya asli suatu Fenomena tersebut secara tidak langsung dapat membentuk sebuah budaya baru, yaitu budaya populer. Budaya populer Korea telah berhasil menghipnotis semua orang, khususnya kalangan remaja.

Tentunya hal ini banyak memberikan dampak bagi pembentukan mental remaja Indonesia. Para remaja seakan kehilangan jati dirinya dan lupaakan masa depannya serta lupa akan budayanya sendiri. Hal inilah yang memotivasi kami untuk membahas kecenderungan remaja dunia, terutama remaja Indonesia akan Korea yang menimbulkan demam dan sindrom Korea.Karya ilmiah ini dibuat untuk menjelaskan dampak negatif maupun positif K-pop Idol terhadap para pelajar Indonesia. Dan apa saja pengaruhnya untuk kalangan remaja, terutama para pelajar serta cara mengantisipasi perilakunya yang sudah terpengaruh K-pop.

B. Pendahuluan

Budaya Korea yang masuk ke Indonesia ini sangatlah beragam, mulai dari musik, makanan, serial drama, film, dan lain sebagainya. Bukan hanya memasuki negara Indonesia, tetapi budaya Korea ini juga meluas hingga dunia global. Menurut Fachrosi, dkk. (2020), merebaknya budaya Korea pada tingkat dunia biasa disebut dengan Korean wave yang kemudian juga merambah pada isu internasional serta globalisasi di tingkat dunia.

Isu Korean wave ini telah masuk ke Indonesia pada tahun 2004 dan hingga kini antusiasmenya masih sangat besar, terutama pada kawula muda maupun remaja wanita. Hal ini menyebabkan budaya Korea dengan mudah diterima dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Budaya Korea memiliki pengaruh kuat terhadap berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari selera musik, tampilan atau fashion, makanan, dan lain sebagainya. Musik dari budaya Korea yang paling banyak dikenal adalah musik bergenre pop, yang biasa disebut dengan Korean pop atau K-Pop. K-Pop sendiri identik dengan adanya girlband dan boyband yang merupakan sekumpulan perempuan maupun laki-laki yang berada dibawah suatu manajemen atau agensi.

C. Problematika

Apa itu budaya K-Pop?
Bagaimana multikultural di era budaya K-Pop?.

D. Pembahasan

1. Budaya K-Pop
Budaya populer yang juga seringkali dikenal dengan makna budaya pop, merupakan sekumpulan pemikiran, sudut pandang, tindakan, penilaian, maupun fenomena sosial lainnya yang dijumpai dalam kehidupan, utamanya terdapat dalam sebuah budaya yang berkembang di masyarakat.

Disinilah, dapat dikatakan bahwa budaya populer secara mendasar mendapat pengaruh yang besar dari budaya barat. Selain itu, media massa memiliki peranan yang dominasi terhadap keberlangsungan budaya popular ini sendiri. Korean wave atau Hallyu merupakan salah satu kebudayaan yang berkembang pesat ke berbagai penjuru dunia.

Selama lebih dari satu dekade budaya populer Korea telah menyebar ke seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki minat besar terhadap K-Pop serta menjadi salah satu sasaran utama penyebaran budaya Korea. Dalam perkembangannya, penggemar mengkonsumsi budaya populer berupa musik, film, buku novel dan lainnya melalui televisi, toko buku, radio.

Sedikit berbeda beberapa tahun terakhir, penggemar budaya populer mengkonsumsi teks-teks budaya melalui berbagai media terutama dengan memanfaatkan media sosial sebagai jalan utama. Perkembangan teknologi media memunculkan kajian baru dalam studi subkultur anak muda. Dalam hal ini subkultur online terus berkembang melihat semakin tinggi intensitas anak muda penggemar budaya populer menggunakan internet.

2. Multikultural di Era Budaya K-Pop
Budaya pop yang datang dengan adanya globalisasi ini memberikan sesuatu yang baru di mata masyarakat Indonesia. Rasa keingintahuan yang tinggi dalam diri manusia menjadi penyebab utama masyarakat urban menjadi suatu komunitas yang berperilaku komsumtif.

Budaya popular menjadi salah satu ancaman dalam penguatan identitas nasional masyarakat urban karena mampu menghilangkan kerangka acuan tradisional masyarakat seperti etnis, agama, suku, budaya, dan nilai-nilai atau falsafah hidup bangsa.

Budaya populer menumbuhkan sikap hedonisme, konsumerisme, dan pragmatis dalam diri masyarakat urban. Upaya untuk menguatkan identitas nasional masyarakat urban usia remaja antara lain dengan cara internalisasi nilai-nilai budaya masyarakat (local wisdom) dalam berbagai bidang kehidupan.

Cara ini dapat dilakukan melalui konsep seminar, pengadaan acara-acara festival budaya, maupun dalam bentuk slogan slogan budaya. Dengan cara tersebut diharapkan msayarakat urban khususnya kaum remaja tetap mengenal budaya local di tengah derasnya arus budaya popular yang masuk.

E. Solusi

Upaya filterisasi juga perlu dilakukan guna menyaring berbagai budaya asing yang dianggap membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan budaya Indonesia. Filterisasi salah satunya dapat dilakukan melalui bidang pendidikan, dimana perlu adanya arahan dan tuntunan kepada remaja, mana budaya yang pantas untuk diadopsi dan mana budaya yang sebaiknya dihindari.

Selain itu juga perlu adanya pendidikan multikultural untuk menguatkan pondasi setiap individu agar tidak mudah tercerabut akar budayanya. Pendidikan multiultural mengajarkan bahwa kita beragam, bukan budaya massa yang sama, yang sifatnya hanya semata mata untuk kepenntingan sesaat pemuas nafsu belaka.

F. Kesimpulan

Budaya Korea yang masuk ke Indonesia ini sangatlah beragam, mulai dari musik, makanan, serial drama, film, dan lain sebagainya. Bukan hanya memasuki negara Indonesia, tetapi budaya Korea ini juga meluas hingga dunia global. Budaya pop yang datang dengan adanya globalisasi ini memberikan sesuatu yang baru di mata masyarakat Indonesia.

Upaya filterisasi juga perlu dilakukan guna menyaring berbagai budaya asing yang dianggap membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan budaya Indonesia. Filterisasi salah satunya dapat dilakukan melalui bidang pendidikan, dimana perlu adanya arahan dan tuntunan kepada remaja, mana budaya yang pantas untuk diadopsi dan mana budaya yang sebaiknya dihindari.