Opini  

Multikultural Ditengah Menjamurnya Budaya KPOP

Avatar of news.Limadetik
Multikultural Ditengah Menjamurnya Budaya KPOP
FOTO: Muhammad Iqbal Ardiansyah

OLEH : Muhammad Iqbal Ardiansyah
Nim : 220405010010
Prodi : S-1 Ilmu Hukum
Universitas Kanjuruhan PGRI Malang

______________________________

Kata pengantar

LIMADETIK.COM – Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya dan karunianya kami dapat menyelesaikan Opini ini tepat pada waktunya. Adapun tema dari opini ini adalah “Multikultural ditengah menjamurnya budaya Kpop”.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah Jati diri kanjuruhan yang telah memberikan tugas terhadap saya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatan opini ini.

Kami jauh dari sempurna.Dan ini merupakan langkah yang baik dari studi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, keterbatasan waktu dan kemampuan kami, maka kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan semoga opini ini dapat berguna bagi saya pada khususnya dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya.

Malang, Desember 2022
Tertanda,

Muhammad iqbal ardiansyah
_______________________________

Pendahuluan

Generasi milenial pasti sudah tidak asing lagi dengan budaya korean pop (K-Pop) seperti Girls Generation, Super Junior, BTS, Black Pink ataupun Twice. K-pop menjadi musik favorit di kalangan remaja karena memiliki keunikan dan ciri khas dengan musik beat dan tariannya yang enerjik.

Budaya Korea saat ini digemari oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Mulai dari lifestyle, fashion, lagu, dan drama Korea sangat disukai, khususnya oleh generasi milenial. Tak hanya mengagumi, segala hal yang berhubungan dengan Korea juga menarik perhatian generasi milenial. Seperti halnya membeli album lagu, alat make up, pakaian, makanan khas Korea, dan lain sebagainya.

Mereka juga ingin menunjukkan identitas Korea mereka melalui produk-produk yang dibeli maupun dipakai. Sebelumya, kebudayaan Korea sangatlah tertutup, namun seiring dengan perkembangan zaman kini kebudayaan Korea sudah sangat terbuka. K-Pop yang merupakan bagian dari Korean Wave terdiri dari pop, dance, electropop, hip hop, rock, R&B dan electronic music. Popularitas K-Pop semakin tahun kian meningkat.

Dilihat dari daftar negara yang dikunjungi oleh artis Korea Selatan (mulai dari Asia, Australia, United State of America, United Kingdom bahkan Eropa) menunjukkan bahwa “invansi” K-Pop memang sudah mendunia dan tidak hanya sebatas di negara-negara Asia saja. Konser, fanmeeting dan sebagainya tidak akan terjadi jika tidak ada permintaan.

Kemunculan K-Pop juga tak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi dan penyebaran informasi melalui media televisi maupun media online. Komunikasi melalui media, memiliki peran penting dalam mempengaruhi penyebarluasan budaya populer atau diseminasi informasi.

Media memiliki kedudukan sangat penting karena secara langsung menyajikan suatu cara dalam memandang realitas. Media massa berperan besar dalam membentuk makna budaya, dan media dapat dipandang sebagai teknologi pembawa budaya.

Problematika

Dengan munculnya budaya K-pop di Indonesia, sikap fanatisme terhadap Idol K-pop juga semakin besar dan meningkat. Generasi milenial menjadi terdorong untuk melakukan imitasi atau meniru kebudayaan Korea dan meniru sesuatu yang berkaitan dengan bias (seseorang yang dijadikan idola dari suatu boyband atau girlband K-pop). Idol K-pop mereka. Perilaku imitasi atau meniru adalah salah suatu pembelajaran yang dilakukan oleh masyarakat untuk dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan fenomena sosial yang ada.

Pembahasan

Sebagai penggemar memang memiliki budaya yang berbeda. Penggemar menjadi pengadaptasi dan pengadopsi awal dari media baru, mereka membawa budaya partisipasi mereka untuk dipraktikkan secara online, di mana mereka bisa lebih terlihat dan mendapat perhatian dan menambah wawasan terhadap budaya Korea, dengan mengikuti informasi yang berkaitan dengan idolanya menjadi mengerti dan lebih mengenal kebudayaan Korea, salah satunya mempelajari bahasa Korea dan tulisan Hangul Korea. Siswa yang sering menonton talk show berbahasa Korea yang menampilkan idolanya akhirnya terdorong untuk mempelajarinya. Hal tersebut agar mereka paham apa yang dibicarakan pada acara tersebut.

Solusi

Dengan ini disarankan untuk generasi milenial, khususnya remaja agar tidak terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu untuk menghindarkan diri dari sifat fanatik sehingga mengikuti segala yang dilakukan oleh idolanya tersebut. Lebih bijaksana dalam mengalokasikan waktu untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Selain itu, juga disarankan untuk lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi.

Carilah informasi yang bermanfaat dan aktual untuk menambah wawasan dalam bidang ilmu pengetahuan. Orangtua pun disarankan untuk selalu mengawasi anaknya dan mengontrol jika sudah terlalu berlebihan dalam menggemari budaya luar.

Kesimpulan

generasi milenial harus mampu memiliki sikap pengetahuan dengan cara terjun, terlibat dalam menjaga budaya multikultural. Sehingga nantinya mereka dapat mengubah cara pandang tentang kebudayaan asing yang tak harus selalu diikuti perkembangannya, melainkan bagaimana kita dapat meminimalisir dan tidak terpengaruh sehingga melupakan kebudayaan asli.

Salinglah bertukar pemikiran satu sama lain supaya kita saling mengerti dan faham dalam suatu budaya
Sekian terima kasih,