Naik Level Waspada BPBD Bondowoso Kategorikan Kawasan Resiko Bencana Gunung Raung

Avatar of news.Limadetik

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Mulai Jumat (29/7/2022) kemaren, Gunung Raung naik level menjadi waspada. Karena itulah Pemerintah Daerah Bondowoso melalui BPBD setempat mulai melakukan koordinasi dengan tujuh kecamatan yang diperkirakan akan terdampak manakala gunung yang terletak di tiga kabupaten ini mengalami bencana.

Tujuh kecamatan yang terdampak, di antaranya Sumber Wringin, Tlogosari, Ijen, Sukosari, Wonosari, Tapen, dan Pujer. Dengan jumlah desa terdampak yaitu sekitar 35 desa.

Menurut Kalaksa BPBD Bondowoso, Dadan Kurniawan, di tujuh kecamatan itu pihaknya bahkan telah membagi kawasan rawan bencana (KRB) dari kategori satu hingga tiga.

“Desa-desanya ada yang masuk dalam KRB satu, dua, dan tiga” tegasnya usai rapat koordinasi pada Sabtu (30/7/2022) sore.

Ia mengaku bahwa memang dari puluhan desa terdampak itu baru beberapa saja yang telah dipasangi rambu-rambu kebencanaan. Yaitu, di tahun 2021 kemarin telah dipasang 16 rambu.

Karena itulah, saat ini pihaknya bersama seluruh pihak terkait seperti TNI, Polri, Satpol PP, dan lainnya. Akan melakukan sosialisasi dan edukasi lebih intensif pada masyarakat. Utamanya, kawasan yang terdekat dengan Gunung Raung.

Selain itu, secepatnya juga akan dilaksanakan simulasi evakuasi khusus untuk aparat. Dengan seluruu titik kumpul evakuasi di masing-masing kantor desa terdampak.

“Secepatnya kami akan mengadakan simulasi aparatur. Karena nanti aparatur yang membimbing masyarakat” kata mantan Sekdis PUPR ini.

Ia melanjutkan, bahwa pihaknya juga meminta pemerintah desa, melalui kecamatan untuk menginventaris jumlah penduduk di kawasan terdampak.

Karena hal itu berkaitan dengan logistik yang perlu dipersiapkan. Namun, ditegaskan oleh Dadan, bahwa logistik sejauh ini di BPBD siap. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi memastikan dukungan logistik manakala terjadi bencana.

“Dan kami sudah koordinasi dengan BPBD Provinsi, apabila memang nanti dibutuhkan, kita memperoleh bantuan untuk tenda, maupun logistiknya” sambungnya.

Sementara itu, Camat Sumber Wringin, Probo Nugroho, mengatakan, bahwa di wilayahnya ada tiga desa yang terdampak. Yaitu, desa Tegal Jati dengan wilayah terdampak di dusun Bata selatan, dan Bata Timur. Direncanakan evakuasi di Resi Gudang dan Lapangan Sumber Wringin.

Kemudian, Desa Rejo Agung ada dusun Dusun Plampang, Tol Tol barat dan Timur blok Sepanas. Dimana perbatasan paling dekat dengan lereng.

“Warganya sekitar 30 KK. Nanti evakuasinya di Balai Desa” ujar Probo.

Ia menjabarkan, ada satu desa lagi yaitu Desa Sumber Wringin dengan dusunnya Legan, dengan jumlah 16 KK. Dan Dusun Darungan.

“Di masing-masing dusun ini jiwanya tak terlalu padat. Karwna hanya warga asli desa sana. Kurang lebih perkiraan kami sekitar 100 sampai 150 KK di sekitar enam dusun itu” urainya lagi.

Sejak kenaikan level ini, kata Probo, aktivitas pendakian juga sudah ditutup.

“Per tadi malam laporan dari perangkat desa, tak ada aktivitas untuk naik gunung. Mudah-mudahan ke depan warga di dusun Legen bisa membantu kami untuk memberikan penyuluhan” tutur Probo.

Respon (1)

Komentar ditutup.