banner podcast

Olahraga Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Olahraga Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi Covid-19
FOTO: Muhammad Faturrachman Wahid
Banner Iklan

OLEH: Muhammad Faturrachman Wahid
Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Saat ini, angka penularan kasus covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Dikutip dari covid19.go.id, total kasus covid-19 di Indonesia hingga saat ini mencapai sekitar 1,8 juta jiwa. Jumlah ini tentunya sangat mengkhawatirkan masyarakat ditambah lagi banyaknya orang-orang yang terpapar virus tanpa adanya gejala.

Untuk menekan angka penularan virus corona, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat, menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, serta vaksinasi yang baru-baru ini dilakukan. Sudah seharusnya kita lebih patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah Indonesia.

Protokol kesehatan ini ditujukan untuk mencegah penularan virus corona dan meminimalisir bertambahnya angka kasus infeksi. Protokol kesehatan tersebut meliputi penggunaan masker, rajin mencuci tangan, serta wajib menjaga jarak.

Hal ini bukanlah hal yang mudah, karena bukan merupakan suatu kebiasaan untuk kita semua. Selain mematuhi protokol kesehatan, di era pandemi seperti saat ini sebaiknya kita melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Dengan imunitas tubuh yang baik, maka akan meminimalisir terpaparnya virus corona. Aktivitas yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh salah satunya adalah dengan berolahraga. Olahraga terukur dan terprogram serta asupan gizi seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga imunitas tubuh.

Olahraga dapat meningkatkan kemampuan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah, serta bertujuan untuk mencegah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. Dalam berolahraga kita perlu memilih jenis olahraga yang sesuai dan menyehatkan. Agar mendapatkan imunitas yang baik, olahraga harus memenuhi kriteria FITT.

FITT merupakan singkatan dari frequency, intensity, time dan type. Frekuensi artinya olahraga sebaiknya dilakukan 3-5 kali seminggu. Intensitas berarti melakukan olahraga dengan intensitas sedang atau 65%-75% dari denyut nadi maksimal (DNM) dikurangi umur (220-umur).

Durasi atau lamanya berolahraga berarti melakukan olahraga 20-30 menit, dan apabila kemampuannya memungkinkan, bisa dilakukan selama satu jam. Yang terakhir adalah tipe atau jenis olahraga yang dilakukan harus bersifat aerobik. Mengingat pentingnya mematuhi protokol kesehatan di era pandemi, maka olahraga sebisa mungkin dilakukan dari dalam rumah.

Jenis olahraga yang dapat dilakukan dirumah adalah sepeda statis, jalan/jogging, loncat-loncat di tempat tanpa berhenti sesuai kemampuan dan workout. Selain itu, salah satu faktor yang dapat menurunkan imunitas tubuh adalah tingkat stres yang tinggi. Pengelolaan stres harus sebaik mungkin dilakukan agar imunitas tubuh tetap terjaga.

Terdapat jenis olahraga yang dapat digunakan untuk dapat mengendalikan stres yakni Yoga. Yoga merupakan olahraga tubuh dan pikiran yang berfokus pada kekuatan, kelenturan serta pernapasan untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Terdapat beberapa jenis pada olahraga yoga diantaranya adalah Yoga Hatha, Yoga Ashtanga, Yoga Power, Yoga
Bikram, Yoga Iyengar, dan Yoga Kundalini.

Setiap jenis yoga memiliki gerakan, rutinitas dan manfaat yang berbeda-beda. Sehingga pilihlah jenis yoga yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Namun pada dasarnya yoga memiliki
manfaat utama yakni meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi stres dan depresi.

Dengan melakukan olahraga yoga, seseorang dilatih untuk relaks sehingga dengan latihan relaksasi akan membantu seseorang untuk menurunkan tingkat stres.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.