Opini  

OPINI : Pengaruh Pandemi Covers Terhadap Produktifitas Mahasiswa

Avatar of news.Limadetik
OPINI : Pengaruh Pandemi Covers Terhadap Produktifitas Mahasiswa
FOTO: Vevi Wahyuni Tamimy

OLEH : Vevi Wahyuni Tamimy
NIM : 202010170311028
PRODI: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

OPINI – Pada era ini dunia sedang menghadapi masalah yang tidak biasa, bisa dikatakan masalah besar. Berawal dari munculnya wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona yang dikenal orang banyak dengan nama Covid-19. Dari datangnya wabah tersebut hampir semua aspek kehidupan di dunia mengalami banyak perubahan yang semakin hari semakin menghawatirkan masyarakat di seluruh dunia.

Virus ini sudah muncul dari akhir tahun 2019 yang pertama kalinya muncul di Negara China dan seiring berjalanya waktu menyebar hampir diseluruh dunia sampai sekarang, virus ini sangat berdampak besar bagi dari segi aspek manapun. Karena adanya virus ini, angka kematian didunia sangat tinggi. tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi menyerang anak-anak kecil dan balita juga.

Dari datangnya wabah ini dunia perekonomian semakin lemah dan menurun, begitupun hubungan antar sosial semakin hari semakin merenggang yang disebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama. Tidak hanya itu hal ini juga sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Untuk itu kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat dunia pendidikan juga akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid-19.

Dari adanya wabah tersebut sehingga pemerintah menganjurkan untuk pembatasan sosial (Social Distancing) menyeluruh dari wilayah-wilayah yang ada di Indonesia untuk mencegah banyaknya yang terkena virus. Pada awalnya pembatasan ini sangat susah untuk dilaksanakan oleh masyarakat karena tidak mudah untuk melakukanya, akan tetapi demi kebaikan pada akhirnya pembatasan ini diterima oleh masyarakat secara perlahan. Namun, hal ini menyebabkan terjadinya perenggangan dalam menjalani kehidupan sosial.

Pada saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, diantaranya yaitu meliburkan aktivitas (tatap muka) seluruh lembaga-lembaga pendidikan, upaya ini dilakukan sebagai pencegahan penularan virus covid-19. Hal ini tentunya berdampak besar pada produktifitas mahasiswa yang seharusnya melakukan kegiatan tatap muka di kampus dan harus beralih menjadi pembelajaran secara daring (secara online).

Pembelajaran daring atau online merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara lansgung dengan guru atau dosen pengajar, akan tetapi pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet dengan menggunakan fitur baru yang dikembangkan oleh pemerintah.

Hal ini menjadi tantangan besar bagi seorang guru atau dosen, karena dalam kondisi seperti hal ini guru atau dosen pun dituntut untuk bisa mengelolah, mengontrol,memfariasi, mendesain media pembelajaran (media online) sedemikian rupa guna mencapai tujuan pembelajaran dan mengantisipasi kebosanan mahasiswa dalam pembelajaran melalui virtual tersebut.

Bukan hanya itu saja, dalam penerapan pembelajaran secara online ini banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan yang disebabkan oleh beberapa faktor: yang pertama, mahasiswa yang belum begitu paham terkait penggunaan gadget, yang belum mengetahui banyak hal mengenai penggunaan teknologi, hal ini banyak terjadi pada kalangan mahasiswa yang dimana mereka menggunakan gadget namun tidak banyak tahu tentang fungsi penggunaan teknologi tersebut.

Yang kedua, yaitu permasalahan pada jaringan. Hal ini sering terjadi ketika ada seorang mahasiswa yang daerahnya susah sinyal atau ada yang terbatas saat membeli kuota. Ketiga, akibat dari kurangnya interaksi saat penjelasan terkait materi dan praktik secara langsung dalam pembelajaran. Kebanyakan mahasiswa banyak yang kesulitan terkait hal tersebut untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen pengajar.

Karena pada sistem belajar hanya diberikan secara online tidak praktik secara langsung, sehingga mahasiswa sulit dalam menangkap dan terjadi adanya kesulitan saat mengerjakan. Keempat akibat dari hal tersebut juga membuat mahasiswa yang pada normalnya saat dikampus melakukan banyak kegiatan produktif, seperti mengikuti organisasi dan lain-lain menjadi tidak produktif, Sehingga mahasiswa tidak maksimal dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Pada pembelajaran secara daring atau online, dosen pengajar diharuskan untuk membuat alternative dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, pada pembelajaran menggunakan secara daring melalui fitur yang dikembangkan oleh pemerintah yaitu melalui zoom, google meet, dan lainya. Karena adanya hal itu dosen pengajar harus paham akan penggunaan fitur tersebut dan disampaikan kepada mahasiswa, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar secara daring menjadi mudah.

Dibalik adanya wabah pandemic covid-19 ini pastinya membuat banyak orang kesusahan dalam menjalani keadaan yang seperti sekarang, namun hal ini tidak boleh menjadi acuan kita untuk menjadi produktif. Dengan itu, adanya virus covid-19 ini sebagai ujian dan tantangan kita semua.