banner podcast

PAC GP. ANSOR Paciran Gelar PKD di Kemantren “Menanam Benih Islam Wasathiyah, Melawan Radikalisme Masa Kini”

  • Bagikan
PAC GP. ANSOR Paciran Gelar PKD di Kemantren “Menanam Benih Islam Wasathiyah, Melawan Radikalisme Masa Kini”
FOTO: PKD PAC GP Ansor Kemantren Lamongan
Banner Iklan

LAMONGAN, Limadetik.com – Pelatihan Kader Dasar (PKD) Gerakan Pemuda (GP. ANSOR) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Paciran di tahun 2021 ini memiliki keistimewaan tersendiri.

Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang dilaksanakan di Desa Kemantren selama tiga hari, sejak 28-30 Oktober 2021, ini berbarengan
dengan pelaksanaan Latihan Kader Muda (LAKMUD) di tataran IPNU-IPPNU PAC Paciran di desa yang sama. Hanya saja di tempat yang berbeda.

Tidak cukup sampai di situ, PKD yang diikuti 54 pemuda ANSOR dari Kabupaten Lamongan dan Tuban terdiri dari berbagai
lapisan masyarakat. Selain para Gus (baca: putra kiai), juga diikuti oleh interpreneur-interpreneur muda yang dimiliki NU, salah satunya adalah pengusaha dolomit dan kontraktor pembuatan tower.

Artinya, antusiasme pemuda berkobar tinggi hingga ke seluruh lapisan masyarakat yang berbaur menjadi satu kesatuan dalam naungan Nahdlatul Ulama.

Kehadiran Ketua PW GP ANSOR Jawa Timur, Gus Syafiq, menjadi momentum berharga dalam pelaksanaan PKD tersebut. Dalam sambutannya, Syafiq mengapresiasi penuh atas pelaksanaan PKD yang diselenggarakan di Desa Kemantren ini. Desa dengan keberadaan situs bersejarah, makam Syeikh Maulana Ishaq, ayah dari Sunan Giri ini memiliki nilai tinggi
dan sarat akan keberkahan.

“Kemantren menjadi saksi atas keberhasilan kader-kader Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) GP ANSOR hingga menembus pada posisi-posisi sentral di tingkat Pimpinan Cabang Lamongan” kata Gus Syafiq, pada Kamis (28/10/2021).

Gus Syafiq menegaskan, semangat Ke-NU-an yang tinggi ditunjukkan oleh generasi-generasi milenial meski hidup di tengah hiruk-pikuk globalisasi. Hal tersebut tidak lain adalah sebagai bukti bahwa pelajar dan pemuda NU siap menjadi generasi tangguh dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Jiwa kepemimpinan yang ditanamkan dalam materi-materi pelatihan merupakan titik pijakan yang diharapkan nantinya berkelanjutan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan beragama.
Pelatihan-pelatihan semacam ini sangat penting diadakan” jelasnya.

Pasalnya, ungkap Ketua PW GP.Ansor Jawa Timur itu, indonesia saat ini sedang mengalami degradasi moral serta radikalisme yang mengancam keutuhan dan kesatuan NKRI. “Isu agama yang selalu ditonjolkan merambah ke berbagai sektor, termasuk politik kebangsaan” ungkapnya.

Sahabat Mubin Wong (instruktur materi kebangsaan), menyampaikan bahwa ormas-ormas keagamaan sekarang ini banyak ditunggangi dan dimanfaatkan oleh mereka yang mempunyai kepentingan, baik jabatan maupun ekonomi.

“Isu-isu keagamaan dijadikan sebagai ujung tombak dalam memecah-belah keharmonisan persaudaraan antar masyarakat. Melalui upaya-upaya pengkaderan yang dilaksanakan banom-banom NU tersebut bertujuan untuk menumbuh-kembangkan ajaran Islam wasathiyah yang penuh toleransi serta menangkal, bahkan melawan habis intoleransi yang terjadi saat ini pada pemuda-pemuda generasi penerus bangsa dengan berpijak pada Al-Qur’an dan Hadis, serta ajaran-ajaran ulama” katanya, pada Jumat (29/10/2021).

Untuk itu, lanjut dia, inklusivitas berpikir pemuda NU adalah keniscayaan yang mutlak dibutuhkan agar terhindar dari pola pikir yang eksklusif dan kaku. Lain dari itu, integrasi dan interkoneksi antara dalil-dalil aqliyah dan naqliyah harus seimbang.

“Agar tidak terjerumus pada kungkungan literal teks dalam memahami dan mengaplikasikan teks-teks keagamaan di
kehidupan sehari-hari dengan tetap memperhatikan dalil-dalil agama serta segala hal-ihwal yang melatarbelakangi dan melingkupinya, untuk sampai pada pemahaman yang kaffah” tandasnya.

Perlu diketahui, paparan-paparan di atas merupakan sekelumit ringkasan dari materi-materi yang disampaikan di dalam PKD PAC GP ANSOR Paciran pada Kamis 28 Oktober 2021.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.