banner podcast

Pagelaran Wayang Kulit di Acara Bersih Dusun Logung Kabupaten Semarang

  • Bagikan
Pagelaran Wayang Kulit di Acara Bersih Dusun Logung Kabupaten Semarang
FOTO: Pesta Rakyat Dalam Rangka Sedekah Bumi Dusun Logung Kabupaten Semarang
Banner Iklan

LIMADETIK.COM, SEMARANG – Dusun Logung terletak di sisi selatan lereng gunung Ungaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Dusun yang menjadi batas kecamatan antara Kecamatan Sumowono dan Kecamatan Bandungan ini merupakan salah satu Dusun tertua di daerah Kecamatan Sumowono.

Hal itu disuarakan oleh Kisarlair Puspo Pandoyo yang merupakan dalang pengisi acara Pagelaran Wayang Kulit yang diadakan oleh masyarakat dusun Logung dalam rangka Acara Bersih Dusun kampung tersebut.

Bersih Dusun merupakan tradisi turun temurun yang setiap tahunnya di adakan oleh masyarakat setempat.Bersih Dusun merupakan sarana pengungkapan rasa syukur masyarakat atas nikmat Allah SWT yang sudah dilimpahkan untuk dusun tersebut.

Acara ini juga merupakan sarana untuk berdoa ke Allah SWT agar kedepannya masyarakat setempat diberikan keberkahan berupa kesehatan, keselamatan, keamanan, rizki yang melimpah, gemah ripah loh jinawi, kemakmuran, ketentraman, dijauhkan dari mara bahaya dan juga hubungan antar warganya semakin guyub rukun (asah, asih, asuh).

Menurut Nasichin, Kepala Dusun setempat mengatakan, acara tersebut rutin diadakan sejak beliau menjabat. Acara ini juga difungsikan sebagai sarana nguri-uri budaya jawa sebagai jati diri orang jawa. Menurut filosofi yang berkembang, wayang merupakan implementasi dari kehidupan manusia.

“Secara harfiah, wayang yang merupakan kepanjangan dari wadine tiang merupakan penggambaran sifat manusia pada umumnya.Nasichin menambahkan, pemilihan pagelaran wayang dalam acara bersih dusun logung ini agar masyarakat dusun logung merasa memiliki dan ikut melestarikan budaya asli jawa yang sudah ada sejak jaman dulu” katanya.

Wayang yang awalnya digunakan sebagai sarana dakwah dan penyebaran agama islam ini diharapkan bisa menumbuhkan karakter masyarakat dusun logung lewat pesan-pesan moral yang di tampilkan dalam pagelaran wayang kulit tersebut. Misalkan seperti sosok tokoh Wisanggeni yang kisahnya di ceritakan dalam pagelaran kali ini.

“Sosok Wisanggeni merupakan tokoh istimewa dalam pewayangan.Sosok yang dikenal pemberani,tegas dalam bersikap,serta memiliki kesaktian luar biasa ini diharapkan bisa menjadi suri tauladan anak-anak muda yang berada di dusun logung” tuturnya.

Pengisi Acara Dalam Gelaran Wayang Kulit Bersih Dusun Logung

LAHIRE WISANGGENI

Gelaran wayang kulit tahun ini mengangkat judul Lahire Wisanggeni. Sebagaimana sudah diuraikan diatas jika sosok wisanggeni diharapkan bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat dusun Logung, khususnya para pemuda pemudi setempat terlebih di era milenial seperti sekarang ini.

Ki Dalang Kristianto, yang menjadi dalang pada pagelaran siang harinya menceritakan bahwa, kisah Wisanggeni ini lahir menceritakan tentang hubungan antara orang tua dan anak. Dalang yang berasal dari Klaten dan lahir pada tahun 1991 ini menceritakan Wisanggeni yang bersifat pemberani dan bijaksana berusaha untuk dimusnahkan oleh Dewa Batara Guru hanya karena adanya hasutan oleh Betari Durga.

Wisanggeni lalu dibuang ke kawah Candra Dimuka oleh Betara Guru, namun berkat kesaktian yang dimiliki oleh Wisanggeni, ia mampu manaklukan panasnya kawah candra dimuka tersebut dan menjadikan kesaktian wisanggeni bertambah. Setelah mampu lolos dari kawah candra dimuka, Wusanggeni lalu mencari orang tuanya yaitu Arjuna dan Dewi Dersanala.

“Pesan moral yang disampaikan dalam pagelaran siang ini adalah jangan sampai mudah terhasut oleh kabar-kabar atau berita yang belum jelas kepastiannya. Dan, sebagai anak, patutlah kita selalu patuh kepada kedua orang tua kita,dan jangan sampai durhaka kepadanya.Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari ketika kedua orang tua kita sudah meninggalkan kita” utaranya.

Semua Lapisan Masyarakat Ikut Memeriahkan Pesta Rakyat ini

SEMUA LAPISAN MASYARAKAT GUYUB RUKUN MENIKMATI ACARA

Acara Bersih Dusun Logung yang digelar setiap tahunnya ini digunakan masyarakat setempat untuk saling mengeratkan kerukunan antar warganya. Semua lapisan masyarakat mampu membaur dalam pesta rakyat ini,baik ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda pemudi, tokoh agama dan tokoh mayarakat mampu membaur dan melebur menjadi satu menikmati tontonan yang disuguhkan oleh panitia acara tersebut.

Diharapkan,semua lapisan masyarakat Dusun Logung mampu mengambil hikmah dan pesan pesan yang disampaiakn selama pagelaran.Terlebih dari cerita yang digelar,masyarakat bisa lebih bisa memilah kabar yang diterima,baik isu-isu yang beredar di masyarakat,dan jangan sampai terpengaruh sebelum kabar tersebut dipastikan benar adanya.

“Warga diharapkan bisa bersikap seperti sosok yang diceritakan,mampu bertindak benar dan bijaksana dalam setiap problema dan dinamika yang terjadi ditengah-tengah masyarakat” tutupya.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.