Tak Berkategori  

Pancasila dan Budaya Lokal

Avatar of news.Limadetik
IMG 20221205 100618 e1670209645505
Ilustrasi
Banner Iklan

OLEH: Indira Prasetyowati
Prodi : PGSD Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

_______________________________

Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga opini ini dapat diselesaikan. Kali ini akan membahas mengenai hubungan antara Pancasila dan Budaya Lokal. Saya harap opini ini bisa membantu dan bermanfaat bagi para pembaca.

Pendahuluan
Pancasila adalah pilar ideologi bangsa Indonesia dan istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta dan terdiri dari dua kata yaitu panca dan sila. Panca berarti lima. Sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan pedoman hidup bernegara dan berbangsa bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kebudayaan sangat erat dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Ilmu yang memperlajari tentang masyarakat dan kebudayaannya adalah antropologi. Segala perkembangan budaya dan perubahan masyarakat dipelajari dalam ilmu antropologi. Ilmu ini tidak hanya mencakup perubahan secara tingkah laku saja, namun sejarah dan konflik yang terjadi juga dapat dianalisis melalui ilmu antropologi.

Kebudayaan Indonesia ialah kebudayaan yang berdasarkan Pancasila. Ada dua hal yang dikandung dalam Pancasila, yaitu pluralism dan teosentrisme. Demokrasi terletak dalam partisipasi seluruh warga negara dalam kebudayaan.

Problematika

Mengapa Pancasila berakar dari kebudyaan?

Pembahasan
Pancasila memiliki arti sebagai budaya bangsa, maksudnya Pancasila merupakan salah satu kebudayaan bangsa Indonesia yang sangat bernilai. Sesuatu dikatakan bernilai apabila memiliki nilai buna (berguna), harga (berharga), indah (nilai estetis), baik (nilai moral), dan nilai religius (nilai agama). Pancasila yang dirumuskan dari nilai budaya bangsa Indonesia terdiri atas nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Masyarakat, dan Keadilan Sosial.

Pancasila memiliki arti sebagai budaya bangsa, maksudnya Pancasila merupakan salah satu kebudayaan bangsa Indonesia yang sangat bernilai. Sesuatu dikatakan bernilai apabila memiliki nilai buna (berguna), harga (berharga), indah (nilai estetis), baik (nilai moral), dan nilai religius (nilai agama). Pancasila yang dirumuskan dari nilai budaya bangsa Indonesia terdiri atas nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Masyarakat, dan Keadilan Sosial.

Dapat diketahui bersama bahwa kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang berdasarkan Pancasila. Itu berarti Pancasila berkaitan erat dengan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai nilai atau simbol. Kita gambarkan sebagai sebagai suatu perusahaan. Dalam sebuah perusahaan yang sibuk, kegiatan yang nampaknya bersifat praktis dan sehari-hari saja, misalnya, ada aspek kebudayaannya, ada nilai dan simbolnya.

Nilai terletak pada kerja kerasnya, sedangkan simbol modernitas ialah sistem organisasi, makin modern sistem semakin abstrak yang impersonal, berbeda dengan manajemen perorangan atau keluarga. Begitu juga Indonesia sebagai bangsa dan negara. Kebudayaan itulah yang memberi ciri khas keindonesiaan. Hasil perkembangan kebudayaan Pancasila yang paling spektakuler adalah Bahasa Indonesia. Karena melalui bahasa Indonesia, koneksi sosial antar etnis dan kebudayaan dapat terjalin dengan sangat baik.

Pluralisme mengatur hubungan luar antar kebudayaan. Prinsip yang mengatur substansi Demokrasi Kebudayaan yang berdasar Pancasila ialah teosentrisme (tauhid, serba-Tuhan dalam etika, ilmu, dan estetika). Orang Protestan akan lebih suka theonomy (theos, Tuhan; nomos, hukum). Istilah teonomi berasal dari Paul Tillich (1886-1965), hubungan dinamis antara yang absolut dengan yang relatif, antara agama dengan kebudayaan. Menurut konsep ini Pancasila adalah sebuah teonomi, karena bedasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa – yang absolut.

Keempat sila yang lain adalah kebudayaan, yang relatif. Keperluan manusia diakui sepenuhnya, asal keperluan itu tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan.

Demokrasi Kebudayaan dalam Pancasila dapat dimengerti dari sila “Persatuan Indonesia” yang berarti sebuah (1) pluralisme, dan (2) teosentrisme dari semangat sila yang pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Demokrasi Kebudayaan itu harus mampu memberikan masa depan yang lebih baik. Jadi untuk menjawab “Mengapa Pancasila berakar dari Kebudayaan?” karena di dalam Pancasila terkandung nilai kebudayaan, di mana nilai tersebut adalah nilai tertinggi dalam hal Persatuan bangsa yang tercantum di dalam sila ketiga. Dan dengan menjunjung nilai teosentris pada sila pertama, kepentingan lain berdasarkan setiap sila tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan.

Misalkan: Pembunuhan genosida demi mempertahankan keutuhan suatu budaya etnis tidak etis dengan ketentuan agama. Jadi sekiranya, dari tindak perkembangan budaya itu sendiri harus sesuai dengan nilai Pancasila. Karena Pancasila mencerminkan kebudayaan kita, bangsa Indonesia.

Solusi
Pancasila dan kebudayaan bisa dikatakan sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kebudayaan harus berlandaskan Pancasila karena Pancasila adalah aspek dari segala aspek yang menjadi dasar kebudayaan. Sedangkan Pancasila berakar dari kebudayaan. Alasan mengapa Pancasila berakar dari kebudayaan adalah karena di dalam Pancasila terkandung nilai kebudayaan, dimana nilai tersebut adalah nilai tertinggi dalam hal Persatuan bangsa yang tercantum pada Pancasila, tepatnya pada sila ketiga.

Simpulan
Kita telah melihat dan membaca bahwa Paancasila memang berakar dari budaya bangsa Indonesia. Karena dari segi Pancasila terkandung kebudayaan yang menekankan persatuan serta sebaliknya. Tidak lupa dari segi pengertian, Pancasila merupakan lima asas atau prinsip yang harus dijunjung tinggi kita sebagai bangsa Indonesia. Sedangkan kebudayaan merupakan sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Sehingga Pancasila tercipta berdasarkan kebudayaan. Kaitan di antara keduanya begitu erat sehingga timbal balik antara Pancasila dan Kebudayaan dapat terjadi dengan signifikan karena keduanya saling berhubungan. Pancasila berakar dari kebudayaan dikarenakan di dalam pancasila terkandung nilai kebudayaan.

Bagaimana bisa demikian? Karena unsur persatuan dapat kita lihat di dalam pancasila, sedangkan kita sebagai negara yang memiliki beragam macam kebudayaan, memang sepantasnya memiliki asas persatuan yang terkandung di dalam Pancasila. Sehingga kita sebagai insan berbudaya, harus juga berdasarkan kepada Pancasila yang adalah ideologi bangsa kita.