banner podcast

Pelatihan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Mengolah Produk Unggulan Desa Menjadi Produk yang Inovasi

  • Bagikan
Pelatihan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Mengolah Produk Unggulan Desa Menjadi Produk yang Inovasi
FOTO: Proses pembuatan bubuk jahe oleh PMM UMM kelompok 85 bersama Ibu KWT di Malang
Banner Iklan

MALANG, Limadetik.com – Program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 85 Gelombang 11 Desa Petungsewu Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis (19/08/2021). Melakukan Pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengolah produk unggulan Desa menjadi produk yang inovasi.

Kegiatan ini membuat minuman Kesehatan yang terbuat dari jahe yang ada di desa Petungsewu. Mengingat cukup banyak tumbuhan jahe namun tanpa pengeloaan yang benar atau lebih tepat, sehingga akan lebih mudah dikonsumsi masyarakat.

“Karena banyak tumbuhan jahe yang dijual begitu saja tanpa adanya pengolahan lagi dan tidak dimanfaatkan karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan jahe. Sehingga kami Kelompok 85 gelombang 11 berinisiatif memberikan pelatihan tentang inovasi produk olahan dari jahe yang sangat banyak sekali manfaatnya” ujar Rizka Febriyanti selaku yang memberikan ide, kepada media ini, Senin (23/8/2021).

Pelatihan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Mengolah Produk Unggulan Desa Menjadi Produk yang Inovasi
FOTO: Ibu-ibu Kelompok Tani Wanita saat melakukan adonan bubuk jahe di atas kompor gas

Rizka mengatakan, di desa Petungsewu banyak sekali hasil pertanian yang melimpah seperti jeruk dan juga jahe. Namun masih minimnya pengolahan yang membuat produk hasil dari pertanian tersebut.

“Sehingga kami berfikir untuk membuat suatu inovasi produk yang berbahan dasar dari hasil pertanian seperti jahe. Kami ingin masyarakat mengetahui jahe dapat diolah sebagai produk apa saja dan dapat meningkatkan nilai ekonomi” jelas wanita yang murah senyum ini.

Lebih lanjut Ia mengatakan, agar lebih bermanfaat dan tidak hanya dijual dalam bentuk untuh saja, tetapi juga dalam bentuk suatu produk yang dapat digunakan secara praktis.

“Kami memanfatkan jahe sebagai minuman Kesehatan yang banyak manfaat dalam bentuk bubuk yang dapat langsung dikonsumsi secara praktis” tuturnya.

Pelatihan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Mengolah Produk Unggulan Desa Menjadi Produk yang Inovasi
FOTO: Para mahasiswa PMM bersama Ibu-ibu KWT saat proses pengemasan bubuk jahe

Sementara itu, Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani sangat senang sekali dengan adanya pelatihan ini, mereka sangat antusias saat pihaknya memberikan pelatihan dan ibu-ibu juga mencoba membantu untuk membuat bubuk jahe ini.

“Saya pernah mencoba membuat jahe seperti ini di rumah namun saya gagal dan saya tidak mau membuatnya lagi
soalnya nganduknya lama dan capek” ujar salah satu ibu KWT yang mengikuti pelatihan.

“Semoga dengan adanya kegiatan PMM yang diadakan tentunya kami berharap pelatihan ini masyarakat di desa tersebut tergerak untuk membuat inovasi produk lainnya sehingga dapat memberikan citra yang baik terhadap desa dan terkenal dengan berbagai macam olahan dari komoditas unggulan desa” imbuhnya.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.