Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Usaha Bawang Goreng Desa Banjaragung Jombang oleh PMM Mitra Dosen

JOMBANG, Limadetik.com – Pemberdayaan Masyarakat oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mitra dosen dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan usaha bawang goreng di Desa Banjaragung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (18/06/2021) dengan Kelompok Pengabdian Masyarakat Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (PMM Mitra Dosen UMM) Desa Banjaragung, Kabupaten Jombang yang beranggotakan 5 orang yakni, Hendrawan Mahardika, Aztina Syahida .H, Anistya Pebryani Widoastoro,Alna Syefira Zalzabila, dan Rizki Lestari Huda Andriani.

Kelompok PMM tersebut didampingi oleh Bapak Agung Prasetyo Nugroho Wicaksono, S.E.,M. A, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan sebuah kegiatan untuk melakukan pendampingan Pengembangan Usaha Bawang Goreng Kemasan agar mampu memberikan nilai tambah pada produksi bawang goreng.

“Salah satu kegiatan pertama yang kami lakukan ialah mengunjungi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) UMKM Bawang Goreng yang dikelola oleh warga RT 26 RW 10 Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng Kabupataen Jombang” kata koordinator PMM UMM, Mahardika Hendrawan pada media ini, Rabu (15/9/2021).

Menurut Hendrawan, produksi bawang goreng sudah dilakukan sejak lama oleh warga desa Banjaragung, akan tetapi pengerjaan produksi bawang goreng tersebut tidak maksimal karena modal usaha yang digunakan masih tergolong dana pribadi, dan juga masih minimnya pengetahuan dalam menentukan anggaran produksi serta masih minimnya pengetahuan tentang pembuatan laporan arus kas yang sederhana.

“Proses pemasaran bawang goreng juga masih di jual di pasar-pasar sekitar saja, seperti Pasar Mojowarno, Pasar Bareng dan Pasar Ngoro. Dalam situasi pandemi saat ini pastinya UMKM yang memproduksi bawang goreng ini juga merasakan efek yang mempengaruhi penjualan dan pendapatannya” ungkapnya.

Dengan demikian kelompok PMM Mitra Dosen Desa Banjaragung, Kabupaten Jombang yang sekiranya dapat membantu sedikit bantuan modal awal usaha sehingga dapat terbentuk saldo awal operasional, sehingga tidak lagi menggunakan dana pribadi untuk usaha.

Selain itu, para mahasiswa juga melakukan pendampingan pada proses penyusunan anggaran produksi, dan laporan arus kas sederhana guna membantu para usaha mikro ini lebih berkembang dalam scope produksinya serta pendanaanya karena modal usaha sudah terpisah dengan modal komsumsi rumah tangga.

“Tidak hanya kegiatan tersebut yang akan dilakukan, kegiatan ini juga memberikan pengenalan variasi kemasan produk yang bagus agar mampu memberikan nilai tambah dari segi kemasan sehingga menarik segmen pembeli dari berbagai kalangan” tukasnya.