banner podcast

Pendamping PKH Ngaku Dipecat, Kadinsos : Bukan Wewenang Kami

  • Bagikan
Pendamping PKH Ngaku Dipecat, Kadinsos : Bukan Wewenang Kami
Ilustrasi foto
Banner Iklan

REJANG LEBONG, LimaDetik.Com – Pendamping PKH Desa Tanjung Sanai II, Agustina, mengaku telah dipecat sebagai pendamping PKH di desa tersebut, usai dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) mencuat ke publik.

Dirinya mengaku sudah dipanggil pihak Dinas Sosial (Dinsos) Rejang Lebong, dan berjanji akan mengungkap siapa dalang korupsi bansos yang mengakibatkan dirinya diberhentikan.

“Aku sudah dipecat (SP3) dari Dinas. Aku bakal nuntut balik siapa dalangnya, sebab, gara-gara dia aku dirugikan karena dipecat. Aku akan tetap berjuang mencari kebenaran. Sebab, aku dak mau dirugikan disebabkan bukan kesalahan aku,” ujar Agustina, Selasa (20/4) lalu.

Hal berbeda disampaikan Kepala Dinsos Rejang Lebong, Zulfan Efendi. Sebab, menurutnya pemecatan dan pemberhentian pendamping bukan wewenang pihaknya.

“Belum ada pemberhentian pendamping. Bukan kewenangan dinsos (daerah). Kalau pendamping mengatakan hal itu, itu pendapatnya sendiri,” tegas Kadinsos rejang Lebong, Zulfan Efendi, Jumat (23/4/2021).

Dijelaskan Zulfan, untuk hal pemecatan dan pemberhentian ada prosedur dan mekanisme yang harus dilalui dahulu.

Ia menilai, pendamping tersebut bekerja berdasarkan SK Kementerian Sosial RI dan bukan SK daerah. Tidak semudah itu, SK pemberhentian pendamping ditandatangani pihak Kementerian.

“Dinsos atau pemerintah daerah merekomendasi hasil kajian Dinsos bersama Korkab PKH ke Kemensos. Dan pihak Kemensos akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan dan mendapat bahan sebelum keputusan diambil” pungkas Zulfan.

(Isnin/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.