Pendidikan dan Kebudayaan

Avatar of news.Limadetik
Pendidikan dan Kebudayaan
FOTO: Siti Fahmia Maulidina

Oleh : Siti Fahmia Maulidina
Prodi: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

______________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Pendidikan dapat diartikan sebagai proses perubahan sikap dan perilaku individua tau kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya Pendidikan dan pelatihan. Dari sudut pandang filosofis, Pendidikan adalah upaya mempersiapkan warga negara untuk merenungkan dan memiliki jangkauan pengetahuan, nilai, dan tatanan yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang lebih luas. Agar generasi muda Indonesia lebih mencintai budayanya, Pendidikan nasional harus mampu benar-benar mempersiapkan generasi muda yang berkepribadian, santun dan berbudaya.

Dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang system Pendidikan nasional, undang-undang tersebut memperkuat ketahanan nasional, mewujudkan massyarakat maju yang berakar pada budaya bangsa, dan berakar pada persatuan bangsa yang berwawasan kebhnekaan. Dalam konteks keberagaman Pancasila dan UUD 1945, dengan kata lain pembangunan kebudayaan nasional Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, dan juga merupakan tugas dan tanggung jawab Lembaga social yang disebut Lembaga Pendidikan nasional.

Kurikulum saat ini mencakup banyak mata pelajaran, konten komunitas, dan pengembangan pribadi. Dengan mengacu pada nilai-nilai karakter yang dikembangkan oleh kurikulum dan pusat akuntansi, kementerian Pendidikan, kebudayaan, Olahraga, Iptek dapat mengidentifikasi nilai-nilai pembentukan karakter yang terdapat baik dalam budaya sekolah maupun pola interaksi peserta didik. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara dengan nuansa multicultural yang kental.

Situasi ini berarti bahwa multikulturalisme harus dipahami oleh semua warga negara, termasuk kaum muda, khususnya pelajar. Memberikan pemahaman yang benar tentang multikulturalisme berarti menghilangkan kemungkinan keruntuhan bangsa di masa depan. Pendidikan pada hakekatnya adalah proses peradaban yang berkesinambungan dan sistematis, membentuk kepribadian siswa menjadi manusia dewasa yang seutuhnya.

Dalam hal ini Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak dipisahkan. Sosial budaya mempengaruhi proses pembentukan kepribadian individu dalam Pendidikan. Dalam konsep ini, Pendidikan diidentikkan tidak hanya sebagai kegiatan sekolah, tetapi juga sebagai proses peradaban dalam keluarga dan masyarakat. Secara sederhana, upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengedepankan kesadaran positif terhadap keragaman budaya. Hal ini pentingnya karena esensi dari masyarakat multicultural adalah kesediaan untuk menerima dan menghormati budaya lain, yang tercermin dalam persepsi keragaman budaya.

Kebudayaan

Gagasan asli budaya, yang berasal dari studi masyarakat primitive mencakup aspek praktis sebagai sumber kekuatan yang dirancang untuk mempengaruhi berbagai ide dan perilaku modern. Membangun hubungan antara apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh orang-orang tanpa budaya kuno dan apa yang dipikirkan oleh orang-orang budaya modern bukanlah masalah ilmu teoritis yang tidak dapat diterapkan. Itu yang paling masuk akal. Proses Pendidikan tidak hanya mentransformasikan nilai nilai budaya.

Seiring dengan mentransformasikan nilai-niai budaya dari generasi ke generasi. Proses Pendidikan membantu mengembangkan motivasi mereka untuk hidup dan kepribadian kreatif yang membuat mereka menjadi pengembang dan jaringan budaya. Individu yang kreatif dan tidak produktif mengorbankan budaya atau komuitas. Pendidikan pada hakekatnya adalah proses peradaban yang berkesinambungan dan sistematis, membentuk kepribadian siswa menjadi manusia dewasa yang seutuhnya. Dalam hal ini Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Budaya masyarakat mempengaruhi proses pembentukan kepribadian dalam Pendidikan.

Pendidikan

Dalam konsep ini, Pendidikan diidentikkan tidak hanya sebagai kegiatan sekolah, tetapi juga sebagai proses peradaban dalam keluarga dan masyarakat. Secara sederhana, upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengedepankan kesadaran positif terhadap keragaman budaya. Hal ni penting karena esensi dari masyarakat multicultural adalah kesediaan untuk menerima dan menghormati budaya lain, yang tercermin dalam persepsi keragaman budaya.

Perhatikan bahwa pentingnya budaya dalam Pendidikan, budaya daerah dan nasional sangat penting dalam Pendidikan baik dalam konsep otonomi maupun di tingkat nasional, dan penting baik dalam konsep otonomi dan Pendidikan nasional. Budaya lisan dan budaya, sangat penting budaya tertulis atau budaya material atau immaterial. Norma dan nilai budaya merupakan kemungkinan dasar bagi kecerdasan inteltual, kecerdasan emosional, kecerdasan interpersonal, dan pembentukan peserta didik dalam diri individu.

Keberagaman Bahasa yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia merupakan sarana interaksi dalam proses Pendidikan. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan lahir dari ragam Bahasa. Kebudayaan merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan bangsa republik Indonesia. Budaya negara yang tergambar dalam Sumpah Pemuda dan semboyan nasional Bhineka Tunggal Ika adalah mempersatukan negara.

Semangat ini adalah kesatuan kita dari sabang sampai merauke. Meskipun memiliki budaya yang beragam , dalam konteks otonomi proses Pendidikan berart upaya Bersama untuk membangun daerah dan membangun bangsa Indonesia dalam konteks Pendidikan nasional. Pendidikan dan kebudayaan adalah hal yang saling berkaitan. Pendidikan senantiasa berubah seiring dengan perkembangan budaya. Kebudayaan senantiasa berubah karena merupakan sejarah umat manusia dan senantiasamemberikan bentuk-bentuk baru pada pola-pola yang ada.

Pengembangan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila menjadikan kebudayaan harus dikembangkan sesuai dengan hakikat manusia karena manusia sebagai pendukung Pancasila dan subjek kebudayaan. Pengembangan kebudayaan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma akan membentuk suatu masyarakat yang berorientasi pada tujuan mengangkat harkat dan martabat manusia.

Nilai-nilai Pancasila meliputi nilai kerohanian yang juga mengaku nilai vital dan material. Dan perihal nilai, adalah kualitas yang melekat pada suatu benda sehingga nilai sifatnya tetap dan tidak berubah. Dengan demikian, kebudayaan memainkan peranan yang sangat penting dalam mengarahkan terciptanya situasi yang kondusif bagi system politik, hukum, ekonomi, social, budaya dan system lain yang bersendikan pada nilai-nilai Pancasila.