Penemuan Mayat di Kebun Tebu Gegerkan Warga Sukosari

Avatar of news.Limadetik
Penemuan Mayat di Kebun Tebu Gegerkan Warga Sukosari
FOTO: Jasad korba (ditutup daun pisang) saat didatangi petugas

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Warga yang berada di perbatasan Desa Wonokusumo Tapen dan Sukosari Kabupaten Bondowoso digegerkan dengan penemuan mayat.

Mayat lelaki tua yang belakangan diketahui bernama Kusnan (83) ditemukan pertama kali oleh dua orang pria Sulas (54) dan Sur (58) sekitar jam 07.30 WIB Minggu pagi (6/11/2022) diareal perkebunan tebu Desa Sukosari Lor Kecamatan Sukosari.

Dari keterangan saksi yang pertama kali melihat mayat tersebut ,korban keluar dari rumahnya sekitar jam 03.00 pagi.

Dari keterangan Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agus Purnomo, salah satu saksi melihat korban terakhir kalinya dalam keadaan tidak bercelana hanya menggunakan baju warna motif hijau kekuningan.

“Karena kesehariannya korban memang sudah begitu dan pikun kurang lebih 3 tahun, namun pada waktu itu saksi tidak menghiraukannya” kata Agus pada Limadetik.com, Minggu (6/11/2022).

Namun sekitar pukul 07.30 WIB, saksi Sulas menemukan korban sudah terlentang di tengah jalan diareal kebun tebu dalam keadaan telanjang.

Selanjutnya dengan adanya hal ini saksi langsung melaporkan ke Polsek Sukosari.

Menindak lanjuti laporan saksi, Anggota Polsek Sukosari bersama Satpol PP dan petugas Puskesmas Sukosari mendatangi TKP. Dibantu Tim INAFIS Polres Bonsowoso yang juga datang ke TKP, mayat tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Sukosari untuk dilakukan penyelidikan.

Berdasarkan pengamatan petugas, ditemukan adanya luka pada badan bagian kepala korban yang diduga terbentur bebatuan kecil saat korban terjatuh dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban diperkirakan meninggal karena sudah usia dan terjatuh sendiri.

Dari keterangan cucu korban, Suryani, Kusnan mengalami kepikunan kurang lebih 3 tahun lamanya dan sering keluar rumah yang tak tentu arahnya.

“Kakek memang sakit – sakitan dan sudah pikun, sehingga sering berbicara sendiri tanpa ada lawan bicaranya” tutur Suryani.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga korban menerima dan menganggapnya sebagai musibah.

Respon (1)

Komentar ditutup.