Penerapan Strategi Postponement pada Manajemen Rantai Pasok dalam Memenuhi Kepuasan Konsumen

Avatar of news.Limadetik
Penerapan Strategi Postponement pada Manajemen Rantai Pasok dalam Memenuhi Kepuasan Konsumen
FOTO: Safira Audi Prameswari

OLEH : Safira Audi Prameswari
Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

____________________________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Saat ini yang menjadi persaingan dalam dunia pasar adalah bagaimana cara produsen untuk menghasilkan produk yang dapat memenuhi kepuasan konsumen. Agar mampu berkompetisi dalam dunia pasar perusahaan berusaha melayani dengan produk yang tepat sesuai kebutuhan spesifik dari setiap konsumen. Salah satu hal terpenting dalam rantai pasok adalah produsen, dimana produsen harus mengembangkan banyak strategi rantai pasok untuk mengatasi berbagai masalah dan memberikan layanan optimal yang memadai kepada setiap konsumen.

Untuk mencapai beberapa hal tersebut maka produsen perlu mempertimbangkan berbagai macam pemilihan strategi, salah satu strategi yang dapat digunakan ialah startegi penundaan atau biasa di sebut dengan Postponement Strategy. Secara umum Postponement merupakan strategi yang dilakukan dengan tujuan untuk menunda beberapa aktivitas dalam rantai pasok sampai produsen menemukan permintaan konsumen. Hal ini dilakukan untuk menata pengelolaan peermintaan dan penawaran dengan baik.

Pelaksanaan strategi ini sudah membantu banyak korporasi untuk mengalahkan para pesainngnya di pasar pada konteks mengalahkan pertarungan antar korporasi di pasar. Kong dan Allan (2007), mengatakan bahwa menggunakan asas postponement strategy bisa menumbuhkan fleksibilitas yang mampu dikembangkan dengan baik di dalam sistem rantai pemasokan. Kustomisasi dapat ditingkatkan, waktu pengiriman dipersingkat dan biaya penyimpanan dijaga serendah mungkin. Hal inilah yang mendorong bebrapa perusahaan untuk menerapkan strategi ini disaat mereka mengevaluasi rantai pasoknya.

Berikut keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan strategy postponement:

1. Effisiensi tempat simpan serta effisiensi biaya produksi
2. Meningkatkan kepuasan konsumen
3. Meningkatkan profit (keuntungan)

Strategi posponement ini sering digunakan oleh perusahaan fashion terutama didalam hal memenangkan pertarungan pasar. Sebagai salah satu contoh dalam aplikasi strategi ini ialah perusahaan yang bernama Benetton, dimana mayoritas dari keseluruhan produk yang mereka keluarkan mempunyai warna putih. Hal ini dikarenakan Benneton sudah mendapatkan data terkait tren selera mayoritas konsumen yaitu pakaian yang berwarna putih, maka mereka mulai menerapkan konsep strategi ini kedalam perusahaan yaittu melakukan produksi dengan jenis warna pakaian yang sama yakni warna putih selaras dengan tren keinginan konsumen.

Menggunakan sudut pandang konsumen ketika hendak melakukan produksi sebuah produk, yaitu melibatkan konsumen dalam penentuan jenis produk menyesuakan dari trend selera mereka melalui penerapan postponement strategy. Dengan hal inilah produsen mendapatkan keuntungan disebabkan penerapan strategi ini yakni mampu mengurangi waktu pengerjaan, mengurangi bahan produksi yang sudah menjadi sisa yang tidak bisa digunakan kembali, jahitan yang rapi dan tentunya effisiensi biaya produksi.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa strategy ini merupakan strategi menguntungkan atau biasa kita sebut dengan “win win solution” dimana bisa memberikan kepuasan pada pelanggan dan menguntungkan produsen dari segi peningkatan profit atau keuntungan yang di dapatkan perusahaan.