Opini  

Penerimaan Bantuan Tidak Merata Dari Pemdes Desa Sadulang yang Menjadi Konflik Antar Masyarakat

Avatar of news.Limadetik
Penerimaan Bantuan Tidak Merata Dari Pemdes Desa Sadulang yang Menjadi Konflik Antar Masyarakat
FOTO: Delvi Fitrianingsih

Oleh : Delvi Fitrianingsih
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

_______________________________

OPINI – Masalah konflik di Indonesia sudah tidak asing lagi dan dapat menyita perhatian publik karena bentuknya mengarah pada kekerasan sosial dan telah meluas diberbagai lapisan masyarakat. Pada umumnya konflik disebabkan oleh perbedaan pendapat, ucapan, perbuatan dan pemikiran. Salah satu konfik Bantuan Mesin Laut yang terjadi di Desa Sadulang, Kecamatan Sapekan, Kabupaten Sumenep.

Konflik yang terjadi di desa tersebut yaitu konflik Bantuan mesin Laut. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan penulis konflik bantuan mesin Laut yang terjadi di Desa Sadulang dikarenakan ada masyarakat yang merasa dirinya tidak mendapatkan bantuan tersebut, menurut hasil observasi yang dilakukan oleh penulis konflik ini bahwa setiap warga setempat pasti akan menerima Bantuan dari pemdes berupa Mesin Luat.

Seperti yang dikemukakan oleh Kepala Desa Sadulang, bahwa bantuan tersebut akan dibagi rata dan tak seorang pun tidak dapat Bantuan dimaksud. Konflik yang ada pada saat ini di Desa Sadulang sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Yaitu Konflik berupa Bantuan Mesin Laut di Desa Sadulang terjadi lagi pada tahun 2022 bulan Desember. Kasus tersebut terjadi dikarenakan ada pihak yang merasa dirinya tidak diperdulikan oleh Kepala Desa atau Anggota-angota yang bersangkutan dalam membagi Bantuan tersebut.

Dalam proses penyelesaian konflik tersebut masyarakat serta anggota-anggota yang terlibat dalam pembagian Bantuan berupa Mesin Laut, agar lebih diperjelaskan lagi kepada masyarakat yang merasa dirinya belum mendapatkan Bantuan tersebut. Menurut Widapratama & Darwis (2019) konflik merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang selalu menjadi bagian dari dinamika kehidupan manusia.

Konflik itu dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Situasi konflik akan selalu berubah dari waktu kewaktu jika konflik tersebut terus dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkonflik dalam menangani. Adapun tahapan dari konflik yaitu sebagai berikut (Endah, 2017):

Pra-konflik merupakan masa dimana terjadi ketidaksesuaian antara dua pihak atau lebih yang dapat menimbulkan konflik atau masalah. Permasalahan-permasalahan yang terjadi khususnya di Desa Sadulang bukan hanya terpicu pada satu masalah bahkan bantuan-bantuan lainnya itu terkadang tidak merata, ada sebagian masyarakat yang cukup mampu justru sering di beri bantuan, dan masyarakat yang kurang mampu justru masih dipilih-pilih, itu yang membuat masyarakat sering bercecok dan sering menyalahkan Anggota atau staff desa lainnya.

Bahkan sering kali masyarakat di Desa Sadulang sering menyalahkan Kepala Desa beserta anggota dan staff desa karena masalah bantuan tersebut yang secara tidak merata, dan yang masyarakat tidak tahu adalah Kepala Desa serta anggota dan staff desa juga sudah berusaha untuk meratakan bantuan tersebut tetapi dengan adanya kekurangan dana, maka itu yang membuat bantuan tersebut tidak merata.

Jadi dapat disimpulkan permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di Desa Sadulang, khususnya dalam bidang Bantuan yang sering menimbulkan konflik di masyarakat. Terutama untuk anggota atau staff desa agar memperjelaskan kembali terkait berbaik jenis bantuan-bantuan untuk masyarakat, serta masyarakat juga harus bersabar menunggu akan bantuan tersebut yang akan diberikan kepada masyarakat, dan juga masyarakat harus mengerti lebih mendalam tentang pembagian bantuan tersebut agar tidak menimbulkan konflik secara berulang-ulang, karena semuanya pasti akan di bagi dengan merata hanya saja dana anggaran belum cukup untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.