Pengaruh Investasi Asing terhadap Pertumbuhan Perekonomian Indonesia

Avatar of news.Limadetik
Pengaruh Investasi Asing terhadap Pertumbuhan Perekonomian Indonesia
Ilustrasi foto

ARTIKEL – Investasi atau penanaman modal adalah pembelian barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan produksi barang-barang dan jasa yag dibutuhkan dalam perekonomian. Ada beberapa ahli yang mengatakan “engine of growh”. Oleh karena itu, tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkesinambungan pada umumnya didukung oleh peningkatan investasi.

Pertumbuhan ekonomi merupakan kejadian ekonomi yang bersifat jangka Panjang dan merupakan standar hidup ekonomi masyarakat. Istilah pertumbuhan ekonomi digunakan untuk menggambarkan terjadinya kemajuan atau perkembangan ekonomi dalam suatu negara.

Dengan mengamati tingkat pertumbuhan yang tercapai dari tahun ke tahun dapatlah dinilai prestasi dan kesuksesan negara tersebut dalam mengendalikan kegiatan ekonominya dalam jangka pendek dan usaha mengembangkan perekonomiannya dalam jangka Panjang. Perbandingan juga dapat dilakukan diantara tingkat kesuksesan negara itu dalam mengendalikan dan membangun perekonomiannya apabila dibandingkan dengan yang dicapai negara-negara lain.

Setiap pembangunan ekonomi diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan pendapatan nasional atau pendapatan per kapita masyarakat. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indicator keberhasilan pembangunan ekonomi.

Harrod-Domar, dalam teorinya mengemukakan syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang Tangguh atau steady growth dalam jangka Panjang yaitu perlunya investasi. Investasi tersebut bisa berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Luar Negeri (PMA).

Menurut UU Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007 penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanaman modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanaman modal dalam negeri.

Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi salah satu sumber pembiayaan yang penting bagi wilayah yang sedang berkembang contohnya negara indoensia karena mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan. Sebagai salah satu komponen aliran modal, PMA dianggap sebagai aliran modal yang relative stabil dibandingkan dengan aliran modal lainnya, misalnya investasi portofolio maupun utang luar negeri.

Investasi asing memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang. ini mempengaruhi skenario pekerjaan, produksi, harga pendapatan, impor, ekspor, kesejahteraan umum negara penerima, dan neraca pembayaran dan berfungsi sebagai salah satu sumber penting pertumbuhan ekonomi.

Terdapat beberapa pembagian investasi asing (PMA). Berikut merupakan pembagian investasi asing (PMA) berdasarkan jenisnya.

Investasi Langsung (direct investment)
Yaitu investasi pada asset atau faktor produksi untuk melakukan usaha/bisnis, misalnya saja investasi pada perkebunan, perikanan, pabrik, toko, serta jenis usaha lainnya. Investasi ini sering pula disebut seagai investasi riil atau investasi yang jelas wujudnya, mudah dilihat dan diukur dampaknya terhadap masyarakta secara keseluruhan. Investasi langsung ini memberikan dampak ke depan berupa output usaha yang merupakan input bagi usaha lain.

Investasi tidak Langsung (Indirect Investment) Yaitu investasi bukan pada asset atau faktor produksi, melainkan pada sset keuangan (financial assets), seperti deposito, investasi, pada surat berharga (sekuritas) seperti saham dan obligasi, CP (commercial paper), reksadana, dan semacamnya.

Manfaat masa depan atas investasi jenis ini dapat berupa deviden atau capital gain kegiatan investasi tidak langsung ini dapat dilakukan oleh seluruh pihak yang memiliki kelebihan dana, dan bisa menginvestasikannya melalui Lembaga keuangan seperti perbankan, asuransi, pasar modal, ataupun pasar uang.

Menurut Noor investasi asing langsung adalah investasi pada asset atau faktor produksi untuk melakukan usaha atau bisnis di luar negeri. Misalnya investasi perkebunan, perikanan, pabrik, toko, dan jenis usaha lainnya. Pada umumnya, dalam pembicaraan sehari-hari jenis investasi ini disebut juga investasi pada asset riil atau investasi yang jelas wujudnya, mudah dilihat dan diukur dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan. Investasi seperti ini pada dasarnya bersifat jangka menengah atau jangka Panjang dan bertujuan hanya untuk memperoleh keuntungan atau laba.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan istilah investasi asing langsung adalah salah satu bentuk investasi asing, yang bersifat jangka menengah atau Panjang, yang dilakukan oleh investor asing baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun berpatungan dengan investor domestic (joint venture).

Hal tersebut tidak hanya berbentuk pengeluaran asset finansial saja tetapi juga berbentuk pengeluaran asset riil (kepemilikan modal-modal tetap), yang disertai dengan adanya control langsung dari pemilik asset atau investor atau induk perusahaan di negara penerimaan investasi tersebut.

Bila dilihat dari motif dan tujuannya, sebenarnya investasi asing langsung dapat dibedakan menjadi dua jenis yang berbeda yaitu:

Investasi Asing Langung Horizontal
Menurut kurniati investasi asing langsung horizontal adalah investasi asing langsung yang dilakukan secara horizontal akan memproduksi barang yang sama di beberapa negara. Investasi asing langsung jenis ini memiliki motivasi untuk mencari pasar yang baru. Keuntungan dari investasi asing langsung jenis ini adalah efesiensi di dalam biaya transportasi, karena tempat produksi yang ada menjadi lebih dekat dengan konsumen.

Investasi Asing Langsung Vertikal
Menurut kurniati invstasi asing langsung vertical adalah investasi asing langsung yang dilakukan secara vertical menyangkut desentralisasi secara geografis dari aliran produksi perusahaan. Perusahaan akan melakukan kegiatan produksi di negara-negara yang memiliki biaya produksi di negara tersebut akan disalurkan Kembali ke negara induk perusahaan untuk diproses lebih lanjut.

Selanjutnya bila dilihat dari bentuk pendiriannya, investasi asing langsung dapat dibedakan menjadi empat bentuk yang berbeda, yaitu :

1. FDI marger adalah investasi dalam bentuk pembelian asset riil dengan jalan untuk pengendalian andil kepemimpinan sepenuhnya dari suatu perusahaan yang berada di negara investasi tersebut.

2. FDI Akuisisi adalah investasi dalam bentuk pembelian asset finansial 10 persen atau lebih dari saham kpemilikan perusahaan yang sudah ada sebelumnya di negara penerima investasi tersebut.

3. FDI Greenfield adalah investasi dalam bentuk pendirian unit-unit produksi baru dimana modal asing sepenuhnya dimiliki olehperusahaan atau investor asing di negara penerima investor tersebut.

4. FDI Join Venture adalah investasi dalam bentuk pendirian unit-unit produksi baru dimana model asing, tidak hanya dimiliki oleh investor asing, tetapi juga dimiliki investor domestic di negara penerima investasi tersebut.

Investasi merupakan salah satu unsur dalam meningkatkan kinerja ekonomi suatu negara. Penanaman modal asing dapat mengisi kesenjangan anatar persediaan tabungan, cadangan devisa, penerimaan pemerintah, dan keahlian manajerial yang terdapat di negara penerimanya dengan tingkat persediaan yang dibutuhkan untuk dapat mencapai target-target pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Maka, penenaman modal asing yang masuk akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Semakin besar modal asing yang masuk, maka akan semakin tinggi pertumbuhan ekonominya. Investasi asing juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di indonesia.

Ditulis Oleh :
Andria Putri Novita Erwanda
Prodi : Ekonomi Pembangunan
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang
Dosen Pengampu : Dra. Arfida Boedirochminarni, M.S.