Pengenalan dan Pemahaman Multikultural Seni Budaya Lokal Kepada Generasi Muda

Avatar of news.Limadetik
Pengenalan dan Pemahaman Multikultural Seni Budaya Lokal Kepada Generasi Muda
FOTO: Deanita Arisanty P

OLEH : Deanita Arisanty P
Prodi: Ilmu Hukum
Universitas: Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

_______________________________

Pengantar

LIMADETIK.COM – Jika kita bicara tentang multikultural, tentu tidak akan ada habisnya. Untuk topik yang saya pilih kali ini adalah mengenai Multikultural Seni Budaya Lokal bagi generasi muda saat ini.

Bagi generasi generasi muda, mungkin masih ada yang belum paham tentang apa itu multikultural Seni budaya lokal? . Yuk kita bahas lebih mendalam tentang multicultural budaya lokal di tulisan saya kali ini. Semoga opini saya bisa membantu para generasi muda untuk lebih mengenal betapa indahnya multikultural seni budaya lokal di negeri tercinta ini.

Pendahuluan

Masyarakat Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa, budaya, dan agama. Keragaman budaya tersebut menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang multikultural. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), multikultural adalah bersifat keberagaman budaya.
Istilah multicultural mungkin sering kita dengar / digunakan untuk menjelaskan suatu kesatuan dari berbagai macam suku dan etnis yang berbeda beda jenisnya namun dalam satu negara.

Masyarakat multicultural mengusung konsep multikulturalisme yang artinya meskipun terdiri dari berbagai etnis masyarakat yang berbeda, namun memiliki kesetaraan berbagai budaya lokal tanpa mendiskriminasi atau mengacuhkan keberadaan budaya lokal lainnya.

Pengertian budaya menurut ahli :

1. E.B. Taylor
Seorang antropolog Inggris bernama E.B Taylor mendefinisikan budaya sebagai sesuatu kompleks yang mencakup pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lainnya yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat

2. Kluckhohn dan Kelly
Pengertian budaya menurut Clyde Kluckhohn dan William Henderson Kelly dalam bukunya The concept of culture adalah semua rancangan hidup yang diciptakan secara historis baik secara eksplisit, implisit, rasional, irasional, dan nonrasional, yang ada pada waktu tertentu sebagai panduan potensial dalam perilaku manusia.

3. Louise Damen.
Louise Damen menulis dalam bukunya Culture Learning: The Fifth Dimension in the Language Classroom, bahwa budaya mempelajari berbagi pola atau model manusia untuk hidup seperti pola hidup sehari-hari. Pola dan model ini meliputi semua aspek interaksi sosial manusia.
Budaya adalah mekanisme adaptasi utama umat manusia.

4. Geert Hofstede
Menurut Geert Hofstede seorang psikolog sosial Belanda dalam bukunya National cultures and corporate cultures. In L.A. Samovar & R.E. Porter (Eds.), Communication Between Cultures bahwa budaya adalah pemrograman kolektif pikiran yang membedakan anggota dari satu kategori orang dari yang lain.

5. Ralph Linton
Seorang Antropolog Amerika di abad 20an, Ralph Linton mendefinisikan budaya dalam bukunya The Cultural Background of Personality. Menurutnya budaya adalah Budaya adalah susunan perilaku yang dipelajari dan hasil perilaku yang elemen komponennya dibagi dan ditularkan oleh anggota masyarakat tertentu.

6. Eduard Spranger.
Menurut Edward Spranger seorang filsuf dan psikolog Jerman,kebudayaan adalah segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan peradaban ialah perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya.

Budaya lokal biasanya didefinisikan sebagai budaya asli dari suatu kelompok masyarakat tertentu. Di Indonesia sendiri, kaya akan seni budaya lokal. Malahan budaya lokal menjadi daya tarik turis mancanegara ketika berkunjung ke Indonesia. Oleh karena itu, sungguh sayang sekali jika para generasi muda seperti kita, tidak mengetahui dan tidak dapat melestarikan seni budaya lokal yang bermacam macam jenisnya.

Berikut contoh beberapa seni budaya lokal kita yang sudah mendunia :

1. Kesenian Wayang Kulit
Kesenian yang terbuat dari kulit hewan ini berasal dari pulau Jawa.Setiap pertunjukan wayang kulit selalu memiliki makna filosofis.

2. Tari Saman.
Tari Saman berasal dari Aceh. Mungkin kalian masih ingat bahwa Tari Saman menjadi tarian pembuka di Sea Games 2018. Sangat membanggakan bukan? . Tarian ini berfokus pada kekompakan para penari sehingga menciptakan gerakan yang sangat indah.

3. Tari Kecak
Semua pasti sudah tahu Bali ya? Tari Kecak berasal dari pulau dewata, yaitu Bali. Tari Kecak tercipta dari perpaduan seni, budaya, dan kisah mistik. Tari Kecak adalah salah satu tarian yang paling populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Keunikan Tari Kecak ialah hanya dengan melantunkan suara “cak, cak, cak” secara tegas dan berulang-ulang hingga memiliki irama, dan dengan gerakan tangan para penari yang kompak. Tari Kecak merupakan salah satu daya tarik turis mancanegara jika mereka berkunjung ke Bali.

4. Reog Ponorogo.
Tidak hanya sate Ponorogo yang terkenal, kota Ponorogo memiliki kesenian budaya lokal yang sangat terkenal yaitu Reog Ponorogo. Reog adalah salah satu kebudayaan di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik. Dalam seni pertunjukan reog biasanya tidak mengikuti skenario yang telah disusun dan terkadang ada interaksi antara pemain reog dan penonton.

Problematika
Generasi muda kurang berminat dan paham dengan multikultural kesenian budaya lokal.

Pembahasan
Beberapa penyebab kurangnya minat para generasi muda adalah kurangnya sosialisasi, edukasin dan pengenalan. Kalau kita amati, hanya ada beberapa budaya lokal mungkin yang kita tahu, padahal banyak sekali jenisnya. Hampir di setiap wilayah pasti memiliki seni budaya lokal. Padahal masing masing kesenian budaya lokal memiliki hak dan kesetaraan yang sama dalam hal dikenal public masyarakat. Itulah yang dimaksudkan dengan Multikultural kesenian budaya lokal.

Maraknya budaya asing yang masuk di negeri kita, juga termasuk salah satu factor yang membuat generasi muda berpaling dari budaya lokal. Dengan pola pikir mereka mungkin yang lebih modern, sehingga mereka lebih memahami budaya asing. Padahal budaya lokal tidak selamanya ketinggalan jaman lho. Kaum muda mungkin juga masih ada yang merasa gengsi, khawatir dianggap berselera kuno/jadul.

Solusi
Orangtua dan pendidik berperan penting dalam mengenalkan multicultural budaya lokal. Pengenalan sejak dini melalui pertunjukan langsung atau materi atau ilustrasi yang menarik tentu akan menarik minat para generasi muda. Sosialisasi dan promosi lewat media social tentu akan memudahkan bagi generasi muda sebagai kaum yang “melek teknologi” mereka bisa mengakses dari mana saja.

Diadakan seminar seminar pengenalan ke sekolah sekolah juga merupakan salah satu ide yang bagus.Sehingga kaum muda nanti bisa melestarikan budaya lokal dari masing masing daerahnya. Tentunya menjadi salah satu keuntungan negara nantinya, agar multikultural budaya lokal yang begitu banyak jenisnya di Indonesia lebih dikenal luas.

Kesimpulan
Nah dari opini di atas, bisa saya simpulkan bahwa sebenarnya pengenalan dan pemahaman multikultural seni budaya lokal sebenarnya tidak sulit kepada generasi muda. Kembali pada peran orang tua, pendidik dan lingkungan.

Apalagi generasi muda sekarang juga pasti lebih tanggap dalam hal teknologi dan pola pikirnya, tentu akan banyak ide ide kreatif yang bermunculan untuk melestarikan masing masing kebudayaan lokal dari daerahnya masing masing. Sekian opini dari saya, terima kasih .