Pentingnya Audit Kas dan Setara Kas Pada Suatu Perusahaan

Avatar of news.Limadetik
Pentingnya Audit Kas dan Setara Kas Pada Suatu Perusahaan
Ilustrasi

OLEH : Citra Ayu Puspaningrum
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Prodi : Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang
Email : citraayu.puspa@gmail.com

_____________________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Dalam sebuah perusahaan salalu ingin mendapatkan keuntungan yang cukup besar dalam usahanya agar kelangsungan hidup suatu perusahaan dapat terus berjalan. Dimana tujuan tersebut untuk mendapatkan laba yang dihasilkan dari setiap transaksi transaksi seperti penjualan, pembelian, yang mana transaksi tersebut berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut.

Laporan keuangan merupakan informasi yang terstruktur terkait pencatatan atas posisi keuangan dalam sebuah perusahaan. Laporan keuangan disusun perusahan baik pihak internal maupun pihak external yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disajikan berdasarkan tingkat kewajaran. Meskipun begitu sering terjadi kesalahan mengenai pencatatatn yang menyebabkan ketidaksesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), hal tersebut yang mendorong adanya pengendalian internal yang ditetapkan sebuah perusahaan.

Kas merupakan sumber pembiayaan yang paling likuid, dimana saldo kas dapat digunakan setiap saat selama proses pembiayaan usaha. Kas adalah harta lancar perusahaan yang dengan mudah disalahgunakan. Hal tersebut karena banyaknya transaksi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas. Berdasarkan jenis asset lainnya, kebanyakan asset harus di konversi terlebih dahulu ke kas supaya dapat diuangkan, sendangkan kas tidak perlu di uangkan maka mudahnya untuk disalahgunakan. Oleh karena itu sangatlah perlu dilakukan audit terhadap saldo kas.

Tujuan utama audit saldo kas adalah untuk memastikan saldo kas telah diidentifikasi dengan tepat dalam neraca, sehingga kas tersebut dapat memenuhi entitas. Dengan adanya audit kas maka akan memudahkan perusahaan untuk mengembangkan anggaran kas. Adanya pengelolaan anggaran kas yang baik dalam perusahaan dapat mengantisipasi perkiraan pendapatan dan pengeluaran kas. Dengan teknik peramalan kas, dalam sebuah manajemen perusahaan dapat merencanakan untuk menginvestasikan kelebihan kas ketika terdapat kebutuhan akan kas mendapatkan pinjaman dengan tingkat bunga yang menguntungkan.

Berdasarkan PSAK No.2 kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposits), sedangkan setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang signifikan. Kas adalah satu-satunya akun yang termasuk dalam sebuah siklus dimana kas ini merupakan bagaian dari siklus, kecuali persedian dan pergudangan. Maka dari itu kas sangat penting karena potensi terjadinya kecurangan dan kesalahan sangat tinggi.

Dari beberapa penjelasan tersebut terdapat tujuan audit saldo kas dimana untuk mendapatkan bukti tentang masing-masing asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo kas. Asersi disini adalah pernyataan yang dibuat oleh suatu pihak secara implisit yang digunakan oleh pihak lain (pihak ketiga).

1. Asersi Keberadaan dan Keterjadiaan
Dimana dalam hal ini saldo kas dicatat harus sesuai berdasarkan tanggal neraca

2. Asersi Kelengkapan
Saldo kas berpengaruh terhadap semua transaksi kas yang terjadi, seperti transfer kas antar bank pada akhir tahun maka dicatat pada periode yang tepat.

3. Asersi hak dan kewajiban
Klien mempunyai legal atas seluruh saldo kas yang tampak pada tanggal neraca

4. Asersi pelaporan dan pengungkapan
Saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokkan dengan tepat dalam neraca. Setelah itu identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telah dilakukan berdasarkan dengan adanya pembatasan penggunaan kas.

Proses audit kas dan setara kas harus melihat tingkat materialitas, risiko, dan strategi. Hal ini bertujuan agar hasil yang didapatkan akurat. Tingkat volume transaksi menyebabkan tingginya resiko bawaan siklus kas. Ada beberapa factor yang menyebabkan risiko bawaan pada siklus kas, antara lain:

a. Tingginya potensi salah saji yang terjadi karena volmue transaksi yang tinggi
b. Sifat kas (sangat liquid dan banyak diminati)
c. Kemungkinan memanipulasi dalam bentuk kitting (tidak mencatat pembayaran
tetapi mencatat penyetoran dalam melakukan transfer bank) dan window dressing
(memanipulasi laporan keungan di masa tutup buku atau pada kuartal akhir).

Risiko bawaan yang tinggi dalam kas dan setara kas ini menyebabkan perusahan
memprioritaskan dan memperluas struktur pengendalian internal siklus kas untup pencegahan
dan mendeteksi salah saji.

Dalam pengujian pengendalian siklus kas terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan diantaranya yaitu :

1. Ambil sampel bukti kas masuk
Akuntan mengambil sampel bukti kas masuk yang disimpan dalam arsip jurnal, buku besr dan laporan bukti kas masuk, hal ini bertujuan untuk memperoleh keyakinan adanya unsure pengendalian internal dalam penerimaan kas.

2. Ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar
Prosedur pemeriksaan ini dilaksanan oleh akuntan pada pengujian kepatuhan terhadap siklus pembelian.

3. Ambil berita secara perhitungan kas
Dimana praktik ini mengharuskan dilakukannya perhitungan secara periodic kas yang ada ditangan dan pencocokan terhadap jumlah kas hasil perhitungan tersebut dalam catatan akuntansi kas.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa audit saldo kas sangatlah penting dalam sebuah perusahaan. Karena kas sangat rentan terjadinya kecurangan dan juga karena kemungkinan terdapat kesalahan. Tujuan audit ditentukan dari lima asensi laporan yang dinyatakan oleh manajemen perusahaan.

Penulis: Citra Ayu PuspaningrumEditor: Wahyu