Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Dibawah Umur

Avatar of news.Limadetik
Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Dibawah Umur
FOTO: Lela Nur Masytah

OLEH : Lela Nur Masytah
Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

________________________________________________

(Fenomena Anak Usia Sekolah Yang Kurang Beruntung Memperoleh Pendidikan)

NEWS.LIMADETIK.COM – Indonesia termasuk salah satu negara dengan angka buta huruf yang tinggi, hal tersebut diterangkan oleh UNESCO. Meskipun zaman sudah berubah dan teknologi juga semakin berkembang pesat, fenomena buta huruf ini masih terjadi di negeri kita tercinta ini. Fenomena tersebut dapat terjadi seiring dengan adanya beberapa faktor, faktor pertama karena masalah ekonomi.

Masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami ketidakstabilan ekonomi hal tersebut dikarenakan kebutuhan-kebutuhan yang semakin banyak dan mahal tetapi tidak diimbangi dengan kondisi finansial yang baik. Dan kebanyakan masyarakat yang berada dalam kondisi seperti itu, mereka terlalu menganggap remeh pentingnya suatu pendidikan. Mereka lebih memilih untuk bekerja mencari uang saja daripada berkutat dengan buku dan pensil, karena menurut mereka hal tersebut tidak akan membuat perut mereka terasa kenyang. Pemikiran-pemikiran seperti itu yang nantinya akan menimbulkan dampak buruk, contohnya saja sudah banyak kita temui yaitu anak jalanan.

Banyak anak dibawah umur yang bahkan masih berada di usia sekolah terpaksa berhenti dan tidak menempuh pendidikan karena beberapa faktor, pertama faktor ekonomi itu sendiri memaksa mereka untuk lebih mengutamakan mencari uang untuk makan dan kebutuhan-kebutuhan sehari-hari daripada pergi ke sekolah untuk belajar, faktor sosial yaitu kurangnya pemahaman orangtua mengenai pentingnya sebuah pendidikan bagi masa depan anak.

Jika dilihat dari sisi psikologis pasti terdapat rasa iri dan cemburu dari anak tersebut saat melihat teman seusianya dapat belajar sedangkan ia tidak. Mereka terpaksa harus mencari uang dengan meminta-minta, mengamen, berjualan di lampu merah, hal yang semestinya tidak mereka lakukan di usia dini saat ini. Perlu diingat bahwa mempekerjakan anak dibawah umur dilarang di dalam UU No 13 tahun 2003.

Faktor sosial yang lainnya adalah pengaruh dari lingkungan sekitar, di mana kita menetap dan
berinteraksi secara terus-menerus maka disitu karakter kita akan terbentuk. Dengan kata lain sikap, perilaku, tindakan, kebiasaan, dan pemikiran akan sesuai dengan dengan siapa kita berinteraksi setiap hari. Dalam hal ini seseorang yang berpikir bahwa pendidikan itu tidak begitu penting akan selalu memiliki pemikiran tersebut dan dapat berdampak pada lingkungannya.

Seseorang dengan pemikiran seperti ini sulit sekali untuk diubah karena mereka lebih mengedepankan prioritas utama dan berpegang teguh pada pemikirannya dalam artian tidak mudah untuk diberi tahu mengenai suatu kebenaran. Faktor politik, tentunya kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya hal ini baik kepada orang yang bersangkutan maupun kepada pemerintah, karena pemerintah sudah mengupayakan beberapa hal mengenai pentingnya pendidikan 12 tahun. Contohnya saja adanya Kartu Indonesia Pintar, beasiswa bagi murid yang kurang mampu secara finansial dan berprestasi, bantuan dana BOS, penyuluhan pentingnya pendidikan 12 tahun dan lain-lain.

Juga kurangnya pendidikan dalam bidang agama sedari dini, akan membuat kurangnya pemahaman anak mengenai baik dan buruknya suatu hal untuk dilakukan atau ditinggalkan. Dari adanya fenomena anak yang bekerja dibawah umur ini, dapat menimbulkan berbagai akibat baik kepada diri mereka sendiri, masyarakat dan juga negara. Akibat kepada diri mereka sendiri yaitu:

1. Hilangnya masa kanak-kanak mereka untuk bermain.
2. Kurangnya pengetahuan mereka karena tidak menempuh pendidikan.
3. Timbul rasa iri dari diri mereka ketika melihat teman seumurannya yang pergi bersekolah.
4. Dapat terpengaruh lingkungan pertemanan yang buruk, yang dapat berakibat pada perubahan sikap dan kebiasaan.

Begitu pula dampak atau akibat bagi masyarakat itu sendiri, antara lain :
1. Banyaknya anak jalanan dapat mengganggu ketertiban di lampu lalu lintas.
2. Dapat menimbulkan tindak kejahatan seperti pencurian, pencopetan, dan tindakan jahat lain seperti penganiayaan dan pelecehan seksual.
3. Lingkungan yang kumuh akan mengabitkan bau yang tidak sedap dan lingkungan kotor yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Sedangkan bagi negara akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut adalah :
1. Jika banyak anak-anak yang tidak menempuh pendidikan, maka angka buta huruf akan semakin tinggi di kalangan masyarakat.
2. Tingginya angka kemiskinan karena faktor ekonomi.
3. Menyebabkan adanya ketimpangan pendapatan, pendapatan ekonomi menurun.
4. Di bidang kesehatan, lingkungan yang kumuh berpotensi menjadi sarang penyakit. Yang menyebabkan rendahnya kualitas kesehatan penduduk.

Dari berbagai akibat yang ditimbulkan di atas, perlunya upaya pencegahan dan penanggulangan atas
masalah ini, untuk membuat penurunan pada angka buta huruf yang menjadi permasalahan di Indonesia ini kita sebagai generasi muda memiliki tanggungjawab dalam membuat perbaikan pada kualitas Sumber Daya Manusia. Upaya yang dapat dilakukan yakni :

a. Ikut dalam penyuluhan-penyuluhan mengenai pentingnya pendidikan.
b. Jika kita adalah mahasiswa bisa melakukan pengajaran gratis kepada anak-anak jalanan.
c. Memberikan bantuan berupa alat-alat tulis, buku, tas sebagai media belajar bagi mereka.
d. Mengadakan pendidikan keaksaraan bagi warga masyarakat yang buta aksara.
e. Mengajak masyarakat untuk ikut serta hadir dalam penyuluhan mengenai keagamaan
sebagai pedoman mereka dalam bertingkah laku menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Upaya-upaya di atas adalah bentuk kepedulian masyarakat pada penduduk terutama anak-anak usia sekolah yang tidak bisa menempuh pendidikan dikarenakan beberapa faktor, terutama faktor ekonomi. Kita tidak bisa selalu menutup mata terhadap persoalan ini, karena pendidikan adalah satu-satunya kunci keberhasilan dalam hidup. Untuk bekerja kita butuh pendidikan, untuk mendidik anak kita butuh yang namanya pendidikan bahkan dalam bertuturkata kita perlu adanya pendidikan.

Sebab lewat pendidikan kita diajarkan untuk memiliki adab dalam bertingkah laku dan mengajarkan hal mana yang baik untuk dilakukan dan hal mana yang buruk untuk dihindari. Untuk kedepannya sangat diharapkan dengan berbagai upaya baik dari masyarakat maupun pemerintah agar angka buta huruf pada masyarakat dapat menurun dan anak-anak bisa kembali belajar dan bermain selayaknya yang seharusnya mereka lakukan.