Opini  

Pentingnya Pendidikan Multikultural

Avatar of news.Limadetik
Pentingnya Pendidikan Multikultural
FOTO: Fadilah Khana Althafiana

OLEH : Fadilah Khansa Althafiana
Nim : 220404010039
Prodi: Manajemen
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

_______________________________

Pengantar

LIMADETIK.COM – Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang berlandaskan pada asas dan prinsip konsep multikulturalisme yakni konsep keberagaman yang mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan
dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, dan kelas, agama berdasarkan nilai dan paham demokratis yang membangun pluralisme budaya dalam usaha memerangi prasangka dan
diskriminasi.

Adapun pentingnya pendidikan multikultural di Indonesia yaitu sebagai sarana alternatif pemecahan konflik, peserta didik diharapkan tidak meninggalkan akar budayanya, dan pendidikan multikultural sangat relevan digunakan untuk demokrasi yang ada seperti sekarang.

Pendahuluan

Pendidikan merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain dalam mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam kompetisi kehidupannya. Dalam aktifitas pendidikan, peserta didik merupakan sasaran dan sekaligus sebagai subjek pendidikan.

Rumusan Masalah
Pendidikan multikultural sangat penting untuk mencerdaskan bangsa.

Pembahasan

Implementasi pendidikan multikultural adalah usaha penerapan sadar untuk mengembangkan kepribadian di dalam dan di luar sekolah yang mempelajari tentang berbagai macam status sosial, ras, suku, agama agar tercipta kepribadian yang cerdas dalam menghadapi masalahmasalah keberagaman budaya.

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Multikultural berarti beranekaragaman kebudayaan.

Tujuan pendidikan multikultural untuk menambahkan sikap simpati, respek, apresiasi dan empati terhadap penganut agama dan kultur yang berbeda. Tujuan utama dari pendidikan multikultural adalah untuk menanamkan sikap simpatik, respek, apresiasi, dan empati terhadap
penganut agama dan budaya yang berbeda.

Pendidikan multikultural merupakan proses pengembangan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia upaya pengajaran, pelatihan, proses,
perbuatan dan cara-cara mendidikyang menghargai pluralitas dan heterogenitas secara humanistik.

Ada tiga tantangan besar dalam melaksanakan pendidikan multikultural di Indonesia, yaitu toleransi, kepercayaan dan agama, suku bangsa dan tradisi.

Adapun pentingnya pendidikan multikultural di Indonesia yaitu sebagai sarana alternatif pemecahan konflik, peserta didik diharapkan tidak meninggalkan akar budayanya, dan pendidikan multikultural sangat relevan digunakan untuk demokrasi yang ada seperti sekarang.

Model-model pembelajaran mengenai kebangsaan memang sudah ada. Namun, hal itu masih kurang untuk dapat mengahargai perbedaan masing-masing suku, budaya maupun etnis. Hal ini dapat dilihat dari munculnya berbagai konflik dari realitas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Hal ini berarti bahwa pemahaman mengenai toleransi di masyarakat masih sangat kurang.

Penyelenggaraan pendidikan multikultural dapat dikatakan berhasil apabila terbentuk pada diri setiap peserta didik sikap saling toleransi, tidak bermusuhan, dan tidak berkonflik yang disebabkan oleh perbedaan budaya, suku, bahasa, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Pendidikan di Indonesia yang masyarakatnya terdiri dari berbagai macam ras, suku budaya, bangsa, dan agama dirasa penting untuk menerapkan pendidikan multikultural. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa dengan masyarakat Indonesia yang beragam inilah seringkali menjadi penyebab munculnya berbagai macam konflik.

Pendidikan multikultural adalah strategi pendidikan yang diaplikasikan pada semua jenis mata pelajaran dengan cara menggunakan perbedaan-perbedaan budaya yang ada pada para siswa seperti perbedaan etnis, agama, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan dan umur agar proses belajar menjadi efektif dan mudah.

Pendidikan multikultural tidak hanya dipelajari dalam pendidikan normal saja. Melainkan pendidikan multikultural itu harus dipelajari oleh masyarakat luas, secara non formal melalui berbagai macam diskusi, presentasi. Agar
dapat terciptanya masyarakat Indonesia yang tentram dan damai.