banner podcast

Pentingnya Sistem Good Corporate Gorvernance dalam Sebuah Perusahaan

  • Bagikan
Pentingnya Sistem Good Corporate Gorvernance dalam Sebuah Perusahaan
FOTO: ilustrasi
Banner Iklan

OLEH:
 Rian Khosy Riswanda
201810170311029
 Daffa ataya bakhits
201810170311044
 Moch Rifiqi
201810170311032

Melihat segala sektor perusahaan yang kian tahun kian bertumbuh menyebabkan pula munculnya variasi perusahaan dalam melakukan manajemen untuk mengatur system di perusahaan tersebut yang tujuan tidak lain untuk meningkatkan sebuah citra atau nilai perusahaan tersebut. Studi membuktikan bahwa sebuah manajemen tidak cukup untuk sekedar memastikan bahwa kinerja yang dilakukan oleh manajer telah berjalan dengan efisien. Untuk menambah sebuah nilai perusahaan manajer di tuntut untuk mengeluarkan ide yang lebih dari biasanya salah ide tersebut ialah system Good Corporate Governance (GCG).

Konsep dari system tersebut menekankan pentingnya pemegang saham memiliki hak untuk memperoleh informasi yang akurat mulai dari ketepatan waktu, transparansi, kepemilikan hingga kinerja perusahaan. Namun sangat disayangkan bahwa ternyata Negara Indonesia memiliki indeks Good Corporate Governance yang sangat rendah Survey dari Booz-Allen di Asia Timur pada tahun 1998 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki indeks corporate governance paling rendah dengan skor 2,88 jauh di bawah Singapura (8,93), Malaysia (7,72) dan Thailand (4,89). Rendahnya kualitas GCG korporasi-korporasi di Indonesia ditengarai menjadi kejatuhan perusahaanperusahaan tersebut.

Sebelum terjun lebih jauh lagi mari kita mengenal terlebih dahulu unsur-unsur apa saja yang dibutuhkan untuk menjadikan perusahaan tersebut menjadi good corporate governance. Good Corporate Governance Istilah Corporate Governance (CG) pertama kali diperkenalkan oleh Cadbury Committee tahun 1992 dalam laporannya yang dikenal sebagai Cadbury Report. Terdapat banyak definisi tentang CG yang pendefinisiannya dipengaruhi oleh teori yang melandasinya. Definisi Corporate Governance menurut FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia) adalah sebagai berikut: “Seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara para pemegang saham, pengurus (pengelola), pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang barkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan”.

Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa Corporate Governance adalah sistem yang mengatur, mengelola, dan mengawasi proses pengendalian usaha untuk menaikkan nilai saham, sekaligus sebagai bentuk perhatian kepada stakeholders, karyawan, kreditor, dan masyarakat sekitar. Good Corporate Governance berusaha menjaga keseimbangan di antara pencapaian . Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance tujuan ekonomi dan tujuan masyarakat.

Setelah mengenali dasar apa itu system GCG ( Good Corporate Governance) kita lanjut untuk mengenali bagaimana system tersebut bekerja. Prinsip Good Corporate Governance, Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) yang tertuang dalam Pedoman Umum GCG Indonesia (2006), terdapat 5 asas / prinsip yang menjadi pedoman dalam penerapan GCG yaitu antara lain :

1. Transparansi (transparency), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan;
2. . Kemandirian (independency), yaitu suatu keadaan di mana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
3. Akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif;
4. Pertanggungjawaban (responsibility), yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
5. Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Melihat dari fenomena yang dialami oleh Jiwasraya yang mengalami gagal bayar atas produk JS Saving Plan yang dipasarkan kepada nasabah melalui bank karena adanya oknum jahat yang bermain dibelakang sehingga menyebabkan kurangnya tanggung jawab oleh pihak Jiwasraya yang hingga kini isunya, selain bangkrut Jiwasraya masih memiliki kewajiban membayar klaim nasabah senilai kurang lebih 16 Triliun. Fenomena ini menunjukan bahwa praktik good corporate governance yang diterapkan oleh Jiwasraya tidak berjalan dengan baik.

Gagal bayar yang dialami oleh Jiwasraya ini disebabkan karena nilai solvabilitas dan likuiditas perusahaan tidak mampu untuk membayar atau mengembalikan manfaat yang telah dijanjikan kepada pemegang polis, secara bahasa awam mengartikan bahwa investasi yang dilakukan oleh oknum tidak berjalan dengan baik sehingga dana yang diputar ke investasi tersebut menurunkan nilai asset dan menimbulkan hutang yang lebih tinggi daripada dana yang kita putar atau biasa kita sebut lebih besar pasak daripada tiang.

Melihat dari fenomena Jiwasraya tersebut kita dapat menarik kesimpulan betapa pentingnya metode Good Corporate Governance tersebut di terapkan pada sebuah perusahaan, dengan tidak adanya metode tersebut menyebabkan perusahaan terlilit hutang yang tinggi dan menimbulkan terjadinya kebangkrutan. Apabila sebelumya perusahaan telah mengawasi dengan ketat implementasi Good Corporate Governance tersebut pasti tidak akan terjadi fenomena buruk seperti yang dialami saat ini

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.