Peran Otot Pada Olahraga Panahan

OLEH: Firdaus Nur Iman
Universitas Negeri Malang

Menurut perpani pengda Jawa barat (2002) panahan adalah olahraga yang dilakukan dengan pemakaian alat berupa busur dan anak panah dengan pemakaian target sasaran yang berangka 1-10, angka tersebut diwakili oleh lingkaran yang berwarna.

Setelah mengalami perkembangan panahan di masukan kedalam cabang olahraga pada PON ke dua di Jakarta 21-28 Oktober 1951 dengan awalnya dengan ciri khas olahraga tradisional yang dilakukan dengan posisi duduk sila. Olahraga panahan yang semula berciri kedaerahan, akhirnya mengalami perkembangan yang demikian pesat mulai dilombakan dengan aturan perlombaan (Nikanor Asaribab, Siswantoyo, 2015: 40).

Panahan adalah cabang olahraga yang membutuhkan alat agar bisa dimainkan yaitu busur dan anak panah. Panahan yang merupakan budaya bangsa dapat dikembangkan dalam bentuk olahraga bergengsi, bermutu dan menarik di mata masyarakat. Sejalan dengan itu menurut Prasetyo (2010: 66).

Olahraga panahan bukan olahraga sembarangan tetapi merupakan suatu bentuk seni meditasi, karena bagi pemanah yang unggul, pemanah dan sasaran bukan merupakan lawan, tapi telah lebur jadi satu (Suandi, 2017: 397).

Pemanah membutuhkan kekuatan dan daya tahan otot agar mampu menarik busur yang berat tarikannya sehingga dengan busur yang berat dapat membuat anak panah melaju dengan cepat dan melawan kecepatan angin yang dapat menghambat laju nya kecepatan anak panah.

Kebutuhan kekuatan dalam cabang olahraga panahan dapat ditingkatkan dengan rajin melakukan aktivitas fisik, sehingga
memerlukan latihan kekuatan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh atlet tersebut.

Daya tahan otot sangat penting pada olahraga panahan karena dengan kondisi busur yang berat dapat membuat pemanah cepat mengalami kelelahan sehingga pemanah tidak akan fokus dan tidak kuat menarik busur yang berat tersebut. Daya tahan otot adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi yang berturut-turut untuk waktu yang lama.

Dalam Olahraga panahan melibatkan otot-otot bagian atas tubuh, otot pada kaki, dan otot belakang tubuh. Otot yang dominan pada atas tubuh adalah Kelompok Back tension (Rhomboid, Levator Scapulae, dan Trapezius), Deltoids, Latissimus Dorsi, Otot Rotator Cuff (Supraspinatus, Infraspinatus dan Teres Minor), Biceps, Triceps, dan otot pada tangan (Flexor carlph radialis ulnaris dan digitorium).

Memanah membutuhkan kekuatan dan fokus yang cukup besar sehingga menjadikannya aktivitas yang ideal untuk membuat seseorang tetap bugar dan sehat. Kekuatan untuk menarik panah dihasilkan terutama oleh otot bahu dan punggung atas pemanah. Otot-otot di daerah kaki dan perut memiliki fungsi sebagai otot pemyangga.

Latihan beban adalah hal yang dapat meningkatkan kekuatan otot. Menurut Suharjana (2007: 87) latihan beban (weight training) adalah latihan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan beban sebagai alat untuk menambah kekuatan otot guna memperbaiki kondisi fisik atlet, mencegah terjadinya cedera atau untuk tujuan kesehatan.

Latihan beban dapat dilakukan dengan menggunakan beban dari berat badan sendiri (beban dalam) atau menggunakan beban luar yaitu beban bebas (free weight) seperti dumbell, barbell, atau mesin beban (gym machine).

Bentuk latihan yang menggunakan beban dalam yang paling banyak digunakan seperti chin-up, push-up, sit-up, ataupun back-up, sedangkan menggunakan beban luar sangatlah banyak dan bervariasi sesuai dengan tujuan latihan serta perkenaan ototnya.