Perempuan Terbaik dalam AL Qur’an

Avatar of news.Limadetik
Perempuan Terbaik dalam AL Qur’an
FOTO: Muslimat NU DKI Jakarta berkumpul di Masjid Istiqlal

Oleh: Binti Mahsunah
____________________________

LIMADETIK.com – Pengajian Rutin bulanan Pimpinan Wilayah Muslimat-NU Daerah Khusus Ibu kota Jakarta (PWM-NU DKI) yang di ketuai oleh Ibu nyai Hj. Hisbiyah Rohim, MA. Dalam periode keduanya ini mengawali pengajian rutin Bulanan pada Sabtu 24 September 2022 yang bertempat di masjid Istiqlal Jakarta.

Pengajian ini dihadiri oleh sedikitnya 500 orang, mereka datang dari 5 wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu, semangat para jama’ah ini di karenakan mereka merindukan pengajian secara offline karna selama ini pengajian mereka dilaksanakan via online akibat dari dampak Covid 19.

Hadir pada kesempatan ini perwakilan dari Pimpinan Pusat Muslimat NU yaitu: Prof. Dr. Sri Muliati, MA, beliau adalah salah satu Ketua memberikan sambutan yang menguatkan ghiroh para jama’ah dan terlebih memotivasi kepengurusan Muslimat Wilayah DKI. Hal ini merupakan dukungan penuh dari Pimpinan Pusat kepada Pimpinan Wilayah yang berdampak sangat positif dan mampu meningkatkan semangat juang merajut tali silaturahim untuk meneguhkan perjuangan demi persatuan dan kesatuan bangsa, menggalang kebenaran li i‘la kalimatillah.

Kegiatan pengajian yang di ikuti para jamaah yang terdiri dari kalangan ibu-ibu Muslimat ataupun mama-mama muda viral “mamud” ini menjadi ciri khas kegiatan keNU-an di wilayah manapun yang sudah tersebar luas di bumi Nusantara dari daerah perkotaan seperti Jakarta yang metropolitan sampai ke daerah terpencil papua sekalipun.

Dengan kurun waktu yang berbeda-beda ada yang rutinan mingguan, bulanan, triwulanan bahkan sesekali mereka kumpul pengajian seperti pernah terjadi memadati GOR istora senayan Jakarta, di GOR Surabaya dan kota-kota besar lainya yang sudah biasa terjadi pada moment tertentu seperti Peringatan Maulid Nabi, Isro’ Mi’roj, satu Muharram dan sebagainya, dengan militansi jamaah mereka selalu memadati lapangan dan menyemut terlihat dari kejauhan.

Islam sangat memuliakan perempuan dan memberikan kedudukan khusus untuk mereka, dalam meneguhkan kedudukan tersebut, Allah SWT menurunkan surat An Nisa yang artinya “Perempuan, guna menjelaskan kepada umat manusia mengenai segala hal terkait perempuan. Rasulullah SAW juga memberitahukan bahwa perhiasan terbaik yang ada di dunia, adalah Mar’atun shalihah, perempuan yang baik”.

Dari Abdullah Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah pernah bersabda, “dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Mar’atun salihah.” (HR. Muslim).

Sebagai inti dari acara ini adalah mau’idzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. yang membicarakan masalah “perempuan terbaik menurut Al Qur’an”. Dalam ceramah yang menyitir Q.S. At Tahrim ayat 11 :

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Arab latin: Wa ḍlaraballāhu masalal lillażīna āmanumra`ata fir’aun, iż qālat rabbibni lī ‘indaka baitan fil-jannati wa najjinī min fir’auna wa ‘amalihī wa najjinī minal-qaumiz-zālimīn

Artinya: “Dan Allah membuat isteri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzhalim”.

Asiyah adalah gadis yang sangat cantik dan menarik, kecantikanya terdengar dikalangan kerajaan Firaun, merupakan kebanggaan bagi laki-laki pada saat itu yang bisa memenangkan hati Asiyah, tidak kecuali juga Firaun, singkatnya Firaun pun meminang Asiyah untuk jadi istrinya, namun di tolaknya. Semasa hidupnya sedikitnya Asiyah dua kali menolak permintaan Firaun.

Penolakan pertama adalah saat hendak dipinang orang yang menganggap dirinya sebagai Tuhan. Tidak disebutkan dengan jelas latar belakang atau dukungan keluarga yang diberikan hingga Asiyah berani menolak pinangan tersebut. Asiyah disebutkan luluh saat orangtuanya ditangkap karna dianggap sebagai orang tua maka harus bertanggung jawab atas penolakan Asiyah.

Penolakan kedua adalah saat Asiyah tidak mau membunuh anak laki-laki yang ditemukan dalam keranjang. Asiyah berhasil melobi Firaun yang kala itu mewajibkan tiap anak laki-laki yang baru lahir harus dibunuh. Firaun khawatir takhtanya direbut, hal itu karna Firaun mempercayai tafsir mimpi dari para peramalnya (ahli nujum). Anak tersebut ternyata Nabi Musa AS. yang kelak akan menjadi Nabi dan membawa wahyu dari Allah SWT. dan membongkar kebohongan Firaun. Kisah tentang Asiyah yang mengambil Nabi Musa AS disebutkan dalam Q.S. Al-Qashash ayat 9.

Asiyah menjadi Perempuan terbaik yang di sebutkan dalam AL Qur’an di karenakan dia mampu melihat dua wajah Tuhan terhadap dua laki-laki yaitu Musa dan Firaun, pada Musa, Asiyah melihat “AL Hadi” yaitu salah satu dari Asmaul Husna yang berjumlah 99 dan artinya yang maha memberi petunjuk, sedangkan pada wajah Firaun, Asiyah melihat “Al Mudlill” salah satu dari Asmaul Husna yang artinya yang maha menyesatkan, namun demikian jika Allah berkehendak menyesatkan maka objek pasti tersesat beneran, sedangkan jika Firaun yang menyesatkan maka objek tidak tersesatkan.

Kemampuan Asiyah melihat satu keping mata uang punya dua sisi yang berbeda inilah yang menjadikan dirinya mendapatkan posisi sebagai perempuan terbaik dalam Al Qu’an. Demikian di katakana oleh penceramah yang akrab dengan sapaan Prof. Nasar.

Dalam ceramah yang berlangsung hidmad ilmiyah namun santai ini, Prof. Nasar juga menyampaikan bahwa disamping Asiyah masih banyak orang-orang yang disebutkan dalam Alqur’an yaitu : Luqman bapak terbaik, bapaknya nabi Ibrahim adalah bapak terjelek, Maryam ibu terbaik, Isma’il anak terbaik, Kan’an anak terjelek, istri nabi Nuh dan istri nabi Luth adalah istri terjelek.

Kemudian penceramah itu menanyakan kepada para jamaah apakah ingin menjadi perempuan terbaik seperti Asiyah maka setelah pulang dari pengajian ini berdoalah dirumah agar suaminya menjadi Firaun, demikian kelakarnya yang di sambut “tidak mau” dengan teriakan kompak riuh gempita dengan canda tawa bersama-sama sedikitnya 500 jamaah, Duh senangnya mengaji.