Perhitungan PCR dan HHI dari Perusahaan Sektor Energy di Indonesia

Avatar of news.Limadetik

Penulis : Bella Putriana, Ratih Laras Gading dan Satfika Kurnia Sari
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

FIRM CONCETRATION RATIO
Concentration rasio atau rasio konsentrasi adalah statistik yang mengukur penguasaan pangsa pasar oleh sejumlah perusahaan dalam industri tertentu. Concentration ratio digunakan untuk mengukur besar atau kecilnya sebuah perusahaan di dalam industri yang digeluti secara keseluruhan.

Hasilnya, concentration ratio bisa bernilai rendah maupun tinggi, tergantung kondisi masing-masing industri. Jika concentration ratio rendah artinya terjadi persaingan besar di dalam industri tersebut. Biasanya ditandai dengan banyaknya produsen dan konsumen di pasar, sehingga menghasilkan persaingan yang sempurna.

FCR = S1+S2+S3+S4
______________________
Total Industry Sales

Di Indonesia tersebar sebanyak 74 perusahaan yang masuk kedalam sektor energi yang sudah masuk ke dalam bursa efek Indonesia. Dari 74 jumlah perusahaan dengan FRC terdapat 74 perusahaan dimana di tahun 2020 dari data diatas sektor energi ini terdapat 4 perusahaan yang mampu menguasai pasar dengan total sales terbesar selama di tahun 2020 yaitu perusahaan ini adalah Perusahaan Gas Negara Tbk, Perusahaan Adaro energy indonesia tbk, Perusahaan Indika Energy Tbk. dan juga Perusahaan Dian swastatika sentosa tbk.

Sedangkan dari data FCR tahun 2021 dengan 74 yang ada di sektor energi terdapat 4 perusahaan yang mampu menguasai pasar dengan total sales terbesar yaitu dipegang oleh Perusahaan Adaro energy indonesia tbk, Perusahaan Indika Energy Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk, dan juga Perusahaan Dian swastatika sentosa tbk.

Dari data di atas dapat diketahui bahwa di tahun 2020 dan 2021 perusahaan yang menguasai pasar dengan total sales terbanyaknya adalah keempat perusahaan yang sama, namun perusahaan ini mengalami kenaikan dan juga penurunan di antara 2 tahun. Dimana di tahun 2020 Perusahaan Gas Negara merupakan perusahaan dengan urutan pertama dengan total sales yang dia miliki namun Perusahaan Gas Negara Tbk namun tepat di tahun 2021. Perusahaan ini menjadi urutan nomor 3 dengan total sales terbesar walaupun jumlah pendapatan yang didapatkan meningkat di tahun 2020 ke tahun 2021.

Sedangkan pada saat 2020 Perusahaan Adaro Energy Indonesia Tbk merupakan perusahaan kedua dengan total sales terbesar namun Perusahaan ini di tahun 2021 mampu meningkatkan lagi pendapatannya dengan meningkatnya total sales dimana pada tahun 2021 perusahaan ini menjadi perusahaan pertama dengan total sales terbesar diantara 74 perusahaan lainnya.

Di tahun 2020 Perusahaan Indika Energy Tbk ini merupakan perusahaan ketiga dengan total sales terbanyak selanjutnya perusahaan ini di tahun 2021 mampu mempertahankan kedudukannya yang tetap berada di urutan ketiga dari 74 perusahaan yang ada di sektor energi. Sedangkan perusahaan yang mampu menduduki posisi keempat dengan gelar perusahaan dengan total sales terbanyak dipegang oleh perusahaan Dian swastatika sentosa tbk perusahaan ini mampu bertahan di urutan nomor 4 perusahaan dengan total sales terbesar selanjutnya.

Dari data di atas dapat diketahui bahwa dari keempat perusahaan tersebut mereka mampu meningkatkan total sales mereka dengan meningkatkan pendapatan yang mereka miliki sebelumnya. Dari data di atas tersebut dapat dilihat bahwa perusahaan tersebut mampu menjaga eksistensi mereka untuk tetap berada di daftar 4 perusahaan terbesar dengan total sales terbesar dari 74 perusahaan yang ada di sektor energi yang ada di Indonesia. Jika dilihat dari data di atas rata-rata ke 4 perusahaan ini mampu meningkatkan jumlah pendapatan mereka dari tahun 2020 ke tahun 2021 walapun pada tahun ini Indonesia masih menghadapi masa pandemi Covid-19 namun perusahaan ini mampu mempertahankan kinerjanya dengan pendapatan mereka yang meningkat.

Pada perhitungan HHI diatas menunjukkan bahwa market concentration pada tahun 2020 dan tahun 2021 tidak mengalami perubahan, yaitu tetap berada pada unconcentrated market dengan nilai HHI di tahun 2020 senilai 806,2945491 dan di tahun 2021 senilai 807,4099974. Maka dari perhitungan HHI ini dapat dilihat bahwa perubahan HHI pada tahun 2020 dan 2021 itu sangat kecil yaitu perubahan yang terjadi hanya sebesar 1,1154483. Artinya dalam perusahaan tersebut belum ada indikasi atau keinginan yang tinggi untuk memonopoli industry tersebut agar mengalami perubahan HHI yang signifikan.

Dari data tahun 2020 dimana keempat perusahaan ini menunjukkan nilai HHI mencapai 806 dan di tahun 2021 keempat perusahaan ini mencapai nilai HHI sebesar 807 hal ini menunjukkan bahwa pada sektor energi ini keempat perusahaan ini masuk kedala salah satu unconcentratet merket dimana HHI nya masih dibawah 1000 dimana hal ini menunjukkan bahwa pasar yang dimiliki tidak konsentrasi.

Dari data di atas juga dapat diketahui bahwa keempat perusahaan ini dengan nilai infdeks HHI nya yang mencapai dibawah 1000 dimana perusahaan yang masuk ke dalam unconcentratet merket ini merupakan perusahaan yang masuk ke dalam jenis pasar atau struktur industri oligopoli type 4 dikarenakan, pada sektor energi ini pada tahun 2020 dan juga 2021 besar FCR diantara 35 % – 50 %