PMM UMM Kelompok 75 Gandeng TPST 3R Madiredo Dalam Uji Lab Pupuk Organik

PMM UMM Kelompok 75 Gandeng TPST 3R Madiredo Dalam Uji Lab Pupuk Organik
FOTO: Mahasiswa PMM UMM Kelompok 75 saat bersama pengelola TPST 3R Madiredo

MALANG, LimaDetik.Com – Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 75 melakukan pengabdiannnya di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pengabdian ini merupakan alternatif dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditiadakan oleh kampus dikarenakan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung sekarang ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 1 bulan dari 4 Juni 2021 sampai dengan 4 Juli 2021. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah pemanfaatan sampah untuk dibuat menjadi barang yang berguna.

Menurut Muhammad Rizaldi Juliansyah (koordinator PMM kelompok 75), sampah merupakan bencana bagi makhluk hidup, untuk itu penting bagi semua orang untuk peduli terhadap pencegahan dan mengatasi masalah sampah tersebut. “TPST 3R Madiredo memproduksi pupuk organik untuk diperjualkan” kata Muhammad Rizaldi, pada media ini, Rabu (14/7/2021)

Adapun lanjut Rizaldi, bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk adalah sisa pakan ternak atau prapen yang telah dicacah, obat decomposer (em4 atau em11), kotoran kambing murni, gula tetes, dan dedak.

“Untuk bahan yang digunakan sangat mudah, karena diambilkan dari sisa pakan ternak lalu diolah dengan beberapa bahan campuran termasuk salah satunya gula tetes dan dedak” ungkapnya.

Sementara itu, pengelola TPST 3R Madiredo, Bambang memberikan langkah cara pembuatan pupuk yang diproduksi. Pertama dengan menyiapkan sisa pakan dengan berat 1 ton yang telah dicacah, 2 kwintal kotoran kambing, 5 liter gula tetes decomposer, dan 25 kg dedak.

“Kemudian dijadikan satu secara berlapis-lapis. Lapisan bawah sisa pakan, lapisan kedua kotoran kambing, dan lapisan ketiga dedak. Selanjutnya siram dengan decomposer dan tutup rapat dengan terpal selama 3-4 hari dengan suhu 30-34 derajat. Pupuk siap dijual ketika telah di fermentasikan selama 30 hari” ucap Bambang menjelaskan.

Bambang mengatakan, dalam kegiatan ini, PMM kelompok 75 membantu proses uji lab dari pupuk tersebut sehingga apakah pupuk tersebut merupakan pupuk yang layak pakai. Hasil uji lab menunjukkan zat bahwa komposisi yang terdapat di pupuk tersebut sebesar N (1.40%), P (0.63%), K (0.41%), Ca (0.36%), Fe (0.04%), dan pH (7.67%).

“Pupuk ini telah dilakukan uji coba ke petani setempat. Dan hasilnya pupuk tersebut dapat menyuburkan tanaman dengan baik. Selain itu, pupuk ini dijual dengan harga Rp. 10.000,- per pcsnya” tukasnya.

Penulis : Suwandi
Editor : Wahyu