Principles Of Syariah Accounting Terhadap Laporan Keuangan Guna Mengatur Pengembangan Teknik Akuntansi Syariah

Principles Of Syariah Accounting Terhadap Laporan Keuangan Guna Mengatur Pengembangan Teknik Akuntansi Syariah
FOTO: Ilustrasi

Oleh: Tri Ardi Febritia 2018-217
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

“Assalamualaikum Wr.Wb.
Perkenalkan saya Tri Ardi Febritia 2018-217 saya adalah seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan pada program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang. Pada artikel kali ini sayaa akan mengulas tentang “PRINCIPLES OF SYARIAH ACCOUNTING PADA LAPORAN KEUANGAN GUNA MENGATUR PENGEMBANGAN TEKNIK AKUNTANSI SYARIAH”. Terselesaikannya Artikel ini tidak lepas dari bantuan Dosen Pempimbing saya yaitu : (…) selaku dosen mata kuliah Akuntansi Syariah. Langsung saja kita simak topik yang ada pada judul. Akhir kata, semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca”

Akuntansi ialah bagian dari sebuah informasi yang tidak dapat terpisahkan dari sebuah tugas manajemen untuk mencapai tujuan, terutama dalam pengawasan dan perencanaan. Muhammad (2002) mengatakan “ akuntasni syariah adalah akuntansi yang di kembangkan dan bukan hanya dengan konvensional, akan tetapi merupakan pengembangan ilosofis terhadap nilai – lilai Al – Qur’an yang di keluarkan dalam pemikiran teoritis dan teknis akuntansi. Melihat perkembangannya akuntansi syariah saat yang muncul saat ini ialah dimana kegiatan ekonomi serta sosial di dominasi serta dikuasi (dihegemony). Oleh sebuah sistem kapitalis sehingga memiliki nilai yang berbeda dalam merespon situasi masyarakat yang ada pada masanya.

Menjadi hal mutlak bahwa akuntansi ialah sebuah produk yang harus mengikuti kebutuhan masyarakat akan informasi. Maka nilai pertanggung jawaban, keadilan, dan kebenaran selalu melekat dalam sistem akuntansi syariah. Hal ini, tentu saja telah menjadi hal universal dalam pengoperasional akuntansi syariah. Sasaran pertanggung jawaban yang di ulas di atas ialah laporan keuangan yang di suguhkan, dan peraturan perundang undangan yang berlaku serta mencakup sebuah penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang oleh sebuah intansi.

Maka perlu dicetuskan sebuah prinsip akuntansi syariah sebagai suatu aturan yang di buat melalui keputusan umum yang di berasal dari tujuan laporan keuangan serta konsep dasar akuntansi syariah guna mengatur pengembangan teknik akuntasi syariah, di bawah ini penulis paparkan prinsip – prinsip akuntansi syariah (principles of syariah accounting) beserta penjelasannya.

1. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclousure Principle)

Dalam Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclousure Principle) mewajibkan laporan keuangan akuntansi untuk mengungkapkan hal – hal yang di anggap penting supaya diharapkan laporan tersebut tidak ada kesalahan atau menyesatkan. Hal ini berguna untuk menunjukkan pemenuhan hak dan kewajiban kepada Allah, Masyarakat, dan Individu yang mempunyai relasi maupun kepentingan dengan perusahaan. Landasan yang menjadi tongga akuntansi syariah ialah sebuah nilai kejujuran dan kebenaran sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah SWT.

2. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Prinsip ini menjunjung keseimbangan pengaturan porsi dan kegiatan yang telah menjadi prosedur akuntansi yang telah di gunakan sehingga berifat konsisten dari waktu – kewaktu, sejalan dengan prinsip yang di jalankan oleh syariah. Konsistensi terhadap prinsip akuntansi sangat di tekankan sesuai dengan syariah, berarti tidak ada konsisten terhadap prinsip yang tidak sesuai dengan syariah.

3. Prinsip Dasar Akrual (Accrual Basis Principle)

Prinsip ini umum di kenal sebagai prinsip yang memuat tentang suatu proses pengakuan non kas dan keadaan pada saat terjadinya. Akrual di sini berdampak pada pengakuan pendapatan yang di artikan sebagai peningkatan kewajiban sebesar jumlah tertentu yang telah di terima ataupun di bayar (biasanya berbentuk cash) di masa yang akan datang. Hasil penentu dari periodic dan posisi keuangan suatu perusahaan di pengaruhi oleh metode pengakuan serta pengukuran terhadp sumber – sumber
ekonomi, di barengi dengan kewajiban perusahaan serta perubahannya pada saat terjadinya transaksi (accrual basis), bukan pada saat pengimplementasian penerimaan akrual atau pengeluaran uang (cash basis). Dasar akrual ini mempunyai relasi erat dengan postulat periode akuntansi. Yang berarti, implementasi dasar akrual merupakan konsekuensi dari ponsulat periode akuntansi.