banner podcast

Profitabilitas Objek Akuntansi Transaksi Musyarakah

  • Bagikan
Profitabilitas Objek Akuntansi Transaksi Musyarakah
FOTO: Ilustrasi
Banner Iklan

OLEH: Anggie Cahyaning Rahayu
Universitas Muhammadiyah Malang

Perkembangan bank syariah di Indonesia pada tahun 2019 mengalami peningkatan pesat. Bank syariah sesuai dengan prinsipnya untuk kemaslahatan umat, harus mampu menyalurkan dana pihak ketiga yang terkumpul untuk menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan syariah. Bank Syariah adalah bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia. Objek terdapat pada Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dalam praktiknya, bank syariah selain menjalankan sistem jual beli, leasing juga menjalankan bagi hasil. Semakin banyaknya bank syariah di Indonesia membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan usaha dengan pembiayaan mudharabah dan musyarakah bagi hasil.

Pembiayaan mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara bank sebagai pemilik dana (shahibul maal) dan nasabah sebagai pengelola dana untuk melaksanakan kegiatan usaha dengan nisbah bagi hasil sesuai ketentuan awal. Musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi antara pemilik modal untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha bersama dalam suatu persekutuan, dengan nisbah bagi hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan penyertaan modal.

Hal yang mempengaruhi profitabilitas bank adalah pembiayaan yang disalurkan oleh suatu bank. Profitabilitas dapat diartikan sebagai salah satu indikator untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Return on Asset (ROA), yaitu rasio laba tahunan sebelum pajak terhadap aset rata-rata Ini menggunakan laporan keuangan tahunan Bank Umum Syariah yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan periode 2015 – 2019 yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengelolaan modal pada Bank Umum Syariah dan menyimpulkan pengaruhnya terhadap tingkat pengembalian modal.

Pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif terhadap tingkat ROA karena perhitungan keuntungan dihitung menggunakan bagi hasil, dan pembiayaan musyarakah dihitung berdasarkan bagi hasil memberikan pengaruh positif tingkat ROA. Produk layanan pembiayaan Bank Syariah disesuaikan dengan bentuk dan tujuan penggunaan dana, antara lain mudharabah, musyarakah, murabahah, istishna’ ijarah, ijarah muntahiya bittamlik, dan al-qard.Berdasarkan Undang-Undang No.10 Tahun 1998 Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah didefinisikan sebagai penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan perjanjian atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan setelah suatu jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

Mudharabah adalah akad usaha bersama antara harta kekayaan salah satu pihak dengan hasil karya pihak lain. Berdasarkan prinsip akuntansi, pembiayaan mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara bank sebagai pemilik dana (shahibul mal) dan nasabah sebagai pengelola (mudarib) untuk menjalankan kegiatan usaha dengan nisbah bagi hasil (laba atau rugi). sesuai kesepakatan sebelumnya.

Ada empat faktor dalam mudharabah, pertama adalah pelaku yaitu pemilik modal (shahibul mal) dan pelaku usaha (mudharib). Kedua adalah objeknya yaitu modal dan kerja, pemilik modal menyerahkan modalnya berupa uang atau barang yang dapat dinilai dengan uangnya dan para pelaksana usaha melaksanakan pekerjaannya berupa keahlian, keterampilan, manajemen, dsb.

Ketiga, kesepakatan kedua belah pihak yang bersedia sepakat untuk mengikatkan diri dalam akad mudharabah, sesuai dengan perannya masing-masing yaitu sebagai investor dan sebagai pekerja. Dan keempat adalah rasio keuntungan, yang mencerminkan manfaat yang berhak diterima oleh kedua belah pihak, bentuk rasio dinyatakan dalam persentase yang disepakati bersama. Secara lebih rinci mudharabah muqayyadah dikenal dalam dua bentuk, yaitu pada neraca dan off-balance sheet.

Sedangkan musyarakah adalah pembiayaan yang dilakukan antara bank dengan nasabah dengan perjanjian kerjasama usaha untuk membiayai suatu proyek usaha, bank bersama masing-masing nasabah menempatkan dananya sesuai dengan proporsi yang disepakati, dengan nisbah bagi hasil sesuai kesepakatan sedangkan kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan penyertaan modal. Dalam hal ini , profitabilitas merupakan ukuran persentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan pada tingkat yang dapat diterima. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah used

1. Profit Margin
2. Return on Assets (ROA)
3. Return on Equity (ROE)

Sistem bagi hasil merupakan praktek perbankan syariah yang dalam pendistribusiannya sangat adil karena bagi hasil yang didapat, dalam hal ini investor dan pelaku usaha mempunyai tanggung jawab sesuai dengan porsinya. Semakin tinggi pembiayaan bagi hasil seharusnya dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Dana pembiayaan mudharabah dan musyarakah yang disalurkan oleh bank syariah untuk menjalankan suatu usaha tertentu yang dikelola oleh mudharib pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan yang akan dibagi sesuai kesepakatan awal. Pembiayaan musyarakah berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah. Namun berbeda dengan pembiayaan musyarakah.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.